URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meninjau bantuan Padat Karya Produktif di Desa Tijayan, Kecamatan Manisrenggo, Kabupaten Klaten, Senin (23/5).

Mbak Google

KABAR RASIKA

Bankeu Desa Harus Dimaksimalkan, Ganjar: Kelola Dengan Baik Jangan Muspro

Bankeu Desa Harus Dimaksimalkan, Ganjar: Kelola Dengan Baik Jangan Muspro

Bankeu Desa Harus Dimaksimalkan, Ganjar: Kelola Dengan Baik Jangan Muspro

featured-img

KLATEN – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meninjau bantuan Padat Karya Produktif di Desa Tijayan, Kecamatan Manisrenggo, Kabupaten Klaten, Senin (23/5). Desa tersebut dibina sejak tahun 2020 dengan budidaya ikan dan ternak bebek petelur.

Didampingi perwakilan Kelompok Budidaya Taruna Karya, Sunardi, mantan anggota DPR itu langsung menengok lima kolam yang diberdayakan untuk budidaya. Dua dari lima kolam itu, kata Sunardi, merupakan bantuan dari Pemprov Jateng.

“Kita ada lima kolam, yang pertama lele, kedua nila, ketiga bawal, keempat lima ini bantuan dari bapak gubernur dan kebetulan sudah berjalan sejak 2021,” kata Sunardi.

Bantuan yang diberikan pada kelompok tani tersebut antara lain sekitar 20ribu benih ikan nila. Sunardi mengatakan, kelompoknya sudah panen setidaknya 3 kali sejak bantuan pertama diberikan pada 2020.

“Amanah ini akan kami coba terus sampai kami bisa berhasil untuk budidaya ikan ini sesuai dengan anjuran yang sudah bapak gubernur tadi sampaikan kepada kami,” katanya.

Selain bantuan bibit ikan, Pemprov Jateng juga memberikan bantuan 500 ekor bebek petelur senilai Rp 25 Juta yang dibagi ke tiga titik di Desa tersebut. Gubernur Ganjar Pranowo mengatakan, tren dari bantuan yang diberikan Pemprov Jateng menunjukkan pola yang bagus.

“Bantuan pertama 220 ekor. Diberikan tahun 2021. Sekarang jadi 600 ekor. Jadi hampir 300 persen kenaikannya. Polanya bagus. Maksud saya, bantuan dari pemerintah yang diberikan ini bisa produktif,” kata Ganjar di lokasi.

Ganjar mengatakan, pengecekan ini menjadi penting untuk memastikan bantuan memberikan manfaat yang langsung dirasakan masyarakat.

“Nah bantuan-bantuan yang produktif ini kita harapkan bisa mengembangkan ekonomi kerakyatan yang ada di kampung-kampung,” ujar Ganjar.

Dari pantauannya, Ganjar dapat melihat langsung kondisi desa yang dibantu dan memberikan masukan. Seperti di Desa Tijayan, lokasi kolam budidaya ikan sangat strategis dan bisa dimaksimalkan jadi tempat wisata.

“Sehingga edit valuenya bisa lebih tinggi, dengan kita melihat kita tahu. Maka saya melihat ini kenapa kolam isinya ayam. Jadi itu yang belum optimal. Nah itu yang kita ajari mereka untuk kita dampingi agar tidak muspro,” ujarnya.

Di kesempatan itu Ganjar berpesan kepada kelompok penerima serta pejabat desa agar mengelola bantuan dengan baik.

“Ini tinggal kita dorong. Kita titip kepada penerima bantuan agar dikelola dengan baik, penuh dengan integritas dna betul-betul bisa memberikan manfaat kepada anggotanya. Itu saja, kita meyakinkan bahwa bantuannya sampai dan terlaksana,” tegasnya.

