[audio_player]

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Pada konser musik di Alun-alun Pancasila Salatiga pada Minggu malam (11/08), puluhan penonton melaporkan kehilangan barang berharga seperti handphone dan dompet, diduga akibat pencopetan saat berdesak-desakan. Setidaknya 31 orang telah melapor ke Polres Salatiga, dan jumlah ini diperkirakan akan bertambah. K

Mbak Google

KABAR RASIKA

Apes! Puluhan Remaja Kehilangan HP dan Dompet Saat Lihat Konser Tipe-X di Salatiga

Apes! Puluhan Remaja Kehilangan HP dan Dompet Saat Lihat Konser Tipe-X di Salatiga

Apes! Puluhan Remaja Kehilangan HP dan Dompet Saat Lihat Konser Tipe-X di Salatiga

Pada konser musik di Alun-alun Pancasila Salatiga pada Minggu malam (11/08), puluhan penonton melaporkan kehilangan barang berharga seperti handphone dan dompet, diduga akibat pencopetan saat berdesak-desakan. Setidaknya 31 orang telah melapor ke Polres Salatiga, dan jumlah ini diperkirakan akan bertambah. K
Foto dok IST
Warga saat melapor kehilangan barangnya ke Polres Salatiga. Ada yang kehilangan handphone (HP), dompet, dan barang berharga lainnya.

RASIKAFM.COM | SALATIGA – Puluhan penonton konser musik di Alun-alun Pancasila Salatiga, Minggu malam (11/08), kehilangan sejumlah barang berharga.

Setidaknya, ada 31 orang yang melaporkan kehilangan barangnya ke Polres Salatiga. Ada yang kehilangan handphone (HP), dompet, dan barang berharga lainnya.

Para penonton konser itu menduga dirinya menjadi korban pencopetan saat berdesak-desakan di Alun-alun Pancasila.

Pentas musik tersebut menghadirkan Band Ada Rebellionrose, Tipe-X, dan band lokal Salatiga tersebut menjadi ajang keramaian yang dihadiri banyak anak muda.

”Ssudah ada puluhan korban yang melapor ke polres. Mereka mengaku kehilangan HP dan barang berharga lainnya,” ujar Jeni, 19, salah satu korban.

Dirinya yang juga melapor mengatakan jika jumlah pelapor masih bisa bertambah.

Apalagi pada malam konser sudah banyak korban yang datang ke Polres Salatiga untuk melaporkan kehilangan barang.

Namun, laporan belum bisa diproses karena sebagian tidak membawa bukti kepemilikan.

”Hari ini kita di minta datang lagi dengan membawa bukti kepemilikan berupa kotak HP,” katanya.

Saat ini pihak Polres masih meminta keterangan para korban yang lain dan sudah ada beberapa korban yang membawa barang bukti berupa kotak HP.

”Saya kehilangan saat ada asap yang membuat sakit tenggorokan lalu orang disekitar pada bubar dan disitu saya merasa ada yang menarik HP saya di saku celana” ujar Malik, 19, kepada wartawan.

Plh Kasi Humas Polres Salatiga Ipda Sutopo membenarkan banyaknya korban pencopetan.

Ia mengaku belum mengetahui pasti jumlahnya. Namun disebutkan jika lebih dari 20 orang korban telah melapor kepada Polisi.

Suasana kemeriahan Konser Tipe-X di Salatiga

BACA JUGA :

Penerbangan Ditutup Imbas Abu Vulkanik Krakatau, KAI Operasikan Kereta Api Tambahan Tujuan Jakarta
Penerbangan Ditutup Imbas Abu Vulkanik Krakatau, KAI Operasikan Kereta Api Tambahan Tujuan Jakarta
Kerangka Manusia Ditemukan di Jangli Semarang, Diduga Remaja Asal Bergas yang Hilang Setahun Lalu
Jejak Perangkat Elektronik Antar Polisi Ungkap Kasus Hilangnya Mozza, Terduga Pelaku Pembunuhan Ditangkap di Blora
Identitas kerangka manusia yang ditemukan di kawasan Jangli, Semarang, mulai mengerucut pada Mozza Axillia Gunarsa (18), remaja asal Gebugan, Bergas, yang dilaporkan hilang sejak Juni 2025. Keluarga mengenali sejumlah ciri, seperti gigi lengkap, gingsul, tambalan gigi, dan jepit rambut. Polisi masih menunggu pemeriksaan forensik dan pencocokan DNA.
Gingsul, Tambalan Gigi hingga Jepit Rambut: Ciri Kerangka Jangli Mengarah ke Mozza
Kerangka Manusia Ditemukan di Jangli Semarang, Diduga Remaja Asal Bergas yang Hilang Setahun Lalu
Kerangka Manusia Ditemukan di Jangli Semarang, Diduga Remaja Asal Bergas yang Hilang Setahun Lalu
Muhammad Rivai, warga Cebongan, Salatiga, melaporkan penanganan perkara dugaan penipuan dan/atau penggelapan mobil Nissan Grand Livina ke Itwasda Polda Jateng pada Kamis (3/9/2026). Langkah itu dilakukan setelah terdakwa AG divonis 1 tahun 8 bulan, sementara kendaraan milik Rivai senilai sekitar Rp150 juta belum diketahui keberadaannya.
Livina Hilang, Setelah Ketemu tak ada Kejelasan , Korban Melapor ke Itwasda Polda
Warga Dusun Kropoh, Desa Duren, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, menemukan bayi perempuan terkubur di kebun pada Kamis (3/9/2026) sore. Bayi ditemukan Gendro Susanto saat mencari rumput setelah melihat gundukan tanah baru. Polisi kemudian mengamankan lokasi dan melakukan penyelidikan untuk mengungkap kronologi serta pihak yang bertanggung jawab.
Curiga Gundukan Tanah Baru, Warga Bandungan Temukan Bayi Terkubur dan Terbungkus Daster

