URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Semarang sedang menyiapkan infrastruktur terkait rencana pembangunan exit tol ruas Semarang-Solo yang melintasi wilayah Kabupaten Semarang di Desa Klepu, Kecamatan Pringapus. Proyek itu rencananya akan dilaksanakan pada pertengahan tahun 2024 mendatang.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Satu Lagi Exit Tol Semarang-Solo Bakal Dibangun di Kecamatan Pringapus

Satu Lagi Exit Tol Semarang-Solo Bakal Dibangun di Kecamatan Pringapus

Satu Lagi Exit Tol Semarang-Solo Bakal Dibangun di Kecamatan Pringapus

featured-img

UNGARAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Semarang sedang menyiapkan infrastruktur terkait rencana pembangunan exit tol ruas Semarang-Solo yang melintasi wilayah Kabupaten Semarang di Desa Klepu, Kecamatan Pringapus. Proyek itu rencananya akan dilaksanakan pada pertengahan tahun 2024 mendatang.

Sebagai bagian dari rencana pembangunan tersebut, Pemkab Semarang bersama Badan Pengelola Jalan Tol (BPJT) sudah melakukan survei lapangan.

“Mengenai pembebasan lahan, tidak ada kendala, semuanya sudah diselesaikan,” ungkap Bupati Semarang Ngesti Nugraha di Ungaran belum lama ini.

Dikatakan Ngesti, proyek pembangunan exit tol senilai Rp 200 miliar di Klepu itu didasarkan beberapa pertimbangan. Di antaranya untuk memecah kepadatan arus lalu lintas di jalan nasional Ungaran ke arah Bawen. Selain itu, beberapa fasilitas umum dan lembaga pendidikan seperti Polimarin juga akan dibangun di kawasan Kecamatan Pringapus sehingga wilayah tersebut akan menjadi pusat ekonomi baru.

“Belum lagi dekat kawasan industri dan juga salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) yakni Bendung Jragung akan dibangun tak jauh dari lokasi exit tol. Harapannya wilayah di sana akan semakin berkembang,” ujarnya.

Untuk keperluan itu, sejumlah rencana juga telah disiapkan. Yakni dengan pelebaran ruas jalan Karangjati-Pringapus. Sebab, syarat minimal lebar jalan untuk mengakses ke exit tol adalah 7,2 meter.

“Sudah kami survei, saat ini lebarnya ada yang 5 meter dan 6 meter. Nanti akan kami lebarkan. Kami juga menunggu hasil kajian analisis dampak lingkungan (amdal) dan amdal lalu lintas,” urainya.

Sementara salah seorang warga setempat, Budi Santosa menyambut baik rencana pembangunan exit tol tersebut.
Warga Kelurahan Ngempon, Kecamatan Bergas yang rumahnya dekat dengan titik exit tol baru itu merasa mendapatkan sejumlah manfaat.

“Selama ini kalau mau masuk atau keluar tol harus ke Bawen atau Ungaran dulu, lumayan jauh. Nanti kalau sudah jadi (exit tol) tentu lebih dekat,” bebernya. (win)

 

BACA JUGA :

Pemerintah Kabupaten Semarang meluncurkan Sekolah Tani Milenial 2026 untuk mendorong regenerasi petani di tengah menurunnya minat generasi muda terhadap sektor pertanian. Program yang diikuti 240 peserta itu digelar di Kecamatan Sumowono, Selasa (21/7/2026), dengan pembekalan budidaya, kewirausahaan, dan pemasaran digital guna mencetak petani modern yang mampu menjaga ketahanan pangan.
Tak Malu jadi Petani, Khoirul Mantap Ikut Pelatihan Sekolah Tani Milenial Usai Lulus Kuliah
Wakil Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Semarang Said Riswanto menilai Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes) Merah Putih berpotensi menjadi penggerak ekonomi masyarakat sekaligus bersaing dengan ritel modern. Pernyataan itu disampaikan usai meninjau Kopdes Merah Putih di Bergas Kidul dan Lodoyong, Selasa (21/7/2026), dengan syarat kelengkapan barang, dukungan fasilitas, dan kepastian regulasi pengelolaan koperasi terus diperkuat.
DPRD Kabupaten Semarang Nilai Kopdes Merah Putih Berpotensi Saingi Ritel Modern, Asal Pasokan Barang Lengkap
Legislatif Nilai Pengawasan Perizinan di Kabupaten Semarang Lemah, Pemkab Diminta Lebih Tegas
Legislatif Nilai Pengawasan Perizinan di Kabupaten Semarang Lemah, Pemkab Diminta Lebih Tegas
Kopdar dengan Media, Rutan Salatiga Bangun Sinergi, Tangkal Informasi Negatif
Kopdar dengan Media, Rutan Salatiga Bangun Sinergi, Tangkal Informasi Negatif
DPRD Kabupaten Semarang Desak Galian C Dipersempit, Nilai Kerusakan Lingkungan Tak Sebanding dengan Manfaat
DPRD Kabupaten Semarang Desak Galian C Dipersempit, Nilai Kerusakan Lingkungan Tak Sebanding dengan Manfaat
Keluhan Jalan Rusak Masih Mendominasi Aduan Warga Kabupaten Semarang, DPU Akui Keterbatasan Anggaran
Keluhan Jalan Rusak Masih Mendominasi Aduan Warga Kabupaten Semarang, DPU Akui Keterbatasan Anggaran

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Reformasi Transportasi Publik Saatnya Trans Jateng Hadir di Jekuti (Jepara – Kudus – Pati)
Reformasi Transportasi Publik: Saatnya Trans Jateng Hadir di Jekuti (Jepara – Kudus – Pati)
Forum Pelanggan Air Minum Nasional (FORPAMNAS) menggelar Musyawarah Nasional (Munas) IV di Yogyakarta, Jumat (17/7/2026), yang diikuti sekitar 50 peserta dari berbagai provinsi. Forum ini membahas pembentukan badan regulator air minum, menyusun program kerja serta memilih kepengurusan periode 2026–2030 guna memperkuat perlindungan hak pelanggan, meningkatkan kualitas pelayanan Perumda Air Minum, dan mempererat kolaborasi dengan pemerintah serta para pemangku kepentingan.Munas IV FORPAMNAS di Yogyakarta mendorong pembentukan regulator air minum, memperkuat hak pelanggan, dan meningkatkan pelayanan Perumda Air Minum.
FORPAMNAS Dorong Pembentukan Badan Regulator Air Minum, Munas IV Resmi Digelar di Yogyakarta
Salatiga Jadi Panggung Raja-Raja Nusantara dan Dunia, 100 Lebih Kerajaan Siap Berkumpul Juli 2026
Salatiga Jadi Panggung Raja-Raja Nusantara dan Dunia, 100 Lebih Kerajaan Siap Berkumpul Juli 2026