URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Grebeg Sumpil adalah sebuah tradisi unik yang dilakukan oleh warga Kampung Jagalan, Desa Kutoharjo, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kendal. Pada acara ini, warga berebut gunungan Sumpil yang berisi makanan khas dan hasil bumi setempat setelah gunungan tersebut dikirab dari makam Wali Hasan Abdullah atau Eyang Pakuwaja dan diarak mengelilingi kampung.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Grebeg Sumpil: Tradisi Berebut Gunungan Sumpil dan Makanan Khas Kaliwungu

Grebeg Sumpil: Tradisi Berebut Gunungan Sumpil dan Makanan Khas Kaliwungu

Grebeg Sumpil: Tradisi Berebut Gunungan Sumpil dan Makanan Khas Kaliwungu

featured-img

Warga Kampung Jagalan, Desa Kutoharjo, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kendal terus mempertahankan tradisi unik Grebeg Sumpil. Acara ini dilaksanakan pada Minggu (5/3/2023) dan mempertontonkan warga berebut gunungan Sumpil yang berisi aneka makanan dan hasil bumi.

Sumpil, sejenis ketupat khas Kaliwungu terbuat dari beras dan dibungkus dengan daun bambu. Ribuan Sumpil dan makanan ringan serta hasil bumi dikirab atau diarak dari makam Wali Hasan Abdullah atau Eyang Pakuwaja mengitari kampung kemudian menuju Bukit Jabal di Kaliwungu sebelum diperebutkan warga.

Menurut Sobirin, petugas jaga makam Eyang Pakuwaja, Sumpil memiliki makna, Sumelehno Uripmu Marang Pangeran Ingkang Langgeng (pasrahkan hidupmu kepada sang pencipta yang abadi). Selain Sumpil, Grebeg Sumpil tahun 2023 juga menyediakan 1.000 sumpil dan ribuan jajanan tradisional maupun modern seperti ndog mimi dan klepon.

“Selain Sumpil, juga ada makanan ndog mimi, klepon dan sebagainya. Jadi dengan digelarnya Grebeg Sumpil ini, bisa mempertahankan makanan khas Kaliwungu. Sumpil bisa divariasikan dengan sambal, opor dan pecel itu juga bisa,” jelas Sobirin.

Grebeg Sumpil sudah berjalan selama 11 tahun namun sempat terhenti selama dua tahun akibat pandemi. Kepala Desa Kutoharjo, Ivan Setiawan berharap tradisi bisa dilestarikan dan dikembangkan, sehingga bisa dikenal luas sebagai tradisi asli Kecamatan Kaliwungu dan Kabupaten Kendal.

“Untuk posisi grebegnya atau diperebutkan gunungan nanti di pujasera, Jabal Kaliwungu. Acara juga diisi persembahan pencak silat dari Pagar Nusa dan seni barongan,” terang Kepala Desa Kutoharjo.

“Kami mengajak seluruh warga Desa Kutoharjo untuk bersinergi, mangayubagya dalam melestarikan Grebeg Sumpil ini. Sehingga harapan kami, digelarnya tradisi, bisa mengangkat perekonomian warga,” pungkasnya.

BACA JUGA :

