URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Gempa yang mengguncang Ambarawa dan sekitarnya pada Sabtu (23/10/2021), mengakibatkan kerusakan yang cukup parah pada bangunan SDN Kupang 1 Ambarawa. Tulangan beton pada atap kelas retak sehingga harus disangga tiang bambu agar tidak runtuh.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Atap Kelas SDN Kupang 1 Disangga Tiang Bambu, KBM Digilir 

Atap Kelas SDN Kupang 1 Disangga Tiang Bambu, KBM Digilir 

Atap Kelas SDN Kupang 1 Disangga Tiang Bambu, KBM Digilir 

featured-img

UNGARAN – Atap ruang kelas SDN Kupang 1 Ambarawa mengalami kerusakan yang cukup parah akibat gempa yang terjadi pada Sabtu (23/10/2021). Struktur bangunan berupa tulangan cor beton itu harus disangga menggunakan tiang bambu agar tidak runtuh. Pantauan pada Selasa (2/11/2021) di lapangan ada tiga ruang kelas yang dikosongkan.

Salah seorang guru SDN 1 Kupang, Agustin menuturkan tiga ruang kelas yang mengalami kerusakan masing-masing kelas IIIA, IIIB dan IVA.

“Balok tulangan bagian atas retak, makanya disangga pakai bambu. Sementara ruangan juga tidak digunakan untuk kegiatan belajar mengajar (KBM),” ungkapnya Selasa (2/11/2021).

Disampaikan untuk menyiasati hal tersebut agar KBM tetap berlangsung pihaknya mengatur sistem pembelajaran sehari dua kali secara bergantian.

“Total siswa di tiga ruang kelas ada sekitar 90 an. Sehari kami lakukan dua kali shift, murid kelas 1 sampai 3 masuk pagi sedangkan kelas 4,5 dan 6 masuk siang,” terangnya.

Agustin berharap agar ada perhatian dari pemerintah daerah yang dalam hal ini Dinas Pendidikan Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Disdikbudpora) Kabupaten Semarang.

“Terus terang kami khawatir dan takut kalau sewaktu-waktu ada gempa susulan. Semoga ada perhatian agar murid yang belajar kembali aman dan nyaman,” imbuhnya.

Halaman 1 dari 2

BACA JUGA :

Sejumlah warga yang tergabung dalam Aliansi Semar Gugat menggelar aksi tanda tangan massal menolak rencana pengeboran geothermal Gunung Ungaran di Basecamp Kendalisodo, Desa Samban, Bawen, Kabupaten Semarang, Rabu (2/9/2026). Mereka meminta rencana tersebut dikaji serius karena khawatir aktivitas pengeboran berdampak terhadap lingkungan dan sumber air masyarakat.
Gelombang Penolakan Pengeboran Gunung Ungaran Mulai Muncul, Sejumlah Komunitas Galang Tanda Tangan Massal
Rencana pembangunan PLTP di kawasan Gunung Ungaran berpotensi berdampak pada sekitar 540 KK di Dusun Darum, Ngipik, dan Talun, Desa Candi, Bandungan, Kabupaten Semarang. Hingga Rabu (2/9/2026), pemerintah desa mengaku belum menerima informasi resmi maupun sosialisasi terkait proyek tersebut dan meminta keterbukaan kepada masyarakat.
Ratusan KK di Desa Candi Berpotensi Terdampak Geothermal Gunung Ungaran
Kota Salatiga meraih juara I kategori Akses Penduduk ke Layanan Pendidikan dalam Apresiasi Pemda Berprestasi Regional Jawa-Bali 2026 Batch II yang digelar Kemendagri pada 28 Agustus 2026. Atas capaian tersebut, Salatiga mendapat dukungan Rp2 miliar untuk memperkuat akses dan kualitas layanan pendidikan bagi masyarakat.
Bukan Kaleng-kaleng! Kota Salatiga raih Prestasi di Bidang Pendidikan
Rencana pengeboran panas bumi di kawasan Gunung Ungaran mulai membuat warga Desa Candi, Bandungan, Kabupaten Semarang, gelisah karena belum mendapat penjelasan langsung mengenai lokasi, mekanisme, dan dampaknya. Warga khawatir aktivitas tersebut memengaruhi sumber air dan pertanian, sementara pemerintah maupun pihak terkait belum melakukan sosialisasi secara menyeluruh kepada masyarakat.
Isu Pengeboran Gunung Ungaran Bikin Warga Candi Gelisah, Khawatir Sumber Air dan Pertanian Terdampak
DPRD Kabupaten Semarang meminta pemerintah daerah melakukan kajian menyeluruh sebelum pengembangan energi panas bumi Gunung Ungaran dilanjutkan, Senin (31/8/2026). Dewan menyoroti potensi dampak pengeboran lebih dari 2.000 meter terhadap kondisi geologi, lingkungan, sumber air, cagar budaya, serta manfaat ekonomi bagi masyarakat dan daerah.
Legislator Kabupaten Semarang Soroti Risiko Geothermal Ungaran, Ingatkan Dampak Pengeboran
Kejaksaan Negeri Salatiga memberikan penyuluhan hukum dan kampanye antikorupsi kepada sekitar 150 siswa SMAN 3 Salatiga melalui program Jaksa Masuk Sekolah, Senin. Kegiatan tersebut bertujuan menanamkan kesadaran hukum, kejujuran, integritas, dan tanggung jawab sejak dini, sekaligus mengenalkan bahaya HIV/AIDS serta pengelolaan sampah kepada para pelajar.
JMS di SMAN 3 Salatiga, Gandeng Berbagai Pihak, “Wujudkan Generasi Emas Anti Korupsi”

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Arti Desil 1 sampai 10
Arti Desil 1 sampai 10
Dilema Geothermal Ungaran-Telomoyo Menimbang Maslahat dan Mudarat Energi Bersih
Dilema Geothermal Ungaran-Telomoyo: Menimbang Maslahat dan Mudarat Energi Bersih
Kepala Dinsos Kabupaten Semarang Istichomah
Penerima Bansos Terindikasi Judol Bakal Dicoret, Dinsos Kabupaten Semarang Buka Pengajuan Sanggahan

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved