URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Dinas Pendidikan, Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikbudpora) Kabupaten Semarang, pada tahun 2024 berencana untuk melakukan rehabilitasi di beberapa Sekolah Dasar yang mengalami kerusakan di Kabupaten Semarang. Kepala Disdikbudpora Kabupaten Semarang, Sukaton Purtomo Priyatmo, mengungkapkan bahwa total ada 9 sekolah yang akan direhabilitasi dalam anggaran tahun ini, termasuk SD Negeri Kesongo 04, SD Negeri Tanjung 02, SD Negeri Jubelan 01, dan SD Negeri Kedungringin 03.

Mbak Google

KABAR RASIKA

9 Sekolah Dasar di Kabupaten Semarang akan Segera Direhab Tahun Ini

9 Sekolah Dasar di Kabupaten Semarang akan Segera Direhab Tahun Ini

9 Sekolah Dasar di Kabupaten Semarang akan Segera Direhab Tahun Ini

Dinas Pendidikan, Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikbudpora) Kabupaten Semarang, pada tahun 2024 berencana untuk melakukan rehabilitasi di beberapa Sekolah Dasar yang mengalami kerusakan di Kabupaten Semarang. Kepala Disdikbudpora Kabupaten Semarang, Sukaton Purtomo Priyatmo, mengungkapkan bahwa total ada 9 sekolah yang akan direhabilitasi dalam anggaran tahun ini, termasuk SD Negeri Kesongo 04, SD Negeri Tanjung 02, SD Negeri Jubelan 01, dan SD Negeri Kedungringin 03.
Foto Arief rasika
Kepala SD Negeri Kesongo 04, Siti Yulaekah saat menunjukkan bangunan yang rusak
featured-img

RASIKAFM.COM | SALATIGA – Dinas Pendidikan, Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikbudpora) Kabupaten Semarang, tahun 2024 ini rencananya akan segera melakukan rehabilitasi di beberapa Sekolah Dasar yang rusak di Kabupaten Semarang.

Kepala Disdikbudpora Kabupaten Semarang, Sukaton Purtomo Priyatmo menyebut jika tahun 2024 ini total akan ada 9 sekolahan yang akan direhabilitasi.

“Di Kabupaten Semarang ada beberapa sekolah yang harus ada perbaikan, meski tidak parah kerusakannya. tahun 2024 ini ada 9 sekolahan yang masuk anggaran kami untuk segera dilakukan rehabilitasi,” ungkap Katon, Senin (29/1).

Menurut Katon, beberapa sekolah tersebut diantaranya yakni SD Negeri Kesongo 04, SD Negeri Tanjung 02, SD Negeri Jubelan 01, SD Negeri Kedungringin 03, dan beberapa sekolah lainnya.

“Jadi proses rehabilitasi ini kita masih menunggu Detail Engineering Design (DED) selesai di awal tahun ini, dan secepatnya akan kita segera lakukan rehabilitasi di 9 sekolahan tersebut,” sebutnya.

Kadisdikbudpora berharap dengan adanya rencana rehabilitasi di 9 sekolahan di Kabupaten Semarang ini, agar kedepannya para siswa di masing-masing sekolah yang akan direhabilitasi tersebut dapat belajar dengan baik, tenang, dan nyaman.

“Harapannya, dengan adanya rehabilitasi ini tentu dari kami para siswa di beberapa sekolah yang akan direhabilitasi ini mampu belajar dengan nyaman, aman, tenang, dan bisa belajar dengan baik. Tidak hanya itu, dengan adanya rehabilitasi ini juga pihak sekolah dan siswa bisa menerapkan pembelajaran kurikulum merdeka dengan baik,” harapnya.

Terpisah, Kepala Sekolah SD Negeri Kesongo 04, Siti Yulaekah menjelaskan jika pihaknya senang akan adanya rencana rehabilitasi di sekolahnya.

“saya Senang, semoga segera terealisasi, karena memang sekolah kami ini berada di Tengah kebun warga, jadi cuacanya lembab, sehingga banyak beberapa bangunan di sekolah kami yang berbahan dari kayu itu dimakan rayap, jadinya keropos,” terangnya.

Yulaekah menjelaskan, sejak kedatangannya di SD Negeri Kesongo 04 pada 1 Juni 2022 lalu, ia sudah melakukan sekali rehabilitasi kecil.

Ditanya soal bangunan yang akan direhabilitasi oleh Disdikbudpora Kabupaten Semarang, Yulaekah menerangkan masih ada beberapa bangunan lainnya yang memang saat ini perlu diperbaiki, disekolah dengan siswa 198 tersebut.

Pihaknya berharap pasca perbaikan nantinya bisa membuat nyaman para siswa saat belajar di sekolah tersebut.

