[extvssc id="70101"]

KAWAN PEMANDU JALAN

Author: Arief Syarifudin

Polrestabes-Semarang-Segel-Cafe-Marabunta-dan-HOLYWINGS
Polrestabes Semarang Segel Cafe Marabunta dan HOLYWINGS, Ini Alasannya
Polrestabes Semarang menyegel Gedung Marabunta Resto & Bar, dan Café & Bar HOLYWINGS, yang berlokasi di Cendrawasih, Kelurahan TanjungMas, Kecamatan Semarang Utara pada Selasa (26/10/2021) dini hari.
bola-narkoba-lapas
Lapas Semarang Kembali Gagalkan Penyeludupan Sabu Dengan Modus Melempar Menggunakan Bola Tenis
Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Semarang kembali berhasil menggagalkan upaya penyelundupan narkotika ke dalam rumah tahanan (rutan) dengan cara melempar bungkusan menggunakan bola tenis dari tembok...
Kecelakaan-Maut-Di-Kaligawe-Raya,-Pemotor-MD
Kecelakaan Maut Di Kaligawe Raya, Pemotor MD
Kecelakaan maut terjadi di Jalan Kaligawe Raya, Kecamatan Genuk, Kota Semarang atau pertigaan eks Terminal Terboyo pada Selasa (26/10/2021) sekira pukul 12.00 WIB.
ganjar-film
The Mentors, Film Dokumenter Tentang Eks Napiter Dapat Pujian
"Langsung nonton!!" teriak Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo saat diminta memberikan sambutan dalam acara pemutaran film The Mentors di Cinema XXI The Park Solo1 Mall, Solo Baru, Sukoharjo, Selasa (26/10).
ganjar-26-10
Empat Kali Provinsi Paling Informatif, Ganjar : Ini Komitmen Kita Pada Masyarakat
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mendapatkan nilai tertinggi dan mendapat anugerah Keterbukaan Informasi Publik tahun 2021.
Warga-Genuk-Meninggal-Dunia-Usai-Tertabrak-Kereta-Api
Warga Genuk Meninggal Dunia Usai Tertabrak Kereta Api Di Perlintasan Tanpa Palang Pintu
Seorang pria meninggal dunia usai tertabrak kereta api di perlintasan tanpa palang pintu, Muktiharjo Kidul, Pedurungan, Selasa (26/10/2021) sekira pukul 07.00 WIB.
Penemuan-Jasad-Bayi-Terbungkus-Plastik-Di-Selokan-Lapangan-Sentiaki
Geger, Penemuan Jasad Bayi Terbungkus Plastik Di Selokan Lapangan Sentiaki
Warga sekitaran lapangan Sentiyaki, Kelurahan Bulu Lor, Kecamatan Semarang Utara digegerkan dengan penemuan jasad bayi di saluran air
Pria-Ini-Cekik-Pacarnya-Hingga-Meninggal-Kemudian-Mayatnya-Dibuang
Gara-Gara Sakit Hati, Pria Ini Cekik Pacarnya Hingga Meninggal Kemudian Mayatnya Dibuang
Polisi menangkap pelaku pembunuhan terhadap DS yang jasadnya dibuang di hutan Geyer, Desa Juworo, Kabupaten Grobogan pada Rabu, (13/10/2021)
ganjar-bmkg-2
Gempa Salatiga dan Ambarawa, Ganjar: Masyarakat Tidak Usah Takut
Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo meminta masyarakat di Salatiga dan Kabupaten Semarang tidak perlu takut dengan gempa yang terjadi di sana. Meski begitu, mereka tetap diminta selalu siaga dengan perkembangan...
ganjar-112
Pastikan Operasional Bandara JBS Berjalan, Ganjar : Problemnya di PCR
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menampik kabar bahwa operasional bandara Jendral Besar Soedirman (JBS) Purbalingga berhenti. Ganjar menjelaskan, kendalanya saat ini adalah terkait penerapan aturan...
Muat Lebih

POPULER

SMA Sainstek Ahmad Dahlan Salatiga menggelar kegiatan Awalussanah di Gedung DPRD Kota Salatiga, Sabtu (11/7/2026), dengan penyampaian materi menggunakan bahasa Inggris dan Indonesia. Kegiatan ini bertujuan memperkenalkan program sekolah, guru, dan siswa baru sekaligus menegaskan komitmen membangun sekolah modern berbasis sains, teknologi, riset, serta nilai-nilai Al-Qur'an dan Al-Hadits untuk menyiapkan lulusan berdaya saing global.
42 Siswa Baru SMA Sainstek Salatiga ikuti Awalussanah, Penyajian Materi disampaikan dalam Dua Bahasa
Polres Salatiga menangkap sejumlah pelaku tawuran yang diduga terlibat dalam penyiraman air keras terhadap anak berusia 14 tahun di Jembatan depan Makam Ngemplak, Jalan Lingkar Selatan, Kamis (2/7/2026) dini hari. Empat pemuda ditetapkan sebagai tersangka kepemilikan senjata tajam tanpa izin setelah bentrokan yang dipicu tantangan melalui Instagram itu menyebabkan satu korban meninggal dunia.
Remaja Luar Kota Salatiga Tawuran di JLS, Anak 14 Tahun Meninggal usai Disiram Air Keras
Dua rumah warga milik Asfiah dan Tumadi di Dusun Cabean Kulon, Desa Karangduren, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, hangus terbakar pada Rabu (8/7/2026) sekitar pukul 11.30 WIB. Kebakaran diduga dipicu korsleting listrik dan cepat membesar karena bangunan berbahan kayu serta tiupan angin, sebelum tiga unit mobil pemadam berhasil melokalisasi api tanpa korban jiwa maupun luka.
Dua Rumah Kayu di Karangduren Tengaran Terbakar, Diduga karena Korsleting