[audio_player]

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Athaya Khansa, siswi kelas VIII A SMP IT Izzatul Islam Getasan, berhasil meraih Juara 1 Peserta Didik Berprestasi Jenjang SMP Tingkat Kabupaten Semarang dan menerima piagam penghargaan dari Kementerian Agama Kabupaten Semarang di Stadion NU Wonokerto, Kecamatan Bancak, pada Sabtu (11/01/2025) dalam rangkaian acara Jalan Sehat Kerukunan memperingati Hari Amal Bhakti (HAB).

Mbak Google

KABAR RASIKA

Alhamdulillah! Siswi SMP di Getasan ini Raih Juara Peserta Didik Berprestasi Tingkat SMP

Alhamdulillah! Siswi SMP di Getasan ini Raih Juara Peserta Didik Berprestasi Tingkat SMP

Alhamdulillah! Siswi SMP di Getasan ini Raih Juara Peserta Didik Berprestasi Tingkat SMP

Athaya Khansa, siswi kelas VIII A SMP IT Izzatul Islam Getasan, berhasil meraih Juara 1 Peserta Didik Berprestasi Jenjang SMP Tingkat Kabupaten Semarang dan menerima piagam penghargaan dari Kementerian Agama Kabupaten Semarang di Stadion NU Wonokerto, Kecamatan Bancak, pada Sabtu (11/01/2025) dalam rangkaian acara Jalan Sehat Kerukunan memperingati Hari Amal Bhakti (HAB).
Foto dok IST
Athaya Khansa, Siswi Kelas VIII A SMP IT Izzatul Islam Getasan

RASIKAFM.COM | SALATIGA – Athaya Khansa (14) siswi delegasi SMP IT Izzatul Islam Getasan, berhasil meraih Juara 1 Peserta Didik Berprestasi Jenjang SMP Tingkat Kabupaten Semarang. Athaya Khansa menerima secara langsung piagam penghargaan dari Kementerian Agama Kabupaten Semarang. Penerimaan piagam digelar di Stadion NU Wonokerto, Kecamatan Bancak bersamaan dengan kegiatan Jalan Sehat Kerukunan memperingati Hari Amal Bhakti (HAB) Kementerian Agama Kabupaten Semarang.Sabtu (11/01/2025)

Dalam siaran persnya, Kepala SMP IT Izzatul Islam Getasan, Sujito Arif Ariyanto mengaku bersyukur atas prestasi yang diraih oleh salah satu siswa terbaiknya. Lomba ini pertama kali diinformasikan oleh Pengawas PAI SMP, Amin Nurbaedi saat monitoring ke sekolah. Berdasarkan dorongan tersebut, sekolah menindaklanjuti dengan mengumpulkan berkas lomba yang dibutuhkan.

“Kami sangat bersyukur atas prestasi ini. Terima kasih juga kami sampaikan kepada semua pihak atas dukungannya, terutama Pengawas PAI SMP yang selalu mendampingi. Doakan kami terus istiqomah dan terus mengukir prestasi,” kata Sujito Arif Ariyanto.

Siswi Kelas VIII A SMP IT Izzatul Islam Getasan, Athaya Khansa terharu mendapatkan juara 1 dalam lomba ini. Lomba dibantu oleh sekolah, bapak ibu guru, dan orang tua yang selalu mendukung. Selama ini Athaya Khansa memang siswa yang aktif baik di sekolah, organisasi kesiswaan, dan di masyarakat.

“Alhamdulillah, saya terharu ternyata bisa meraih Juara 1 dalam lomba ini. Ya, senang dan bersyukur. Saya juga berterima kasih kepada bapak ibu guru dan semuanya yang ikut membantu mewujudkan prestasi ini. Ini prestasi untuk sekolah yang tercinta, SMP IT Izzatul Islam Getasan,” pungkas Athaya Khansa.

