URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]

Mbak Google

KABAR RASIKA

Rencana Ketua MUI Salatiga Maju Sebagai Bakal Calon Wakil Wali Kota Ditolak Para Kiai Sepuh

Rencana Ketua MUI Salatiga Maju Sebagai Bakal Calon Wakil Wali Kota Ditolak Para Kiai Sepuh

Rencana Ketua MUI Salatiga Maju Sebagai Bakal Calon Wakil Wali Kota Ditolak Para Kiai Sepuh

Foto dok IST
Salah satu kiai sepuh saat menanda tanggani surat penolakan
featured-img

RASIKAFM.COM | SALATIGA – Keikutsertaan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Salatiga Dr. Agus Ahmad Suaidi dalam penjaringan bakal calon Wali Kota-Wakil Wali Kota Salatiga, ditolak oleh para kiai sepuh dan masyayikh Nahdlatul Ulama (NU) Kota Salatiga.

Seperti diketahui, Agus Ahmad mengambil formulir di DPC PDI Perjuangan Kota Salatiga mendaftar sebagai bakal calon Wakil Wali Kota Salatiga berpasangan dengan bakal calon Wali Kota Hartoko Budhiono. Mereka mendaftar sebagai pasangan satu paket.

Dalam rilis yang terkirim, ada empat poin yang disampaikan. Yakni pertama, kiai sepuh dan masyayikh Nahdlatul Ulama (NU) menilai Agus Ahmad Suaidi merupakan tokoh NU yang memiliki keilmuan luas, integritas yang kuat, kepemimpinan yang mumpuni, dan sejarah pengabdian masyarakat yang panjang dan teruji. Rekam jejak yang membuktikan ketokohan itu terlihat dengan dipercaya menjadi Ketua Umum MUI Salatiga, Wakil Katib Syuriyah PC NU Salatiga, dosen UIN Salatiga, dan pengajar di beberapa pesantren.

Kedua, dengan kapasitas keilmuan, kemampuan manajerial, integritas, moral, dan besarnya pengaruh publik yang dimiliki, maka Ahmad Agus Suaidi layak menjadi wali kota, bukan sekadar wakil wali kota. Sementara ketiga, kiai sepuh dan masyayikh prihatin dan menyayangkan pihak-pihak yang memengaruhi dan mengarahkan Agus Ahmad mengambil formulir bakal calon wakil wali kota di salah satu partai politik pada Minggu (12/5/2024). Oleh karenanya, kiai dan masyayikh menyatakan tidak mendukung pencalonan tersebut dan menyarankan yang bersangkutan tidak melanjutkan tahapan langkah pencalonan selanjutnya.

Poin terakhir, kiai dan masyayikh hanya akan memberi restu dan dukungan jika ada partai politik yang mengusung Agus Ahmad Suaidi sebagai calon Wali Kota 2024-2029, bukan sebagai calon Wakil Wali Kota.

Surat pernyataan dari para kiai (Foto tangkapan layar)

Surat tersebut ditandatangani oleh KH Munawar Munajat, KH Sonwasi Ridwan, KH Maslikhudin Yazid, KH Zuhri Maksum, KH Sumyani Azis, KH Abdul Nasir Asy’ari, KH Zaenuri, KH Nukman Al Hafidz. Selanjutnya, Kiai Abdillah, KH Abdul Basith, KH Nasikun, Kiai Abdullah Satar, KH Abdul Syukur Al Hafidz, Nyai Hj. Latifah Zumri, dan Nyai Hj Zulaikha Muntaha.

Dihubungi melalui sambungan telepon, KH Zaenuri mengatakan memang benar ada penolakan dari para kiai NU terkait pencalonan Agus Ahmad Suaidi menjadi bakal calon Wakil Wali Kota Salatiga. “Iya itu poin-poinnya semua sudah tertulis di surat tersebut. Kalau dikutip langsung dari surat tersebut,” ujar mantan Ketua Tanfidziyah PC NU Salatiga tersebut, Kamis (16/5/2024).

Sementara, saat dihubungi untuk dikonfirmasi mengenai surat tersebut, Agus Ahmad Suaidi belum memberikan jawaban.

