URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Wakil kepala sekolah TK Pamardiyoga, Lia Puji Lestari, M.Pd. mengatakan, kegiatan yang dilakukan siswanya ini sebagai wujud kepedulian dan juga empati atas korban gempa bumi Cianjur dan Gunung Semeru beberapa saat yang lalu

Mbak Google

KABAR RASIKA

Bantu Ringankan Korban Cianjur dan Semeru, Siswa TK Pamardiyoga Gondoriyo Kumpulkan Koin Bencana

Bantu Ringankan Korban Cianjur dan Semeru, Siswa TK Pamardiyoga Gondoriyo Kumpulkan Koin Bencana

Bantu Ringankan Korban Cianjur dan Semeru, Siswa TK Pamardiyoga Gondoriyo Kumpulkan Koin Bencana

featured-img

RASIKAFM.COM|BERGAS – Ada pemandangan berbeda yang dilakukan oleh 47 siswa-siswi TK Pamardiyoga, dusun Setro desa Gondoriyo kecamatan Bergas kabupaten Semarang, Rabu (7/12/2022) pagi.

Bagaimana tidak jika biasanya setelah kegiatan apel pagi dan berdoa bersama, para siswa langsung masuk kekelas untuk memulai pelajaran, namun oleh guru, mereka dikumpulkan terlebih dahulu dihalaman sekolah untuk memanjatkan doa khusus bagi para korban gempa bumi Cianjur dan Gunung Semeru. Tidak sampai disitu siswa kemudian melakukan Aksi pengumpulan “koin bencana” yang ditujukan kepada para korban gempa Cianjur dan Semeru beberapa waktu yang lalu.

Kepada wartawan, wakil kepala sekolah TK Pamardiyoga, Lia Puji Lestari, M.Pd. mengatakan, kegiatan yang dilakukan siswanya ini sebagai wujud kepedulian dan juga empati atas korban gempa bumi Cianjur dan Gunung Semeru beberapa saat yang lalu “hal ini merupakan kegiatan spontanitas oleh siswa-siswi kami, hasil pengumpulan koin nantinya akan kami serahkan kepada IGTK Kecamatan Bergas yang kemudian disalurkan ke kabupaten” ungkap Lia kepada wartawan.

Pihaknya juga berharap dengan kegiatan pengumpulan koin peduli ini juga bisa melatih anak untuk beramal dan berbagi, Sehingga diharapkan akan menumbuhkan rasa sayang dan cinta anak kepada mereka yang membutuhkan. “harapan kita dengan kegiatan ini anak akan ingat jika ada saudaranya yang perlu dibantu, terlebih saat ia besar nanti” tambah KS yang sudah mengajar 10 tahun ini.

Bagi Nadin Nagita siswa TK Besar mengatakan ia merasa sangat prihatin dengan adanya musibah gempa Cianjur dan semeru, dia bahkan rela menyisihkan sebagian uang sakunya, dengan mengurangi jajan agar dapat menyumbang kepada para korban gempa. “saya lihat di televisi, banyak sekali korban gempa yang meninggal dunia bahkan tidak sedikit anak-anak sehingga saya merasa kasihan dan ikut menyumbangkan uang saku saya kepada mereka” ungkapnya sedih.

Sementara itu kegiatan pengumpulan koin peduli ini patut diapresiasi, di tengah kondisi TK yang berada di perkampungan terpencil. dengan ruang kelas yang apa adanya, jauh dari kesan mewah seperti tk pada umumnya.

Diakhir acara terkumpul dana sebesar Rp 550.000 yang kemudian diserahkan kepada IGTKI kecamatan di Bergas Kabupaten Semarang.

