RASIKAFM.COM | SALATIGA – Polemik hilangnya alokasi insentif pendidik non ASN membuat kalangan legislatif menuai banyak kontroversi. Hal itu diungkapkan Agus Warsito, anggota komisi A DPRD Salatiga.
“Kita kaget dan ini keteledoran dari Dinas terkait karena tidak pernah disampaikan dalam pembahasan anggaran,” tuding Agus Warsito.
Ia menyebut, biasanya setiap pembahasan dengan dinas, pihaknya selalu diberikan berkas yang tebal. Dan disampaikan beberapa permasalahan yang mencuat. Namun tidak ada yang membahas tentang dana insentif pendidik Non ASN.
“Anggaran itu harus diselesaikan utuh tanpa potongan. Jadi tahun ini tetap berjalan meski penerimaan kepada pendidik menyesuaikan setelah perubahan,” tegas politisi PKS ini.
Disinggung mengenai ketidakadaannya anggaran dana, Agus menyebut jika itu tidak menjadi alasan. Pasalnya, pendidikan adalah hal penting bagi bangsa. Terlebih kota Salatiga dengan IPM tinggi sehingga jangan sampai mengabaikan jasa tenaga pendidik.
Hal sama diungkapkan wakil ketua DPRD Yuliyanyo yang menyesalkan penghapusan insentif kesejahteraan bagi pendidik dan tenaga kependidikan non-ASN.
Dia menyebut ketiadaan anggaran insentif itu karena kesalahan momentum saat proses mutasi pejabat pada 2025, karena bertepatan dengan pembahasan anggaran.
Diberitakan sebelumnya, beredar surat mengenai tidak adanya insentif kesejahteraan bagi pendidik dan tenaga kependidikan non-ASN di tahun 2026. Hal ini membuat mereka yang terimbas mengeluh. Dan yang paling terasa adalah para pendidik di Pos PAUD.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Salatiga Muh. Nasiruddin menyebut alokasi ini tidak dihapus melainkan tahun ini tidak dijalankan karena belum ada anggaran. Ia menyadari jika banyak yang mengharapkan, namun dirinya tidak bisa berbuat banyak. Beberapa upaya sudah dilakukan, termasuk dengan berkomunikasi dengan legislatif di komisi A DPRD Salatiga.
“Kebutuhan dana Rp.8.5 milyar untuk insentif per tahun. Karena belum ada anggaran, maka belum bisa terealisasikan. Semoga di anggaran perubahan bisa dikembali dijalankan,” ujar Nasiruddin.