URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Dinas Kesehatan Kota Salatiga menyatakan kasus demam berdarah masih terkendali. Dinkes mencatat hanya dua kasus ringan terjadi di Salatiga pada Desember 2025 dan nihil kasus hingga 13 Januari 2026. Kondisi ini menunjukkan tren penyakit menular stabil berkat upaya pencegahan dan kewaspadaan masyarakat.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Agus Warsito Minta Dana Insentif Pendidik Non ASN Dikembalikan Utuh, Dirapel sejak Januari 2026

Agus Warsito Minta Dana Insentif Pendidik Non ASN Dikembalikan Utuh, Dirapel sejak Januari 2026

Agus Warsito Minta Dana Insentif Pendidik Non ASN Dikembalikan Utuh, Dirapel sejak Januari 2026

foto dok IST
featured-img

RASIKAFM.COM | SALATIGA – Polemik hilangnya alokasi insentif pendidik non ASN membuat kalangan legislatif menuai banyak kontroversi. Hal itu diungkapkan Agus Warsito, anggota komisi A DPRD Salatiga.

“Kita kaget dan ini keteledoran dari Dinas terkait karena tidak pernah disampaikan dalam pembahasan anggaran,” tuding Agus Warsito.

Ia menyebut, biasanya setiap pembahasan dengan dinas, pihaknya selalu diberikan berkas yang tebal. Dan disampaikan beberapa permasalahan yang mencuat. Namun tidak ada yang membahas tentang dana insentif pendidik Non ASN.

“Anggaran itu harus diselesaikan utuh tanpa potongan. Jadi tahun ini tetap berjalan meski penerimaan kepada pendidik menyesuaikan setelah perubahan,” tegas politisi PKS ini.

Disinggung mengenai ketidakadaannya anggaran dana, Agus menyebut jika itu tidak menjadi alasan. Pasalnya, pendidikan adalah hal penting bagi bangsa. Terlebih kota Salatiga dengan IPM tinggi sehingga jangan sampai mengabaikan jasa tenaga pendidik.

Hal sama diungkapkan wakil ketua DPRD Yuliyanyo yang menyesalkan penghapusan insentif kesejahteraan bagi pendidik dan tenaga kependidikan non-ASN.

Dia menyebut ketiadaan anggaran insentif itu karena kesalahan momentum saat proses mutasi pejabat pada 2025, karena bertepatan dengan pembahasan anggaran.

Diberitakan sebelumnya, beredar surat mengenai tidak adanya insentif kesejahteraan bagi pendidik dan tenaga kependidikan non-ASN di tahun 2026. Hal ini membuat mereka yang terimbas mengeluh. Dan yang paling terasa adalah para pendidik di Pos PAUD.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Salatiga Muh. Nasiruddin menyebut alokasi ini tidak dihapus melainkan tahun ini tidak dijalankan karena belum ada anggaran. Ia menyadari jika banyak yang mengharapkan, namun dirinya tidak bisa berbuat banyak. Beberapa upaya sudah dilakukan, termasuk dengan berkomunikasi dengan legislatif di komisi A DPRD Salatiga.

“Kebutuhan dana Rp.8.5 milyar untuk insentif per tahun. Karena belum ada anggaran, maka belum bisa terealisasikan. Semoga di anggaran perubahan bisa dikembali dijalankan,” ujar Nasiruddin.

BACA JUGA :