Wakil Kepala Sekolah TK Pamardiyoga, Lia Puji Lestari, M.Pd. Saat diwawancarai Rasika FM

 

BACA JUGA :

Rest Area Pendopo KM 456 Tol Semarang–Solo di Pabelan, Kabupaten Semarang, dipadati pengunjung pada Minggu (12/7/2026) bertepatan dengan hari terakhir libur sekolah. Ribuan pengguna jalan tol memanfaatkan rest area untuk beristirahat, menikmati kuliner UMKM, dan menggunakan berbagai fasilitas, sementara pengelola mencatat lonjakan sekitar 5.000 pengunjung di masing-masing sisi A dan B selama masa liburan.
Hari Terakhir Liburan, Rest Area Pendopo KM 456 Jadi Titik Singgah Favorit Keluarga
PT Mitra Anugerah Bumi Agung (MABA) menyatakan telah memenuhi tuntutan warga terkait aktivitas tambang galian C di Dusun Banyuurip, Desa Delik, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang, dengan memperbaiki 18 titik jalan, mengatur operasional kendaraan, dan melakukan penyiraman jalan. Perbaikan yang dimulai sejak 8 Juli 2026 itu dilakukan lebih cepat dari target sebagai tindak lanjut hasil audiensi bersama warga dan pemerintah.
PT MABA Klaim Penuhi Tuntutan Warga, Perbaiki 18 Titik Jalan di Jalur Tambang Delik–Tlompakan
Jallu Nusantara dan Fatayat NU Salatiga Jalin Kerja Sama Cegah Kekerasan
Jallu Nusantara dan Fatayat NU Salatiga Jalin Kerja Sama Cegah Kekerasan
Pendapatan Kabupaten Semarang 2027 Diproyeksi Turun Rp399,89 Miliar, Pemkab Siapkan APBD dengan Defisit Rp20 Miliar
Pendapatan Kabupaten Semarang 2027 Diproyeksi Turun Rp399,89 Miliar, Pemkab Siapkan APBD dengan Defisit Rp20 Miliar
Masuki Musim Kemarau PDAM Salatiga Pastikan Ketersediaan Air bagi Pelanggan
Masuki Musim Kemarau PDAM Salatiga Pastikan Ketersediaan Air bagi Pelanggan
Sekretaris Daerah Kabupaten Semarang Valeanto Soekendro dikukuhkan sebagai Ketua Korpri Kabupaten Semarang periode 2026–2031 di Pendopo Rumah Dinas Bupati Semarang, Kamis (9/7/2026). Ia akan mengusulkan penempatan ASN lebih dekat dengan domisili melalui Baperjakat untuk menekan biaya transportasi, sekaligus mendorong transformasi digital, solidaritas anggota, dan optimalisasi aset Korpri.
Ketua Korpri Kabupaten Semarang Usulkan ASN Bekerja Dekat Rumah demi Tekan Biaya Hidup

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

PT Mitra Anugerah Bumi Agung berkomitmen memperbaiki jalan rusak di Desa Tlompakan, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang, mulai 12 Juli 2026 setelah audiensi dengan warga dan DPRD Kabupaten Semarang, Jumat (3/7/2026). Warga juga menuntut pembatasan jam operasi, kelayakan armada, perbaikan drainase, dan rambu keselamatan. DPRD akan mendorong penghentian sementara tambang bila komitmen tidak direalisasikan.
DPRD Kabupaten Semarang Ultimatum Tambang Galian C di Tuntang: Taati Kesepakatan atau Operasional Ditutup!
Polres Salatiga menangkap sejumlah pelaku tawuran yang diduga terlibat dalam penyiraman air keras terhadap anak berusia 14 tahun di Jembatan depan Makam Ngemplak, Jalan Lingkar Selatan, Kamis (2/7/2026) dini hari. Empat pemuda ditetapkan sebagai tersangka kepemilikan senjata tajam tanpa izin setelah bentrokan yang dipicu tantangan melalui Instagram itu menyebabkan satu korban meninggal dunia.
Remaja Luar Kota Salatiga Tawuran di JLS, Anak 14 Tahun Meninggal usai Disiram Air Keras
Dua rumah warga milik Asfiah dan Tumadi di Dusun Cabean Kulon, Desa Karangduren, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, hangus terbakar pada Rabu (8/7/2026) sekitar pukul 11.30 WIB. Kebakaran diduga dipicu korsleting listrik dan cepat membesar karena bangunan berbahan kayu serta tiupan angin, sebelum tiga unit mobil pemadam berhasil melokalisasi api tanpa korban jiwa maupun luka.
Dua Rumah Kayu di Karangduren Tengaran Terbakar, Diduga karena Korsleting