Caption

BACA JUGA :

Lapas Kelas IIB Purwodadi bersama Dinas Pertanian memperkuat pembinaan kemandirian warga binaan melalui Program Sekolah Tani. Pada tahap ketiga, warga binaan mempelajari budidaya bayam, kangkung, dan pisang Raja Bulu melalui teori serta praktik langsung di lahan Lapas Purwodadi. Program ini dilakukan untuk membekali warga binaan dengan keterampilan pertanian produktif sebelum kembali ke masyarakat.
Program Integrated Farming, Lapas Purwodadi Gelar Sekolah Tani
Sebanyak 8.100 porsi Ayam Kecap Rempah Nusantara dimasak serentak di sembilan kota Indonesia pada Minggu (6/9/2026), termasuk 750 porsi di Semarang. Kegiatan Bright Gas bersama pelanggan dan komunitas tersebut digelar untuk memperingati Hari Pelanggan Nasional sekaligus membidik pencatatan Rekor MURI.
Bukan Masak Biasa! 8.100 Porsi Ayam Kecap Diburu Jadi Rekor MURI, Semarang Sumbang 750 Porsi
Pemkab Semarang meminta PT PLN menunda sementara kajian dan rencana eksplorasi panas bumi di kawasan Gunung Ungaran, Jumat (4/9/2026). Bupati Semarang Ngesti Nugraha menyebut keputusan tersebut diambil untuk menjaga kondusivitas masyarakat di tengah kekhawatiran yang berkembang. Pemkab juga meminta PT Geo Dipa Energi meningkatkan komunikasi dan sosialisasi terkait kegiatan geothermal di Banyubiru.
Rencana Geothermal Gunung Ungaran Ditunda, Bupati Semarang Minta PLN Setop Kegiatan
Sebanyak 756 pekerja PT Sumber Graha Sejahtera (SGS) di Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, terkena PHK akibat efisiensi perusahaan pada 2026. Disnaker Kabupaten Semarang menyebut keputusan tersebut telah disepakati melalui perjanjian bersama, sementara pembayaran pesangon rata-rata Rp30 juta per pekerja dilakukan bertahap selama 10 bulan karena tekanan industri perkayuan.
756 Pekerja di Kabupaten Semarang Kena PHK, Disnaker Kawal Pembayaran Pesangon
Sejumlah warga yang tergabung dalam Aliansi Semar Gugat menggelar aksi tanda tangan massal menolak rencana pengeboran geothermal Gunung Ungaran di Basecamp Kendalisodo, Desa Samban, Bawen, Kabupaten Semarang, Rabu (2/9/2026). Mereka meminta rencana tersebut dikaji serius karena khawatir aktivitas pengeboran berdampak terhadap lingkungan dan sumber air masyarakat.
Gelombang Penolakan Pengeboran Gunung Ungaran Mulai Muncul, Sejumlah Komunitas Galang Tanda Tangan Massal
Rencana pembangunan PLTP di kawasan Gunung Ungaran berpotensi berdampak pada sekitar 540 KK di Dusun Darum, Ngipik, dan Talun, Desa Candi, Bandungan, Kabupaten Semarang. Hingga Rabu (2/9/2026), pemerintah desa mengaku belum menerima informasi resmi maupun sosialisasi terkait proyek tersebut dan meminta keterbukaan kepada masyarakat.
Ratusan KK di Desa Candi Berpotensi Terdampak Geothermal Gunung Ungaran

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

[podcast_widget limit="1" show_load_more="5"]

POPULER

Arti Desil 1 sampai 10
Arti Desil 1 sampai 10
Rencana pembangunan PLTP di kawasan Gunung Ungaran berpotensi berdampak pada sekitar 540 KK di Dusun Darum, Ngipik, dan Talun, Desa Candi, Bandungan, Kabupaten Semarang. Hingga Rabu (2/9/2026), pemerintah desa mengaku belum menerima informasi resmi maupun sosialisasi terkait proyek tersebut dan meminta keterbukaan kepada masyarakat.
Ratusan KK di Desa Candi Berpotensi Terdampak Geothermal Gunung Ungaran
Keluarga Mozza Axillia Gunarsa (18), remaja asal Bergas, Kabupaten Semarang, meyakini jasad yang ditemukan merupakan putrinya setelah mengenali pakaian, jepit rambut, rambut ikal, dan ciri gigi korban. Senin (7/9/2026), ayah Mozza meminta proses hukum terhadap tersangka berjalan transparan dan pelaku dihukum berat. Hasil pemeriksaan DNA masih ditunggu keluarga.
Ayah Mozza Minta Pelaku Dihukum Berat, Keluarga Menduga Ada Motif Pembunuhan Berencana