KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Alhamdulillah!, Meski Alami Laka di Turunan Salib Putih, Semua Penumpang Elf Rombongan Gereja Asal Jogya Selamat

Alhamdulillah!, Meski Alami Laka di Turunan Salib Putih, Semua Penumpang Elf Rombongan Gereja Asal Jogya Selamat

Alhamdulillah!, Meski Alami Laka di Turunan Salib Putih, Semua Penumpang Elf Rombongan Gereja Asal Jogya Selamat

Foto Arief Rasika
Isuzu No.Pol : AB-7338-UA yang mengalami rem blong dan terguling di turunan Salib Putih - Perempatan JLS Kumpulrejo, Salatiga sabtu 30/9/23 sore

[@]musibah Kecelakaan akibat kendaraan mengalami rem blong kembali terjadi di turunan Salib Putih – Perempatan Jalan Lingkar Selatan (JLS) Kumpulrejo, Salatiga, Sabtu (30/9/2023) sore.

Kali ini korbanya dialami Isuzu Elf No.Pol : AB-7338-UA, yang dikendarai Irwan Santosa (38), warga Jl Raya Jantu No 100 A Kelurahan/Kecamatan Banguntapan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Akibat laka ini tiga orang mengalami luka ringan dan langsung dibawa ke rumah sakit terdekat.Sejumlah penumpang lainnya masih syok akibat kecelakaan tunggal tersebut.

Pada peristiwa ini belasan penumpang mengalami luka ringan termasuk beberapa anak kecil.
Informasi yang dihimpun berbagai sumber menyebutkan mobil yang mengalami kecelakaan milik salah satu gereja di Yogyakarta nopol AB 7338 UA

Kejadian berawal ketika mobil yang dikemudikan irwan melintas di jalan menurun dari arah Kopeng, Kecamatan Getasan menuju Kota Salatiga.

Mendadak di depanya ada sebuah mobil berhenti.
Sopir Elf ini kaget dan membelokkan kemudian dan mobil terguling. Belasan penumpang luka ringan dan dibawa ke rumah sakit terdekat.

“Saya banting kemudian ke kiri dan terguling. Di depan saya ada mobil berhenti mendadak, ” katanya kepada wartawan.

Berdasarkan keterangan yang dihimpun kendaraan melaju dari arah Kopeng (Magelang-Yogyakarta) menuju Salatiga.

Saat berada di turunan tajam Saling Putih, sopir merasakan rem tidak berfungsi.

Guna menghindari kecelakaan beruntun tepat di perempatan JLS Kumpulrejo, sopir banting stir ke kiri.

Akibatnya mobil terguling dan akhirnya terhenti tepat di perempatan JLS Kumpulrejo.

Tiga korban yang mengalami luka ringan adalah, Galih Gibran (33) warga Keluraha Sumbermulyo Kecamatan Bambanglipuro, Bantul, yang mengalami luka pada bahu kanan sakit/retak dan masih dirawat di RSUD Kota Salatiga.

Korban berikutnya Hayatu Nupus (36) warga Jl Jelawat gg 7 no 67 Samarinda Kaltim yang berdomisili di Jl Parangtritis 206 Panggungharjo Sewon Bantul.

Dia mengalami luka pada pelipis sebelah kanan dan luka memar pada bahu sebelah kanan.
Kemudian Erni Heryidarini (39) warga Kanutan RT 07 RW 11 Keluraha Sumbermulyo, Kecamatan Bambanglipuro, Bantul.
Korban mengalami luka pada pelipis dan memar pada bahu sebelah kanan.

Kasat Lantas Polres Salatiga AKP Suci Nugraheni SH dalam laporannya menyebutkan, setelah kejadian kecelakaan korban langsung dibawa ke RSUD.

Aris lalu lintas yang sempat terganggu bisa diperlancar kembali.

 

Knowledge

Kabar Terkini

POPULER

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan cuaca Semarang dan Jawa Tengah pada Selasa, 6 Oktober 2026, didominasi kondisi cerah hingga berawan. Hasil pengamatan pukul 05.30 WIB mencatat suhu udara Semarang 27,7°C dengan kelembapan 75%. Suhu harian diprakirakan berkisar 27–36°C dengan kelembapan 40–75%, sedangkan hujan ringan berpotensi terjadi di sebagian pegunungan Jawa Tengah bagian tengah.
09 Oktober 2026: Cuaca Semarang Berawan, Hujan Ringan Berpotensi Terjadi di Pegunungan
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama Bank Indonesia menggelar program stabilisasi harga dan hilirisasi pangan di Tarubudaya, Ungaran, Kabupaten Semarang, Senin (12/10/2026). Program ini menyediakan beras seharga Rp11.000 per kilogram dan cabai rawit merah Rp10.000 per kemasan 200 gram, sekaligus memperkuat produksi pertanian dan membantu pedagang menghadapi kenaikan biaya bahan baku.
Tekan Inflasi, BI dan Pemprov Jateng Gelar Tebus Murah 6 Ton Beras dan 600 Kg Cabai
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti menyampaikan keprihatinan atas dugaan perundungan yang menyebabkan seorang murid SDN 1 Kebondalem, Kabupaten Pemalang, meninggal dunia. Saat ditemui di Ungaran, Sabtu (10/10/2026), ia menegaskan pentingnya memperkuat budaya sekolah yang aman melalui kerja sama sekolah, keluarga, masyarakat, dan media serta meningkatkan pengawasan terhadap anak di ruang digital.
Kasus Dugaan Perundungan di SDN Kebondalem Pemalang, Mendikdasmen Sebut Tayangan di Media Turut Jadi Pemicu
Polsek Tengaran, Polres Semarang, memberikan edukasi tentang bahaya narkoba dan pencegahan perundungan kepada 147 siswa SDN Sugihan 01, Desa Sugihan, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, Selasa (13/10/2026). Melalui program Polisi Sahabat Anak (POLSANA), polisi mengajak siswa menghindari narkoba, tidak melakukan kekerasan terhadap teman, serta melaporkan perundungan kepada guru atau orang tua.
Cegah Perundungan, Aipda Joko Sambangi SDN Sugihan 01 Tengaran. Tekankan Siswa harus Saling Menghargai
[pekok2]