KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Agus Warsito Minta Dana Insentif Pendidik Non ASN Dikembalikan Utuh, Dirapel sejak Januari 2026

Agus Warsito Minta Dana Insentif Pendidik Non ASN Dikembalikan Utuh, Dirapel sejak Januari 2026

Agus Warsito Minta Dana Insentif Pendidik Non ASN Dikembalikan Utuh, Dirapel sejak Januari 2026

foto dok IST

RASIKAFM.COM | SALATIGA – Polemik hilangnya alokasi insentif pendidik non ASN membuat kalangan legislatif menuai banyak kontroversi. Hal itu diungkapkan Agus Warsito, anggota komisi A DPRD Salatiga.

“Kita kaget dan ini keteledoran dari Dinas terkait karena tidak pernah disampaikan dalam pembahasan anggaran,” tuding Agus Warsito.

Ia menyebut, biasanya setiap pembahasan dengan dinas, pihaknya selalu diberikan berkas yang tebal. Dan disampaikan beberapa permasalahan yang mencuat. Namun tidak ada yang membahas tentang dana insentif pendidik Non ASN.

“Anggaran itu harus diselesaikan utuh tanpa potongan. Jadi tahun ini tetap berjalan meski penerimaan kepada pendidik menyesuaikan setelah perubahan,” tegas politisi PKS ini.

Disinggung mengenai ketidakadaannya anggaran dana, Agus menyebut jika itu tidak menjadi alasan. Pasalnya, pendidikan adalah hal penting bagi bangsa. Terlebih kota Salatiga dengan IPM tinggi sehingga jangan sampai mengabaikan jasa tenaga pendidik.

Hal sama diungkapkan wakil ketua DPRD Yuliyanyo yang menyesalkan penghapusan insentif kesejahteraan bagi pendidik dan tenaga kependidikan non-ASN.

Dia menyebut ketiadaan anggaran insentif itu karena kesalahan momentum saat proses mutasi pejabat pada 2025, karena bertepatan dengan pembahasan anggaran.

Diberitakan sebelumnya, beredar surat mengenai tidak adanya insentif kesejahteraan bagi pendidik dan tenaga kependidikan non-ASN di tahun 2026. Hal ini membuat mereka yang terimbas mengeluh. Dan yang paling terasa adalah para pendidik di Pos PAUD.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Salatiga Muh. Nasiruddin menyebut alokasi ini tidak dihapus melainkan tahun ini tidak dijalankan karena belum ada anggaran. Ia menyadari jika banyak yang mengharapkan, namun dirinya tidak bisa berbuat banyak. Beberapa upaya sudah dilakukan, termasuk dengan berkomunikasi dengan legislatif di komisi A DPRD Salatiga.

“Kebutuhan dana Rp.8.5 milyar untuk insentif per tahun. Karena belum ada anggaran, maka belum bisa terealisasikan. Semoga di anggaran perubahan bisa dikembali dijalankan,” ujar Nasiruddin.

Knowledge

Kabar Terkini

POPULER

Wakil Wali Kota Salatiga Nina Agustin menyerahkan SK perpanjangan kontrak kepada 896 PPPK paruh waktu di Halaman Kantor Pemkot Salatiga, Senin (28/9/2026). Perpanjangan berlaku 1 Oktober 2026 hingga 30 September 2027 sebagai kelanjutan masa kerja dan tanggung jawab pelayanan pemerintahan. Pemkot juga meluncurkan tiga inovasi pengelolaan pendapatan daerah berbasis digital.
896 PPPK di Salatiga kembali Terima SK Perpanjangan Kontrak
Pemkab Semarang mendorong Wisata Edukasi Setepeng di Bergas Lor menjadi pusat pelatihan keterampilan bagi masyarakat, termasuk ASN dan non-ASN menjelang pensiun. Budidaya ayam petelur dan ikan menjadi salah satu pilihan usaha yang dapat dipelajari secara langsung. Kawasan seluas sekitar 2,2 hektare itu juga akan dikembangkan dengan tanaman buah dan komoditas lainnya.
Wisata Edukasi Setepeng Jadi Tempat Belajar Usaha, Bupati Semarang Sasar ASN Jelang Pensiun
11 Pendaftar Calon Pimpinan Baznas Salatiga Lolos Administrasi
11 Pendaftar Calon Pimpinan Baznas Salatiga Lolos Administrasi
Fakultas Pertanian dan Bisnis UKSW melalui program KKN mendampingi 25 warga Dusun Sengon, Desa Manggihan, Getasan, Kabupaten Semarang, mengolah bio-slurry dan limbah kotoran sapi menjadi pupuk organik cair, pupuk organik padat, serta MOL. Kegiatan selama sebulan ini mendorong pemanfaatan bahan lokal untuk mendukung pertanian berkelanjutan dan mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia.
KKN UKSW di Desa Manggihan, Mahasiswa Olah Limbah Biogas jadi Pupuk Organik
[pekok2]