BACA JUGA :

Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) meraih penghargaan Most Impactful University for National Integration dalam ajang Solopos Best Brand and Innovation (SBBI) Awards 2026 di Solo pada 17 Juli 2026. Penghargaan ini diberikan atas kontribusi UKSW dalam menghadirkan pendidikan inklusif, riset, inovasi, dan pengabdian kepada masyarakat melalui berbagai program di bidang kesehatan, lingkungan, pemberdayaan UMKM, serta penguatan ekonomi desa.
Berkat Akademi BUMDes, UKSW Raih Pengakuan Nasional atas Inovasinya
Menjelang Hari Jadi Ke-1276 Kota Salatiga, upaya Pemerintah Kota Salatiga melestarikan Gedung Pakuwon, bangunan cagar budaya yang menjadi lokasi bersejarah Perjanjian Salatiga 1757, masih terkendala komunikasi dengan pemilik yang berdomisili di Semarang. Hingga Selasa (21/7/2026), Disbudpar belum memperoleh respons atas permohonan audiensi sehingga pemerintah berencana menggandeng Pemkot Semarang untuk memfasilitasi pertemuan, sembari menyiapkan langkah pelestarian agar nilai sejarah bangunan tetap terjaga.
Begini Nasib Gedung Pakuwon Salatiga, Pemkot Kesulitan Bertemu Pemilik
Kapolres Salatiga Ade Papa Rihi mengungkap penggagalan peredaran narkotika bermodus pengiriman melalui jasa ekspedisi di Kota Salatiga. Dalam operasi bersama Badan Narkotika Nasional Provinsi Jawa Tengah dan Bea Cukai, petugas menyita hampir 6 kilogram ganja serta 2,83 gram sabu, sekaligus menangkap dua tersangka yang diduga terlibat dalam jaringan peredaran narkotika lintas daerah.
Polisi Salatiga Amankan 6 Kilogram Ganja Kering dan Paket Sabu Siap Edar
Kopdar dengan Media, Rutan Salatiga Bangun Sinergi, Tangkal Informasi Negatif
Kopdar dengan Media, Rutan Salatiga Bangun Sinergi, Tangkal Informasi Negatif
Perdana! Kejari Salatiga Musnahkan BB di SMA Lab, Berikan Edukasi kepada Siswa
Perdana! Kejari Salatiga Musnahkan BB di SMA Lab, Berikan Edukasi kepada Siswa
Puluhan pecatur dari berbagai daerah mengikuti Turnamen Catur Taman Tingkir Cup I kategori non-master di Kota Salatiga, Minggu (19/7/2026), dalam rangka memperingati Hari Jadi Kota Salatiga. Ajang ini digelar untuk mewadahi penghobi catur, mengembangkan bibit atlet muda, mempererat komunitas pecatur, serta diharapkan menjadi agenda bergengsi yang mampu melahirkan prestasi hingga tingkat nasional.
Puluhan Peserta ikuti Turnamen Catur Taman Tingkir Cup I Non-Master

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Reformasi Transportasi Publik Saatnya Trans Jateng Hadir di Jekuti (Jepara – Kudus – Pati)
Reformasi Transportasi Publik: Saatnya Trans Jateng Hadir di Jekuti (Jepara – Kudus – Pati)
Salatiga Jadi Panggung Raja-Raja Nusantara dan Dunia, 100 Lebih Kerajaan Siap Berkumpul Juli 2026
Salatiga Jadi Panggung Raja-Raja Nusantara dan Dunia, 100 Lebih Kerajaan Siap Berkumpul Juli 2026
Forum Pelanggan Air Minum Nasional (FORPAMNAS) menggelar Musyawarah Nasional (Munas) IV di Yogyakarta, Jumat (17/7/2026), yang diikuti sekitar 50 peserta dari berbagai provinsi. Forum ini membahas pembentukan badan regulator air minum, menyusun program kerja serta memilih kepengurusan periode 2026–2030 guna memperkuat perlindungan hak pelanggan, meningkatkan kualitas pelayanan Perumda Air Minum, dan mempererat kolaborasi dengan pemerintah serta para pemangku kepentingan.Munas IV FORPAMNAS di Yogyakarta mendorong pembentukan regulator air minum, memperkuat hak pelanggan, dan meningkatkan pelayanan Perumda Air Minum.
FORPAMNAS Dorong Pembentukan Badan Regulator Air Minum, Munas IV Resmi Digelar di Yogyakarta