Masyarakat Dusun Wates, Desa Wates, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang, terus melestarikan tradisi Saparan atau merti dusun yang digelar setiap Senin Kliwon pada bulan Sapar. Tradisi yang berlangsung turun-temurun ini diwujudkan melalui rangkaian ritual adat, open house, serta pertunjukan kesenian sebagai ungkapan syukur, mempererat silaturahmi, dan menjaga nilai gotong royong sekaligus melestarikan warisan budaya Jawa di tengah perkembangan zaman.
Saparan di Getasan, Tradisi Tahunan yang Hadirkan Suasana Mudik dan 'MBG Swadaya'
Forkopimda Kabupaten Semarang tampil sebagai pemain ketoprak bertajuk "Rebut Kembar Mayang" pada puncak peringatan HUT ke-35 DPD Permadani Kabupaten Semarang di GOR Pandanaran Wujil, Kecamatan Bergas, Sabtu (25/7/2026) malam. Ngesti Nugraha bersama jajaran pimpinan daerah turun langsung ke panggung sebagai bentuk dukungan terhadap pelestarian budaya Jawa sekaligus mengajak generasi muda menjaga bahasa, tata krama, dan nilai-nilai luhur budaya melalui seni tradisional
Forkopimda Kabupaten Semarang Main Ketoprak, Cara Unik Permadani Lestarikan Budaya Jawa
Malam ini, Ratusan Raja dan Pemangku Adat Berkumpul di UKSW Salatiga
Malam ini, Ratusan Raja dan Pemangku Adat Berkumpul di UKSW Salatiga
Ribuan warga memadati tradisi Jolenan di Desa Kemetul, Kecamatan Susukan, Kabupaten Semarang, Sabtu (18/7/2026). Masyarakat mengarak gunungan hasil bumi sebagai wujud syukur atas panen raya yang melimpah sekaligus melestarikan budaya Jawa. Tradisi tahunan bertema Ketahanan Pangan itu diakhiri dengan perebutan hasil bumi yang menjadi daya tarik utama dan diharapkan berkembang sebagai destinasi wisata budaya
Angkat Tema Ketahanan Pangan, Desa Kemetul Kembali Sukses gelar Jolenan Tahun 2026
Pemerintah Desa Rowoboni, Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang, menggelar Labuh Agung Sedekah Rawa Pening pada bulan Muharam, Senin (6/7/2026) malam. Warga mengadakan kirab budaya, penyalaan obor, larung sesaji, dan pentas Reog Ponorogo sebagai ungkapan syukur atas rezeki serta keselamatan, sekaligus melestarikan tradisi bagi masyarakat yang sebagian besar menggantungkan hidup sebagai nelayan di Rawa Pening.
Labuh Agung Sedekah Rawa Pening Kembali Digelar, Warga Larung Hasil Bumi dan Perairan sebagai Wujud Syukur
Komunitas Salatiga Keris Ageman Lestari menggelar prosesi jamasan pusaka di halaman Museum Salatiga, kawasan Prasasti Plumpungan, Kamis (2/7/2026), sebagai upaya pelestarian budaya Nusantara. Dalam kegiatan itu, bakal keris dan tombak diserahkan kepada empu untuk ditempa menjadi pusaka resmi Kota Salatiga, sekaligus melibatkan perawatan puluhan keris dan tosan aji milik masyarakat sebagai media edukasi budaya bagi generasi muda.
Sakral Gelar Jamasan Pusaka, Serahkan Bakal Keris Salatiga

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Satreskrim Polres Semarang menetapkan TI (25) dan DPP (20) sebagai tersangka kasus pencurian dengan kekerasan yang menewaskan pemilik Royal Phone, Chandra Waskito, di Ambarawa, Kabupaten Semarang, Kamis (6/8/2026). Polisi mengungkap aksi tersebut direncanakan sehari sebelumnya dan dilakukan dengan memukul korban menggunakan palu sebelum kedua tersangka membawa 53 telepon genggam serta mobil korban ke Gubug, Grobogan. Keduanya kini dijerat pasal pencurian dengan kekerasan dan pembunuhan dengan ancaman pidana seumur hidup atau maksimal 20 tahun penjara.
Kronologi Perampokan Disertai Pembunuhan Bos Royal Phone Ambarawa, Korban Dihabisi Pakai Palu di Bagian Kepala
BRI Kantor Cabang Salatiga menanggapi dugaan penyalahgunaan dana sekitar Rp40 miliar yang diduga melibatkan oknum pekerja dengan menghormati proses hukum di Polres Salatiga. Pada Rabu (12/8/2026), BRI menyatakan telah memproses PHK terhadap pekerja yang diduga terlibat fraud serta memperkuat pengawasan internal untuk menjaga kepercayaan nasabah.
Tanggapi Pemberitaan Dugaan Fraud Rp 40 Miliar, BRI Cabang Salatiga Tegaskan Hormati Proses Hukum
Polres Semarang memastikan mayat yang ditemukan di dalam mobil Honda Jazz di wilayah Gubug, Kabupaten Grobogan, pada Jumat (7/8/2026), merupakan Chandra Waskito, pemilik konter Royal Phone di Kelurahan Pojoksari, Kecamatan Ambarawa. Korban diduga tewas akibat tindak pidana pencurian dengan kekerasan. Polisi masih memburu pelaku serta mengumpulkan keterangan saksi dan barang bukti untuk mengungkap kronologi serta motif kejahatan.
Polisi Pastikan Mayat dalam Mobil di Grobogan Bos Royal Phone Ambarawa

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved