KAWAN PEMANDU JALAN

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

KABAR RASIKA

Aksi Pengemis dan Pengamen di Salatiga Akhir Bulan Menurun

Aksi Pengemis dan Pengamen di Salatiga Akhir Bulan Menurun

Aksi Pengemis dan Pengamen di Salatiga Akhir Bulan Menurun

Penurunan jumlah pengemis dan pengamen di jalanan Kota Salatiga terjadi setelah adanya operasi penjaringan pada pekan lalu, seperti yang disampaikan Kabid Rehabilitasi Sosial Dinsos Salatiga, Basuki Tedjosugondo, pada operasi penjaringan kedua yang dilaksanakan pada Selasa (29/10/2024).
Foto do IST
Dinsos Kota Salatiga bersama tim gabungan melaksanakan penjaringan pengamen dan pengemis

RASIKAFM.COM | SALATIGA – Aksi para pengemis dan pengamen di jalanan Kota Salatiga mengalami penurunan setelah adanya penjaringan pada pekan lalu. Hal itu disampaikan Kabid Rehabilitasi Sosial Dinsos Salatiga, Basuki Tedjosugondo saat pelaksanaan operasi penjaringan untuk kedua kalinya, Selasa(29/10/2024).

“Pada pekan lalu, saat disisir ada 14 orang, kini kami hanya menjaring 5 orang saja. Hal ini menandakan mereka mengindahkan anjuran dari pemerintah,” ujarnya.

Ia menjelaskan, 5 orang yang terjaring terdiri dari 3 anak punk dan 2 pengamen. pada operasi gabungan ini, Dinsos melibatkan Diskominfo, Disdukcapil, Satpol PP dan Polres Salatiga.

“Ini bukan berarti semua sudah dapat kita kendalikan. Namun, ini menjadi bentuk dukungan masyarakat mendukung dengan gerakan tolak sedekah pengamen,” ucapnya.

Ia menegaskan, pemerintah akan terus melakukan giat penertiban para pengamen di rambu-rambu lalu lintas. Hal itu demi mewujudkan kota yang aman, nyaman dan tenteram sesuai dengan slogan Kota Salatiga.

Sementara, Kanit Binmas Polres Salatiga Ipda Heri menyampaikan, mengamen di lalu lintas dapat membahayakan pengendara. Selain itu, juga mengganggu pengguna jalan lainnya.

“Kami dari Polri tentu turut menertibkan lalu lintas demi kenyamanan masyarakat . Sehingga, tidak ada yang mengganggu keselamatan berlalu lintas,” katanya.

Kabar Terkini

POPULER

Menag MTQ Nasional di Semarang Jadi Pesta Rakyat Lintas Agama
Menag: MTQ Nasional di Semarang Jadi Pesta Rakyat Lintas Agama
DPRD Kabupaten Semarang meminta sosialisasi rencana pengembangan geothermal Gunung Ungaran tidak menjadi formalitas agar masyarakat dapat menyatakan menerima atau menolak proyek tersebut. Wakil Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Semarang Said Riswanto menyampaikan hal itu di Ungaran, Kamis (10/9/2026), karena suara warga dinilai penting dalam proses pembangunan dan pengelolaan lingkungan.
DPRD Kabupaten Semarang Ingatkan Sosialisasi Geothermal Jangan Dianggap Persetujuan Warga
Kota Semarang menjadi pusat pelaksanaan MTQ Nasional XXXI 2026 selama 10 hari, 11–20 September. Rangkaian dimulai dengan kedatangan kafilah dan Malam Ta’aruf, dilanjutkan pembukaan pada 12 September yang dijadwalkan dihadiri Presiden Prabowo Subianto. Kompetisi berlangsung 13–18 September, sebelum city tour, penutupan, dan kepulangan kafilah ke daerah masing-masing.
Catat Jadwalnya, MTQ Nasional XXXI Digelar 11-20 September di Semarang
Pawai Ta’aruf MTQ Nasional XXXI di Kota Semarang, Sabtu (12/9/2026), menampilkan keragaman budaya sekaligus semangat toleransi masyarakat. Wali Kota Semarang Agustina mengapresiasi keterlibatan masyarakat lintas agama dalam kegiatan tersebut. Lebih dari 1.000 peserta dari 38 kontingen mengikuti pawai sepanjang sekitar 2,5 kilometer dari Balai Kota menuju Kantor Gubernur Jawa Tengah.
Mandra "Sidoel" ikut Pawai Pembukaan MTQ di Semarang
[pekok2]