Rest Area Pendopo KM 456 Tol Semarang–Solo di Pabelan, Kabupaten Semarang, dipadati pengunjung pada Minggu (12/7/2026) bertepatan dengan hari terakhir libur sekolah. Ribuan pengguna jalan tol memanfaatkan rest area untuk beristirahat, menikmati kuliner UMKM, dan menggunakan berbagai fasilitas, sementara pengelola mencatat lonjakan sekitar 5.000 pengunjung di masing-masing sisi A dan B selama masa liburan.
Hari Terakhir Liburan, Rest Area Pendopo KM 456 Jadi Titik Singgah Favorit Keluarga
PT Mitra Anugerah Bumi Agung (MABA) menyatakan telah memenuhi tuntutan warga terkait aktivitas tambang galian C di Dusun Banyuurip, Desa Delik, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang, dengan memperbaiki 18 titik jalan, mengatur operasional kendaraan, dan melakukan penyiraman jalan. Perbaikan yang dimulai sejak 8 Juli 2026 itu dilakukan lebih cepat dari target sebagai tindak lanjut hasil audiensi bersama warga dan pemerintah.
PT MABA Klaim Penuhi Tuntutan Warga, Perbaiki 18 Titik Jalan di Jalur Tambang Delik–Tlompakan
Jallu Nusantara dan Fatayat NU Salatiga Jalin Kerja Sama Cegah Kekerasan
Jallu Nusantara dan Fatayat NU Salatiga Jalin Kerja Sama Cegah Kekerasan
Masuki Musim Kemarau PDAM Salatiga Pastikan Ketersediaan Air bagi Pelanggan
Masuki Musim Kemarau PDAM Salatiga Pastikan Ketersediaan Air bagi Pelanggan
Sekretaris Daerah Kabupaten Semarang Valeanto Soekendro dikukuhkan sebagai Ketua Korpri Kabupaten Semarang periode 2026–2031 di Pendopo Rumah Dinas Bupati Semarang, Kamis (9/7/2026). Ia akan mengusulkan penempatan ASN lebih dekat dengan domisili melalui Baperjakat untuk menekan biaya transportasi, sekaligus mendorong transformasi digital, solidaritas anggota, dan optimalisasi aset Korpri.
Ketua Korpri Kabupaten Semarang Usulkan ASN Bekerja Dekat Rumah demi Tekan Biaya Hidup
Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah memastikan antrean kendaraan di sejumlah SPBU Jawa Tengah dan DIY tidak disebabkan kelangkaan Biosolar. Stok Biosolar tercatat mencapai 13,5 kali konsumsi harian normal dan Pertalite 11,5 kali, sementara perusahaan memantau persediaan secara real-time serta mengirim pasokan tambahan dari depot terdekat saat stok menurun.
Antrean Biosolar di Sejumlah SPBU, Pertamina Tegaskan Bukan karena Kelangkaan

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

PT Mitra Anugerah Bumi Agung berkomitmen memperbaiki jalan rusak di Desa Tlompakan, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang, mulai 12 Juli 2026 setelah audiensi dengan warga dan DPRD Kabupaten Semarang, Jumat (3/7/2026). Warga juga menuntut pembatasan jam operasi, kelayakan armada, perbaikan drainase, dan rambu keselamatan. DPRD akan mendorong penghentian sementara tambang bila komitmen tidak direalisasikan.
DPRD Kabupaten Semarang Ultimatum Tambang Galian C di Tuntang: Taati Kesepakatan atau Operasional Ditutup!
Polres Salatiga menangkap sejumlah pelaku tawuran yang diduga terlibat dalam penyiraman air keras terhadap anak berusia 14 tahun di Jembatan depan Makam Ngemplak, Jalan Lingkar Selatan, Kamis (2/7/2026) dini hari. Empat pemuda ditetapkan sebagai tersangka kepemilikan senjata tajam tanpa izin setelah bentrokan yang dipicu tantangan melalui Instagram itu menyebabkan satu korban meninggal dunia.
Remaja Luar Kota Salatiga Tawuran di JLS, Anak 14 Tahun Meninggal usai Disiram Air Keras
Dua rumah warga milik Asfiah dan Tumadi di Dusun Cabean Kulon, Desa Karangduren, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, hangus terbakar pada Rabu (8/7/2026) sekitar pukul 11.30 WIB. Kebakaran diduga dipicu korsleting listrik dan cepat membesar karena bangunan berbahan kayu serta tiupan angin, sebelum tiga unit mobil pemadam berhasil melokalisasi api tanpa korban jiwa maupun luka.
Dua Rumah Kayu di Karangduren Tengaran Terbakar, Diduga karena Korsleting