KAWAN PEMANDU JALAN

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

KABAR RASIKA

Sebut Harga Beras di Kabupaten Semarang Tak Masuk Akal, Bondan Minta Pemerintah Segera Gelar Operasi Pasar

Sebut Harga Beras di Kabupaten Semarang Tak Masuk Akal, Bondan Minta Pemerintah Segera Gelar Operasi Pasar

Sebut Harga Beras di Kabupaten Semarang Tak Masuk Akal, Bondan Minta Pemerintah Segera Gelar Operasi Pasar

Foto:/IST

RASIKAFM.COM | UNGARAN – Ketua DPRD Kabupaten Semarang, Bondan Marutohening menyebut harga beras sudah tidak realistis lagi. Oleh karenanya ia mendesak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Semarang untuk segera melakukan langkah-langkah masif dalam menyikapinya, salah satunya dengan menggelar operasi pasar.

“Cuma masalahnya stok cadangan beras kita tersedia apa tidak, ada berapa yang di bulog, bisa tidak untuk operasi pasar?” ujar Bondan, Kamis (29/2/2024).

Ihwal operasi pasar tersebut, legislator PDIP ini ingin pihak eksekutif bisa segera berkoordinasi dengan Bulog. Sebab, ia khawatir jika harga beras terus mengalami kenaikan maka akan berpengaruh juga terhadap harga kebutuhan yang lain.

“Mungkin malau komoditas lain yang harganya naik, beras belum tentu naik (harga). Kalau ini (beras) tentunya jadi tolok ukur harga yang lain,” ujarnya.

Bondan mengaku tidak melihat isu kenaikan harga beras disebabkan cadangan beras terserap untuk bantuan sosial menjelang Pemilu 2024. Akan tetapi lebih karena kurangnya pasokan dari petani akibat cuaca.

“Sebagian bahkan ada yang gagal panen karena sawahnya terendam banjir,” paparnya.

Sementara Kepala Dinas Koperasi UMKM Perindustrian dan Perdagangan (Diskumperindag) Kabupaten Semarang, Heru Subroto mengatakan bahwa pihaknya masih akan berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk bisa segera melakukan operasi pasar.

“Rencana sudah ada. Saat ini kita sedang berkoordinasi dengan Dispertanikap, bidang perekonomian dan juga Bulog,” jelasnya.

Berkaitan dengan alokasi beras yang akan didistribusikan, akan ditentukan oleh Bulog. Pemkab Semarang hanya mengajukan usulan dan akan dibahas lebih detail dalam rapat koordinasi itu.

Selain itu, Kabupaten Semarang juga mendapatkan alokasi beras dari Satgas Pangan Ditreskrimsus Polda Jawa Tengah dengan jumlah total 25 ton yang akan dijual murah ke seluruh masyarakat Jawa Tengah.

“Saat ini kita belum tahu dapat jatah alokasi berapa. Yang jelas nanti ada lima pasar yang menjadi sasaran untuk penyaluran,” tandasnya. (win)

Kabar Terkini

POPULER

DPRD Kabupaten Semarang meminta sosialisasi rencana pengembangan geothermal Gunung Ungaran tidak menjadi formalitas agar masyarakat dapat menyatakan menerima atau menolak proyek tersebut. Wakil Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Semarang Said Riswanto menyampaikan hal itu di Ungaran, Kamis (10/9/2026), karena suara warga dinilai penting dalam proses pembangunan dan pengelolaan lingkungan.
DPRD Kabupaten Semarang Ingatkan Sosialisasi Geothermal Jangan Dianggap Persetujuan Warga
Menag MTQ Nasional di Semarang Jadi Pesta Rakyat Lintas Agama
Menag: MTQ Nasional di Semarang Jadi Pesta Rakyat Lintas Agama
Kota Semarang menjadi pusat pelaksanaan MTQ Nasional XXXI 2026 selama 10 hari, 11–20 September. Rangkaian dimulai dengan kedatangan kafilah dan Malam Ta’aruf, dilanjutkan pembukaan pada 12 September yang dijadwalkan dihadiri Presiden Prabowo Subianto. Kompetisi berlangsung 13–18 September, sebelum city tour, penutupan, dan kepulangan kafilah ke daerah masing-masing.
Catat Jadwalnya, MTQ Nasional XXXI Digelar 11-20 September di Semarang
Masyarakat dapat mengecek status desil dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) secara online melalui laman dtsen-form.bps.go.id menggunakan NIK. Pemeriksaan dapat dilakukan untuk mengetahui kesesuaian data sosial ekonomi yang menjadi salah satu acuan penentuan sasaran bantuan. Jika data tidak sesuai, masyarakat dapat mengajukan sanggahan atau meminta bantuan desa maupun kelurahan.
Cara Cek Desil DTSEN dengan HP