KAWAN PEMANDU JALAN

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

KABAR RASIKA

Antisipasi Ledakan Kasus Covid-19, Ini Yang Dilakukan Pemkab Semarang

Antisipasi Ledakan Kasus Covid-19, Ini Yang Dilakukan Pemkab Semarang

Antisipasi Ledakan Kasus Covid-19, Ini Yang Dilakukan Pemkab Semarang

Bupati Semarang Ngesti Nugraha. Foto: win

UNGARAN – Masyarakat di Kabupaten Semarang diminta berwaspada terkait dengan perkembangan penyebaran Covid-19 menyusul temuan kasus Omicron di Kota Semarang dan Salatiga beberapa waktu lalu. Data yang diperoleh dari Dinas Kesehatan Kabupaten Semarang hingga 30 Januari 2022, terdapat 26 kasus aktif Covid-19 dengan 3 orang menjalani perawatan dan 23 lainnya menjalani isolasi mandiri (isoman).

Menyikapi hal tersebut Bupati Semarang Ngesti Nugraha mengatakan pihaknya terus melaksanakan edukasi kepada masyarakat agar tidak abai terhadap protokol kesehatan (prokes) sebagai upaya antisipasi peningkatan kasus aktif Covid-19.

“Dari jumlah kasus aktif tersebut, sampel sudah dikirimkan untuk dilakukan Whole Genome Sequencing (WGS) guna mendeteksi varian virus, mudah-mudahan bukan Omicron. Meski demikian penyebaran Covid 19 yang mulai muncul lagi di wilayah kita perlu diwaspadai bersama,” ujarnya.

Selain itu, pihaknya juga terus menggelar tes swab dan PCR acak di sejumlah titik. Beberapa rumah sakit serta tempat isolasi terpusat telah disiapkan untuk mengantisipasi peningkatan kasus Covid-19.

“Tempat isolasi khusus bagi yang terdeteksi Omicron juga telah disiapkan. Namun tentu harapan kita semua bed occupancy rate (BOR) tidak kembali naik, artinya jumlah kasus terkendali,” imbuhnya.

Sementara Plt Kepala Dinkes Kabupaten Semarang Dwi Syaiful Nur Hidayat mengatakan pihaknya berusaha agar pasien Covid-19 ditangani dengan baik agar tidak terjadi keparahan.

“Kalau akhirnya yang bersangkutan mengalami gejala sakit dan harus masuk rumah sakit maka sudah kami siapkan sarana dan prasarana penanganan di rumah sakit, berupa kamar isolasi, seperti di Rumah Sakit Gunawan mangun Kusumo (RSGM), RS Ken Saras dan Rumah Sakit Gondo Suwarno Ungaran,” urainya.

Selain upaya tersebut, pihaknya juga terus melakukan tracing dan menggenjot percepatan vaksinasi terutama bagi lansia, anak usia 6-11 tahun dan juga kelompok yang rentan terpapar Covid-19.

“Sehari seluruh Puskesmas yang ada di Kabupaten Semarang melakukan tracing sebanyak 40 orang. Kemudian kita maksimalkan percepatan vaksinasi agar segera terbentuk kekebalan komunal,” kata dia. (win)

Kabar Terkini

POPULER

DPRD Kabupaten Semarang meminta sosialisasi rencana pengembangan geothermal Gunung Ungaran tidak menjadi formalitas agar masyarakat dapat menyatakan menerima atau menolak proyek tersebut. Wakil Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Semarang Said Riswanto menyampaikan hal itu di Ungaran, Kamis (10/9/2026), karena suara warga dinilai penting dalam proses pembangunan dan pengelolaan lingkungan.
DPRD Kabupaten Semarang Ingatkan Sosialisasi Geothermal Jangan Dianggap Persetujuan Warga
Menag MTQ Nasional di Semarang Jadi Pesta Rakyat Lintas Agama
Menag: MTQ Nasional di Semarang Jadi Pesta Rakyat Lintas Agama
Kota Semarang menjadi pusat pelaksanaan MTQ Nasional XXXI 2026 selama 10 hari, 11–20 September. Rangkaian dimulai dengan kedatangan kafilah dan Malam Ta’aruf, dilanjutkan pembukaan pada 12 September yang dijadwalkan dihadiri Presiden Prabowo Subianto. Kompetisi berlangsung 13–18 September, sebelum city tour, penutupan, dan kepulangan kafilah ke daerah masing-masing.
Catat Jadwalnya, MTQ Nasional XXXI Digelar 11-20 September di Semarang
Masyarakat dapat mengecek status desil dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) secara online melalui laman dtsen-form.bps.go.id menggunakan NIK. Pemeriksaan dapat dilakukan untuk mengetahui kesesuaian data sosial ekonomi yang menjadi salah satu acuan penentuan sasaran bantuan. Jika data tidak sesuai, masyarakat dapat mengajukan sanggahan atau meminta bantuan desa maupun kelurahan.
Cara Cek Desil DTSEN dengan HP