RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

KABAR RASIKA

Agus Warsito Minta Dana Insentif Pendidik Non ASN Dikembalikan Utuh, Dirapel sejak Januari 2026

Agus Warsito Minta Dana Insentif Pendidik Non ASN Dikembalikan Utuh, Dirapel sejak Januari 2026

Agus Warsito Minta Dana Insentif Pendidik Non ASN Dikembalikan Utuh, Dirapel sejak Januari 2026

foto dok IST

RASIKAFM.COM | SALATIGA – Polemik hilangnya alokasi insentif pendidik non ASN membuat kalangan legislatif menuai banyak kontroversi. Hal itu diungkapkan Agus Warsito, anggota komisi A DPRD Salatiga.

“Kita kaget dan ini keteledoran dari Dinas terkait karena tidak pernah disampaikan dalam pembahasan anggaran,” tuding Agus Warsito.

Ia menyebut, biasanya setiap pembahasan dengan dinas, pihaknya selalu diberikan berkas yang tebal. Dan disampaikan beberapa permasalahan yang mencuat. Namun tidak ada yang membahas tentang dana insentif pendidik Non ASN.

“Anggaran itu harus diselesaikan utuh tanpa potongan. Jadi tahun ini tetap berjalan meski penerimaan kepada pendidik menyesuaikan setelah perubahan,” tegas politisi PKS ini.

Disinggung mengenai ketidakadaannya anggaran dana, Agus menyebut jika itu tidak menjadi alasan. Pasalnya, pendidikan adalah hal penting bagi bangsa. Terlebih kota Salatiga dengan IPM tinggi sehingga jangan sampai mengabaikan jasa tenaga pendidik.

Hal sama diungkapkan wakil ketua DPRD Yuliyanyo yang menyesalkan penghapusan insentif kesejahteraan bagi pendidik dan tenaga kependidikan non-ASN.

Dia menyebut ketiadaan anggaran insentif itu karena kesalahan momentum saat proses mutasi pejabat pada 2025, karena bertepatan dengan pembahasan anggaran.

Diberitakan sebelumnya, beredar surat mengenai tidak adanya insentif kesejahteraan bagi pendidik dan tenaga kependidikan non-ASN di tahun 2026. Hal ini membuat mereka yang terimbas mengeluh. Dan yang paling terasa adalah para pendidik di Pos PAUD.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Salatiga Muh. Nasiruddin menyebut alokasi ini tidak dihapus melainkan tahun ini tidak dijalankan karena belum ada anggaran. Ia menyadari jika banyak yang mengharapkan, namun dirinya tidak bisa berbuat banyak. Beberapa upaya sudah dilakukan, termasuk dengan berkomunikasi dengan legislatif di komisi A DPRD Salatiga.

“Kebutuhan dana Rp.8.5 milyar untuk insentif per tahun. Karena belum ada anggaran, maka belum bisa terealisasikan. Semoga di anggaran perubahan bisa dikembali dijalankan,” ujar Nasiruddin.

BACA JUGA :

Lapas Kelas IIB Purwodadi bersama Dinas Pertanian memperkuat pembinaan kemandirian warga binaan melalui Program Sekolah Tani. Pada tahap ketiga, warga binaan mempelajari budidaya bayam, kangkung, dan pisang Raja Bulu melalui teori serta praktik langsung di lahan Lapas Purwodadi. Program ini dilakukan untuk membekali warga binaan dengan keterampilan pertanian produktif sebelum kembali ke masyarakat.
Program Integrated Farming, Lapas Purwodadi Gelar Sekolah Tani
Sebanyak 8.100 porsi Ayam Kecap Rempah Nusantara dimasak serentak di sembilan kota Indonesia pada Minggu (6/9/2026), termasuk 750 porsi di Semarang. Kegiatan Bright Gas bersama pelanggan dan komunitas tersebut digelar untuk memperingati Hari Pelanggan Nasional sekaligus membidik pencatatan Rekor MURI.
Bukan Masak Biasa! 8.100 Porsi Ayam Kecap Diburu Jadi Rekor MURI, Semarang Sumbang 750 Porsi
Pemkab Semarang meminta PT PLN menunda sementara kajian dan rencana eksplorasi panas bumi di kawasan Gunung Ungaran, Jumat (4/9/2026). Bupati Semarang Ngesti Nugraha menyebut keputusan tersebut diambil untuk menjaga kondusivitas masyarakat di tengah kekhawatiran yang berkembang. Pemkab juga meminta PT Geo Dipa Energi meningkatkan komunikasi dan sosialisasi terkait kegiatan geothermal di Banyubiru.
Rencana Geothermal Gunung Ungaran Ditunda, Bupati Semarang Minta PLN Setop Kegiatan
Sebanyak 756 pekerja PT Sumber Graha Sejahtera (SGS) di Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, terkena PHK akibat efisiensi perusahaan pada 2026. Disnaker Kabupaten Semarang menyebut keputusan tersebut telah disepakati melalui perjanjian bersama, sementara pembayaran pesangon rata-rata Rp30 juta per pekerja dilakukan bertahap selama 10 bulan karena tekanan industri perkayuan.
756 Pekerja di Kabupaten Semarang Kena PHK, Disnaker Kawal Pembayaran Pesangon
Sejumlah warga yang tergabung dalam Aliansi Semar Gugat menggelar aksi tanda tangan massal menolak rencana pengeboran geothermal Gunung Ungaran di Basecamp Kendalisodo, Desa Samban, Bawen, Kabupaten Semarang, Rabu (2/9/2026). Mereka meminta rencana tersebut dikaji serius karena khawatir aktivitas pengeboran berdampak terhadap lingkungan dan sumber air masyarakat.
Gelombang Penolakan Pengeboran Gunung Ungaran Mulai Muncul, Sejumlah Komunitas Galang Tanda Tangan Massal
Rencana pembangunan PLTP di kawasan Gunung Ungaran berpotensi berdampak pada sekitar 540 KK di Dusun Darum, Ngipik, dan Talun, Desa Candi, Bandungan, Kabupaten Semarang. Hingga Rabu (2/9/2026), pemerintah desa mengaku belum menerima informasi resmi maupun sosialisasi terkait proyek tersebut dan meminta keterbukaan kepada masyarakat.
Ratusan KK di Desa Candi Berpotensi Terdampak Geothermal Gunung Ungaran

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Arti Desil 1 sampai 10
Arti Desil 1 sampai 10
Rencana pembangunan PLTP di kawasan Gunung Ungaran berpotensi berdampak pada sekitar 540 KK di Dusun Darum, Ngipik, dan Talun, Desa Candi, Bandungan, Kabupaten Semarang. Hingga Rabu (2/9/2026), pemerintah desa mengaku belum menerima informasi resmi maupun sosialisasi terkait proyek tersebut dan meminta keterbukaan kepada masyarakat.
Ratusan KK di Desa Candi Berpotensi Terdampak Geothermal Gunung Ungaran
Keluarga Mozza Axillia Gunarsa (18), remaja asal Bergas, Kabupaten Semarang, meyakini jasad yang ditemukan merupakan putrinya setelah mengenali pakaian, jepit rambut, rambut ikal, dan ciri gigi korban. Senin (7/9/2026), ayah Mozza meminta proses hukum terhadap tersangka berjalan transparan dan pelaku dihukum berat. Hasil pemeriksaan DNA masih ditunggu keluarga.
Ayah Mozza Minta Pelaku Dihukum Berat, Keluarga Menduga Ada Motif Pembunuhan Berencana