KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Awal Oktober Ceria, Tabebuya Mulai Bermekaran di Salatiga

Awal Oktober Ceria, Tabebuya Mulai Bermekaran di Salatiga

Awal Oktober Ceria, Tabebuya Mulai Bermekaran di Salatiga

Pada awal Oktober 2024, ratusan pohon tabebuya di berbagai ruas jalan di Kota Salatiga, seperti Jalan Lingkar Salatiga (JLS), Jalan Osamaliki, dan Jalan Jendral Sudirman, mekar indah dengan bunga berwarna pink, putih, kuning, dan merah, menciptakan pemandangan eksotis.
Foto dok IST
Pohon tabebuya terlihat indah di jalan Lingkar Salatiga (JLS), pada pagi hari

RASIKAFM.COM | SALATIGA – Di awal bulan Oktober 2024 ini, ratusan pohon tabebuya menjadi indah. Bunganya bermekaran dan luruh menambah eksotis sebagian ruas jalan dikota Salatiga.

Pantauan Rasika FM, tidak hanya di jalan Lingkar Salatiga (JLS), tabebuya juga terlihat indah di jalan Osamaliki, jendral Sudirman dan beberapa titik lainnya.

Ratusan pohon dengan bunga warna pink dan putih, membuat kita seakan bukan berada di Salatiga. Antar pohon berjarak sekitar 10 meter.

Bunga tabebuya ada yang putih, kuning, pink dan juga merah. Setelah mekar, bunga akan luruh dan jatuh di bawah pohon.

Suasana malah makin indah jika pagi cerah. Karena latar belakang gunung Merbabu akan terlihat luar biasa.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Sulistyaningsih pernah menuturkan jika ratusan pohon Tabebuya ditanam di pulau jalan JLS sepanjang 11 kilometer. Dari Blotongan sampai Tingkir.

“Banyak yang kaget dengan keindahan bunga ini. Setahun hanya berbuka sekali,” jelasnya.

Bunga bertahan sekitar satu bulan. Banyak warga yang mengabadikan keindahan suasana tersebut.

Namun dari sekian banyak pohon Tabebuya yang nampak paling eksotis ada didepan kampus UIN JLS dan juga di jalan Osamaliki dari perempatan Jetis. Bahkan jika kita melintas disana pada pagi hari seperti saat berada di Jepang.

Keindahan bunga Tabebuya

Knowledge

Tidak ada postingan.

Kabar Terkini

POPULER

Tim bola voli indoor putra Kabupaten Semarang mengalahkan Kabupaten Purbalingga dengan skor 3-1 pada Porprov XVII Jawa Tengah 2026 di GOR Pandanaran Wujil, Bergas, Selasa (27/10/2026). Sempat kalah pada set pertama, tuan rumah bangkit melalui perubahan strategi bertahan dan variasi serangan. Kemenangan ini mengantarkan Kabupaten Semarang ke babak berikutnya untuk menghadapi Kabupaten Kudus.
Sempat Tertinggal, Voli Indoor Putra Kabupaten Semarang Bangkit dan Singkirkan Kabupaten Purbalingga
Suasana Hening Iringi Pembukaan Tenis Meja Porprov Jateng, Doa Mengalir untuk Syabilla
Suasana Hening Iringi Pembukaan Tenis Meja Porprov Jateng, Doa Mengalir untuk Syabilla
Bakal calon Kepala Desa Cukilan, Kecamatan Suruh, Kabupaten Semarang, Hermawan Sigit atau Nanang, menyiapkan sejumlah gagasan pembangunan yang mencakup perbaikan tata kelola pemerintahan, pengembangan UMKM, optimalisasi wisata lokal, dan pengelolaan sampah rumah tangga. Ia mengusung visi masyarakat religius, maju, sejahtera, dan mandiri dengan mengedepankan partisipasi warga serta penerapan program secara bertahap.
Bertarung dalam Pilkades Cukilan, Hermawan Sigit siapkan sejumlah Jurus Jitu, “urip kudu urup”
BMKG memprakirakan cuaca Semarang pada Kamis, 29 Oktober 2026, pukul 07.00–19.00 WIB, cerah berawan hingga berawan pada pagi sampai siang hari, kemudian umumnya berawan dengan potensi hujan ringan hingga sedang pada sore hingga awal malam. Angin bertiup dari barat laut hingga timur dengan kecepatan 10–30 km/jam, suhu udara 27–34 derajat Celsius, dan kelembapan 45–90 persen.
29 Oktober 2026: Semarang Berpotensi Hujan, Jateng Waspadai Cuaca Ekstrem
[pekok2]