RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

KABAR RASIKA

Arus Kendaraan Diprediksi Naik 60 Persen, Ini Prioritas Dishub Kabupaten Semarang Saat Nataru

Arus Kendaraan Diprediksi Naik 60 Persen, Ini Prioritas Dishub Kabupaten Semarang Saat Nataru

Arus Kendaraan Diprediksi Naik 60 Persen, Ini Prioritas Dishub Kabupaten Semarang Saat Nataru

Plh Kepala Dishub Kabupaten Semarang Djoko Noerjanto. Foto: win

RASIKAFM.COM | UNGARAN — Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Semarang memperkirakan akan ada peningkatan kendaraan yang melintas di Kabupaten Semarang sebanyak 60 persen selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026.

Sejumlah titik wisata diprioritaskan dalam manajemen lalu lintas karena diperkirakan menjadi magnet kenaikan volume kendaraan, seperti kawasan Bandungan, Cimory Dairyland, Dusun Semilir, dan Saloka.

“Kunjungan ke tempat wisata biasanya menjadi tujuan utama saat liburan. Karena itu, selain di jalan raya, kami juga menyiapkan personel di wilayah perairan untuk pengawasan operasional perahu wisata di Rawa Pening, Bukit Cinta, dan lokasi lain,” kata Pelaksana harian Dishub Kabupaten Semarang Djoko Noerjanto, Jumat (12/12/2025).

Djoko menyampaikan, selain lokasi wisata saat ini terdapat tiga lokasi yang menjadi perhatian utama, yakni Simpang Tiga Bawen, Exit Tol Bawen, serta ruas jalan sekitar Pasar Hewan Ambarawa yang tengah menjalani proses pengecoran. Ia mengatakan pekerjaan pengecoran bagian tengah jalan di kawasan tersebut telah dikoordinasikan dengan Satlantas Polres Semarang agar ditunda usai Nataru.

“Penyempitan jalan berpotensi menimbulkan bottle neck bagi kendaraan yang melintas menuju dan dari Ambarawa. Jika bagian tengah dicor sekarang, antrean bisa sangat panjang. Karena itu kami sepakat agar pengerjaan dilakukan setelah Nataru,” ujarnya.

Dishub juga akan mengimbau pengguna jalan tanpa kepentingan menuju Ambarawa untuk memanfaatkan Jalan Lingkar Ambarawa. Imbauan akan ditempatkan di sejumlah titik, termasuk wilayah Ngampin dan Bawen, agar pengendara tidak masuk ke arus dalam kota.

Djoko menambahkan, Dishub menyiapkan 160 personel yang akan ditempatkan sesuai kebutuhan, baik pada posko pengamanan maupun patroli mobile.

“Kami lihat situasi di lapangan seperti apa, tentunya akan berkoordinasi dengan kepolisian,” pungkasnya. (win)

BACA JUGA :

Tri Susena (43), warga Gayamsari, Kota Semarang, rutin datang ke Ungaran setiap Jumat untuk menerima bantuan dalam program Jumat Berkah. Kondisi ekonomi dan pekerjaan yang tidak menentu membuat keluarganya kesulitan memenuhi kebutuhan. Pada Jumat (11/9/2026), sebanyak 400 paket sembako dari Alfamart dibagikan kepada masyarakat melalui program Bupati Semarang Ngesti Nugraha.
Tak Masuk Daftar Penerima Bansos, Warga Gayamsari Ini Rela ke Ungaran Berburu Jumat Berkah
Jaksa Masuk Pesantren, Kejari Salatiga Wanti-wanti Santri agar Tidak Terjerat Kasus Hukum
Jaksa Masuk Pesantren, Kejari Salatiga Wanti-wanti Santri agar Tidak Terjerat Kasus Hukum
Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga kembali menggelar Gelar Inovasi Harmoni Nusantara (GIHN) 2026 di Balairung UKSW, Kamis (10/9/2026). Mengusung tema “Lentera Harmoni”, kegiatan tahun keempat ini menampilkan inovasi ramah lingkungan dari 15 fakultas. GIHN juga mendorong kolaborasi perguruan tinggi, pemerintah, industri, dan UMKM agar riset menghasilkan manfaat nyata bagi masyarakat.
GIHN 2026 UKSW, Ubah Inovasi Ramah Lingkungan Menjadi Dampak Nyata bagi Masyarakat
Kehadiran Padi Pot, akankah jadi Solusi Ketahanan Pangan di Salatiga
Kehadiran Padi Pot, akankah jadi Solusi Ketahanan Pangan di Salatiga?
DPRD Kabupaten Semarang meminta sosialisasi rencana pengembangan geothermal Gunung Ungaran tidak menjadi formalitas agar masyarakat dapat menyatakan menerima atau menolak proyek tersebut. Wakil Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Semarang Said Riswanto menyampaikan hal itu di Ungaran, Kamis (10/9/2026), karena suara warga dinilai penting dalam proses pembangunan dan pengelolaan lingkungan.
DPRD Kabupaten Semarang Ingatkan Sosialisasi Geothermal Jangan Dianggap Persetujuan Warga
Pemkab Semarang tidak akan melakukan riset mandiri terkait rencana pengembangan geothermal Gunung Ungaran karena kewenangan berada di pemerintah pusat sebagai proyek strategis nasional. Bupati Semarang Ngesti Nugraha menyatakan Pemkab berperan sebagai fasilitator dan mendorong konsultasi publik agar kementerian, pemerintah daerah, stakeholder, serta masyarakat mendapat informasi terbuka mengenai potensi dan dampak proyek.
Pemkab Semarang Tegaskan Tak Akan Lakukan Riset Mandiri Geothermal Gunung Ungaran

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Polres Semarang mengamankan dua tersangka dugaan pencurian kabel dan baterai tower telekomunikasi di sejumlah wilayah Kabupaten Semarang. Salah satu tersangka, BD, merupakan karyawan Telkomsel dan diduga mengajak IY melakukan pencurian di Desa Jambu pada 9 September 2026. Polisi juga mendalami keterlibatan keduanya dalam sedikitnya 12 lokasi pencurian baterai sejak Januari hingga Mei 2026.
Kabel dan Baterai di 12 Tower Milik Telkomsel Digasak Maling, Kerugian Capai Ratusan Juta
Keluarga Mozza Axillia Gunarsa (18), remaja asal Bergas, Kabupaten Semarang, meyakini jasad yang ditemukan merupakan putrinya setelah mengenali pakaian, jepit rambut, rambut ikal, dan ciri gigi korban. Senin (7/9/2026), ayah Mozza meminta proses hukum terhadap tersangka berjalan transparan dan pelaku dihukum berat. Hasil pemeriksaan DNA masih ditunggu keluarga.
Ayah Mozza Minta Pelaku Dihukum Berat, Keluarga Menduga Ada Motif Pembunuhan Berencana
Lapas Kelas IIB Purwodadi bersama Dinas Pertanian memperkuat pembinaan kemandirian warga binaan melalui Program Sekolah Tani. Pada tahap ketiga, warga binaan mempelajari budidaya bayam, kangkung, dan pisang Raja Bulu melalui teori serta praktik langsung di lahan Lapas Purwodadi. Program ini dilakukan untuk membekali warga binaan dengan keterampilan pertanian produktif sebelum kembali ke masyarakat.
Program Integrated Farming, Lapas Purwodadi Gelar Sekolah Tani