Kepala sekolah saat mengajak wartawan keliling di lingkungan sekolah

BACA JUGA :

Tetap Produktif di Usia Senja, 112 Peserta Sekolah Lansia Pancasila Kabupaten Semarang Diwisuda
Tetap Produktif di Usia Senja, 112 Peserta Sekolah Lansia Pancasila Kabupaten Semarang Diwisuda
Selama hampir 20 tahun, keluarga Muhroji di Dusun Rejowinangun, Desa Pledokan, Kecamatan Sumowono, Kabupaten Semarang, hidup tanpa aliran listrik meski tiang listrik telah berdiri di dekat rumah mereka. Hingga Rabu (22/7/2026), permohonan pemasangan listrik belum terealisasi karena diperlukan penambahan jaringan. Kondisi ekonomi yang terbatas membuat keluarga tersebut bertahan menggunakan sentir berbahan bakar minyak goreng sebagai penerangan setiap malam.
20 Tahun Hidup dalam Gelap, Keluarga Miskin di Sumowono Terangi Malam dengan Sentir Jelantah
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Semarang memperkuat budaya sadar bencana melalui inovasi SADEWA (Strategi Deteksi, Edukasi, dan Waspada Bencana). Program berbasis kolaborasi pentahelix dan digitalisasi ini berhasil meningkatkan jumlah Desa Tangguh Bencana (Destana) menjadi 116 desa hingga 2026. Upaya tersebut dilakukan melalui penguatan edukasi, sistem deteksi dini, KKN Tematik Kebencanaan, serta optimalisasi dana desa guna meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi berbagai ancaman bencana.
Lewat SADEWA, BPBD Kabupaten Semarang Bangun Budaya Sadar Bencana dari Desa
Pemerintah Kabupaten Semarang meluncurkan Sekolah Tani Milenial 2026 untuk mendorong regenerasi petani di tengah menurunnya minat generasi muda terhadap sektor pertanian. Program yang diikuti 240 peserta itu digelar di Kecamatan Sumowono, Selasa (21/7/2026), dengan pembekalan budidaya, kewirausahaan, dan pemasaran digital guna mencetak petani modern yang mampu menjaga ketahanan pangan.
Tak Malu jadi Petani, Khoirul Mantap Ikut Pelatihan Sekolah Tani Milenial Usai Lulus Kuliah
Wakil Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Semarang Said Riswanto menilai Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes) Merah Putih berpotensi menjadi penggerak ekonomi masyarakat sekaligus bersaing dengan ritel modern. Pernyataan itu disampaikan usai meninjau Kopdes Merah Putih di Bergas Kidul dan Lodoyong, Selasa (21/7/2026), dengan syarat kelengkapan barang, dukungan fasilitas, dan kepastian regulasi pengelolaan koperasi terus diperkuat.
DPRD Kabupaten Semarang Nilai Kopdes Merah Putih Berpotensi Saingi Ritel Modern, Asal Pasokan Barang Lengkap
Legislatif Nilai Pengawasan Perizinan di Kabupaten Semarang Lemah, Pemkab Diminta Lebih Tegas
Legislatif Nilai Pengawasan Perizinan di Kabupaten Semarang Lemah, Pemkab Diminta Lebih Tegas

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Wali Kota Salatiga bersama Ketua DPRD, Sekretaris Daerah, Ketua Tim Penggerak PKK, dan jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) melaksanakan ziarah ke makam para mantan Wali Kota Salatiga pada Senin (21/7/2026) sebagai rangkaian peringatan Hari Jadi Ke-1276 Kota Salatiga. Ziarah dilakukan di TPU Ngemplak dan Makam Sidomulyo untuk mendoakan serta memberikan penghormatan kepada almarhum John Manuel Manoppo dan Letkol Soegiman atas jasa dan pengabdian mereka dalam membangun Kota Salatiga
Jelang Hari Jadi, Robby bersama Istri Tabur Bunga di Makam Mantan Wali Kota
Puluhan korban dugaan penipuan pembelian rumah di Perumahan Bandarjo Village Permai, Kecamatan Ungaran Barat, mengadukan kasus tersebut ke Komisi C DPRD Kabupaten Semarang, Rabu (15/7/2026). Para korban menuntut pengembang mengembalikan dana sekitar Rp1,4 miliar setelah proyek mangkrak, rumah tidak kunjung dibangun, dan sebagian sertifikat belum diterbitkan. DPRD meminta pengembang menuntaskan pengembalian dana hingga September 2026 serta menunda penerbitan izin proyek sampai seluruh persoalan konsumen selesai.
Puluhan Korban Perumahan Bandarjo Village Permai Mengadu ke DPRD, Tuntut Refund Rp1,4 Miliar
Tetap Produktif di Usia Senja, 112 Peserta Sekolah Lansia Pancasila Kabupaten Semarang Diwisuda
Tetap Produktif di Usia Senja, 112 Peserta Sekolah Lansia Pancasila Kabupaten Semarang Diwisuda