URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Kapolres Salatiga yang baru Feria Kurniawan, memperkenalkan diri dan mohon dukungan kepada seluruh personil Polres Salatiga dalam rangka memberikan perlindungan, pengayoman dan pelayanan kepada masyarakat

Mbak Google

KABAR RASIKA

AKBP Feria Kurniawan Pimpin Apel Perdana, Anggota Polres Salatiga Diminta Tidak Buat Masalah

AKBP Feria Kurniawan Pimpin Apel Perdana, Anggota Polres Salatiga Diminta Tidak Buat Masalah

AKBP Feria Kurniawan Pimpin Apel Perdana, Anggota Polres Salatiga Diminta Tidak Buat Masalah

featured-img

RASIKAFM.COM|SALATIGA – Untuk pertama Kalinya AKBP Feria Kurniawan bertindak selaku pimpinan Apel di Lapangan Bhayangkara Polres Salatiga, Selasa 24/1/2023 pagi.

Sebagai Kapolres Salatiga yang baru Feria Kurniawan, memperkenalkan diri dan mohon dukungan kepada seluruh personil Polres Salatiga dalam rangka memberikan perlindungan, pengayoman dan pelayanan kepada masyarakat, ada 4 hal yang harus ditanamkan pada diri seluruh Personil Polres Salatiga.

Yakni Disiplin, harus dimulai hal-hal terkecil mulai dari bangun tidur sehingga tidak terlambat dalam memulai tugas, karena tanpa kedisiplinan pelaksanaan tugas tidak akan selesai dan berhasil tepat waktu, Soliditas dari unit terkecil sesama rekan kerja sehingga mulai dari bagian, satuan dan seksi terbentuk soliditas pada akhirnya otomatis Polres Salatiga juga Solid, jangan ada gontok-gontokan, jangan ada iri, anggota semua sudah ada tatarannya sendiri sendiri, dan sudah ada tupoksinya masing-masing, hal yang tidak perlu dilakukan jangan lakukan kalau tidak bisa berprestasi jangan membuat masalah, kemudian yang ketiga adalah Loyalitas, loyal kepada organisasi yaitu dengan melakukan seluruh pekerjaan yang menjadi tupoksinya, semua perintah dari pimpinan apabila demi untuk kebaikan organisasi dan masuk akal atau logic serta tidak menyalahi aturan laksanakan sebagai wujud Satya Haprabu, dan yang terakhir adalah Ikhlas, laksanakan tugas dengan ikhlan jadikan pelaksanaan tugas sebagai ladang ibadah, “Tidak usah pencintraan, laksanakan tugas melindungi, mengayomi dan melayani masyarakat serta penegakan hukum dengan didasari rasa ikhlas sehingga akan mampu mengangkat citra positif Polri,” tegas AKBP Feria Kurniawan.

Kapolres Salatiga menyampaikan bagi Personil Polres Salatiga yang mempunyai ide atau inovasi demi kemajuan Institusi Polri sampaikan dan diskusikan sehingga Polri selaku pelindung, pengayom, pelayan masyarakat dan penegak hukum serta menjaga harkamtibmas dapat melaksanakan tugas dengan baik sesuai hati nurani, sesuai dinamika yang ada khususnya di Media Sosial, lakukan sesuatu yang tidak kontra produktif, tidak perlu pencitraan, lakukan hal baik bagi masyarakat sesuai tupoksinya masing-masing.

Diakhir arahannya Kapolres Salatiga mengingatkan kepada seluruh personil untuk tidak melakukan tiga hal yang tidak akan ditolerir yaitu, Narkoba, pembunuhan dan asusila, selaku aparat penegak hukum, pelindung, pegayom dan pelayan masyarakat jangan pernah lakukan hal negatif yang melanggar hukum utamanya tiga hal tersebut, karena sangat merusak citra polri di mata masyarakat.

“Bekerjalah dengan disiplin, solid, loyal dan ikhlas bagi kemajuan dan kebaikan Institusi Polri”, tutup AKBP Feria Kurniawan

Kapolres Salatiga dalam sambutannya didepan anggota Mapolres

BACA JUGA :

pilkades 2026
Pilkades Kabupaten Semarang Tahap Pertama Digelar 14 Desember 2026, 140 Desa Bersiap
Ada Pemeliharaan Tol Semarang ABC, Sejumlah Lajur Arah Jatingaleh Terdampak
Ada Pemeliharaan Tol Semarang ABC, Sejumlah Lajur Arah Jatingaleh Terdampak
Seniman asal Bergas, Kabupaten Semarang, Sidik Gunawan, menuangkan keinginan menenangkan diri melalui karya pari corek bergambar Buddha yang sedang bersemedi di lahan sawah seluas 1.200 meter persegi. Ia memanfaatkan padi hijau dan Black Madras untuk membentuk gambar sekaligus mengembangkan potensi wisata dan ekonomi petani tanpa mengalihfungsikan lahan.
Keinginan Bersemedi yang Belum Terwujud, Dituangkan Sidik Gunawan Lewat Pari Corek Bergambar Sang Buddha
Ratusan warga dari sembilan desa dan empat kelurahan memadati Kantor Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, Selasa (25/8/2026), untuk mengikuti Kesenian Rakyat dan Expo Kecamatan Bergas serta KKN UPGRIS Berdampak 2026. Kegiatan tersebut menghadirkan produk UMKM lokal sekaligus memperkuat kolaborasi UPGRIS dan Pemerintah Kabupaten Semarang melalui program KKN.
Tanggal Merah! Ratusan Warga Bergas Meriahkan Expo KKN UPGRIS Berdampak 2026
Rencana pemindahan Lapas Kelas IIA Ambarawa, Kabupaten Semarang, ke lokasi baru di kawasan Jalan Lingkar Ambarawa belum terealisasi karena lahan masih berstatus zona hijau. Sembari menunggu kepastian pemanfaatan lahan, lapas tetap beroperasi dengan 507 warga binaan, jauh melebihi kapasitas ideal 222 orang.
Relokasi Lapas Ambarawa Terkendala Status Lahan, 507 Warga Binaan Masih Berdesakan
Karang Taruna Dharma Remaja Desa Manggihan, Getasan, Kabupaten Semarang, mengolah limbah sayuran dan buah menjadi biogas untuk memasak serta pupuk organik cair. Inovasi berbasis pengelolaan sampah dan energi alternatif tersebut mengantarkan mereka meraih juara pertama Lomba Karang Taruna Berprestasi 2026 tingkat Jawa Tengah dan mewakili Jateng di tingkat nasional.
Karang Taruna Manggihan Getasan Sulap Limbah Sayur Jadi Biogas, Juara 1 Jateng dan Melaju Nasional

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

20 Agustus 2026
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen mengajak masyarakat aktif memeriksa data kesejahteraan dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN), termasuk desil yang tercatat, di Jawa Tengah, Rabu (19/8/2026). Warga dapat menyanggah data yang tidak sesuai melalui laman kementerian agar penyaluran bantuan dan program pemberdayaan lebih tepat sasaran.
Warga Diminta Aktif Cek Data Desil dan Sanggah Data DTSEN
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Rencana pemindahan Lapas Kelas IIA Ambarawa, Kabupaten Semarang, ke lokasi baru di kawasan Jalan Lingkar Ambarawa belum terealisasi karena lahan masih berstatus zona hijau. Sembari menunggu kepastian pemanfaatan lahan, lapas tetap beroperasi dengan 507 warga binaan, jauh melebihi kapasitas ideal 222 orang.
Relokasi Lapas Ambarawa Terkendala Status Lahan, 507 Warga Binaan Masih Berdesakan