BACA JUGA :

Karang Taruna Dharma Remaja Desa Manggihan, Getasan, Kabupaten Semarang, mengolah limbah sayuran dan buah menjadi biogas untuk memasak serta pupuk organik cair. Inovasi berbasis pengelolaan sampah dan energi alternatif tersebut mengantarkan mereka meraih juara pertama Lomba Karang Taruna Berprestasi 2026 tingkat Jawa Tengah dan mewakili Jateng di tingkat nasional.
Karang Taruna Manggihan Getasan Sulap Limbah Sayur Jadi Biogas, Juara 1 Jateng dan Melaju Nasional
Mahasiswa KKN Tim II Undip 2026 mengembangkan potensi ekonomi dan pangan lokal di Desa Purworejo, Wonogiri, selama program pengabdian masyarakat. Sebanyak 10 mahasiswa mendampingi UMKM memanfaatkan Google Maps, QRIS, media sosial, dan website untuk pemasaran, sekaligus mengolah singkong dan ikan lele menjadi BoLeSi sebagai alternatif makanan tambahan bergizi bagi balita.
KKN Undip Dorong Transformasi Desa Purworejo Wonogiri melalui Inovasi Pangan dan Digitalisasi Sektor Ekonomi
Rencana pengembangan panas bumi Gunung Ungaran untuk PLTP masih dalam tahap kajian dan belum memasuki pelaksanaan, kata Pemkab Semarang, Kamis (20/8/2026). Pemerintah masih menunggu hasil penelitian potensi geothermal, sekaligus memastikan aspek lingkungan, keamanan, aktivitas warga, dan keberadaan Candi Gedongsongo tetap terlindungi.
Pengembangan Panas Bumi Gunung Ungaran untuk PLTP Bakal Dilanjut, Pemkab Semarang: Masih Tahap Kajian
Satpol PP Kota Salatiga mengedukasi dan mengajak pedagang kaki lima (PKL) bermotor yang berjualan di lingkar dalam Alun-alun Pancasila untuk pindah secara sukarela, Rabu (19/8/2026). Langkah tersebut dilakukan karena aktivitas berjualan dan parkir kendaraan di area tersebut dilarang, sekaligus untuk menjaga ketertiban dan kenyamanan warga dengan pendekatan humanis.
Humanis! Cara Kabid Ketertiban Satpol PP Salatiga Rayu PKL agar Mau Pindah Sukarela
Artis nasional Anang Hermansyah dan Ashanty mengunjungi Kota Salatiga pada Selasa (18/8/2026) malam untuk menjajaki pemanfaatan sejumlah lokasi sebagai tempat pengambilan gambar film. Didampingi Wali Kota Salatiga Robby Hernawan, rombongan juga menikmati suasana kota sekaligus mengenal potensi budaya, kuliner, UMKM, dan ekonomi kreatif setempat.
Kenakan Blangkon Pecis dan Syal Motif Khas Salatiga, Artis Anang dan Ashanty Keliling Kota
Mahasiswa KKN-T IDBU 54 UNDIP menjalankan program pemberdayaan masyarakat selama 45 hari di Tanjung Anom, Kabupaten Pekalongan. Kegiatan tersebut meliputi pemanfaatan sampah plastik menjadi ecobrick, pengolahan bunga telang, digitalisasi Bank Sampah Bunga Tanjung Lestari, budidaya ikan nilem, edukasi kesehatan, serta sosialisasi keamanan digital untuk meningkatkan kemandirian dan potensi lokal warga.
45 Hari KKN-T IDBU 54 UNDIP: Dari Ecobrick hingga Digitalisasi Website BSU Tanjung Anom

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

20 Agustus 2026
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Warga Dusun Tetep, Kelurahan Randuacir, Argomulyo, Salatiga, menggelar tradisi merti dusun atau sedekah bumi di Sendang Gambir pada 19 Agustus. Kegiatan tersebut menjadi ungkapan syukur sekaligus upaya merawat warisan leluhur, sumber mata air bersejarah, kesenian lokal, serta toleransi antarumat beragama melalui doa bersama dan pertunjukan budaya.
50 Tahun Lebih Warga Dusun Tetep Salatiga Gelar Ritual Tahunan Saparan
Kejaksaan Negeri Salatiga menyetorkan Rp150.297.670 hasil lelang 19 lot Barang Rampasan Negara ke Kas Negara, Kamis (20/8/2026). Lelang yang digelar melalui KPKNL Semarang pada 11–12 Agustus itu diikuti 66 peserta dan mencakup berbagai barang, mulai dari mobil, ponsel, pompa, penampungan air hingga tanah.
Eksekusi Tuntas, Kejaksaan Negeri Salatiga Setorkan Uang Ratusan Juta ke Kas Negara