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

[nama-tag]

INFOGRAFIS

[elementor_kabar_terkini]
[podcast_widget limit="1" show_load_more="5"]

POPULER

Memperingati Hari Pelanggan Nasional 2026, BRI Cabang Salatiga memberikan apresiasi kepada nasabah yang bertransaksi di kantor cabang, Jumat (4/9/2026). Petugas membagikan bunga mawar, jajanan, dan cokelat sebagai bentuk terima kasih sekaligus upaya mempererat hubungan dengan nasabah.
Semarak Hari Pelanggan Nasional 2026, BRI Salatiga beri Apresiasi Khusus
Kerangka Manusia Ditemukan di Jangli Semarang, Diduga Remaja Asal Bergas yang Hilang Setahun Lalu
Jejak Perangkat Elektronik Antar Polisi Ungkap Kasus Hilangnya Mozza, Terduga Pelaku Pembunuhan Ditangkap di Blora
Pemkab Semarang meminta PT PLN menunda sementara kajian dan rencana eksplorasi panas bumi di kawasan Gunung Ungaran, Jumat (4/9/2026). Bupati Semarang Ngesti Nugraha menyebut keputusan tersebut diambil untuk menjaga kondusivitas masyarakat di tengah kekhawatiran yang berkembang. Pemkab juga meminta PT Geo Dipa Energi meningkatkan komunikasi dan sosialisasi terkait kegiatan geothermal di Banyubiru.
Rencana Geothermal Gunung Ungaran Ditunda, Bupati Semarang Minta PLN Setop Kegiatan
Identitas kerangka manusia yang ditemukan di kawasan Jangli, Semarang, mulai mengerucut pada Mozza Axillia Gunarsa (18), remaja asal Gebugan, Bergas, yang dilaporkan hilang sejak Juni 2025. Keluarga mengenali sejumlah ciri, seperti gigi lengkap, gingsul, tambalan gigi, dan jepit rambut. Polisi masih menunggu pemeriksaan forensik dan pencocokan DNA.
Gingsul, Tambalan Gigi hingga Jepit Rambut: Ciri Kerangka Jangli Mengarah ke Mozza
Pemerintah Kota Semarang bersama Bank Indonesia Jawa Tengah dan TPID menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) Serentak Kempling Semar untuk menjaga keterjangkauan harga pangan. Sepanjang Agustus 2026, program ini menjangkau 729 RW di 16 kecamatan dengan penyaluran 80 ton beras SPHP dan 35.040 liter minyak goreng.
Kempling Semar “Serbu” 729 RW, Harga Pangan Dijaga dari Tingkat Kampung
Kerangka Manusia Ditemukan di Jangli Semarang, Diduga Remaja Asal Bergas yang Hilang Setahun Lalu
Kerangka Manusia Ditemukan di Jangli Semarang, Diduga Remaja Asal Bergas yang Hilang Setahun Lalu
Muhammad Rivai, warga Cebongan, Salatiga, melaporkan penanganan perkara dugaan penipuan dan/atau penggelapan mobil Nissan Grand Livina ke Itwasda Polda Jateng pada Kamis (3/9/2026). Langkah itu dilakukan setelah terdakwa AG divonis 1 tahun 8 bulan, sementara kendaraan milik Rivai senilai sekitar Rp150 juta belum diketahui keberadaannya.
Livina Hilang, Setelah Ketemu tak ada Kejelasan , Korban Melapor ke Itwasda Polda

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved

[pekok2]