URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Pemerintah Kota Salatiga melalui Dinas Sosial bekerja sama dengan Polres Salatiga, Satpol PP, Disdukcapil, dan Diskominfo menggelar operasi penjaringan Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) dan Pengamen Gelandangan Orang Terlantar (PGOT) di berbagai titik di Kota Salatiga, Selasa (7/5/2024).

Mbak Google

KABAR RASIKA

Banyak Aduan dari Masyarakat, Sejumlah PMKS dan PGOT Dijaring Satpol PP Salatiga

Banyak Aduan dari Masyarakat, Sejumlah PMKS dan PGOT Dijaring Satpol PP Salatiga

Banyak Aduan dari Masyarakat, Sejumlah PMKS dan PGOT Dijaring Satpol PP Salatiga

Sebagian PGOT yang berhasil diamankan Satpol PP
featured-img

RASIKAFM.COM | SALATIGA – Pemerintah Kota Salatiga melalui Dinas Sosial bekerja sama dengan Polres Salatiga, Satpol PP, Disdukcapil, dan Diskominfo menggelar operasi penjaringan Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) dan Pengamen Gelandangan Orang Terlantar (PGOT) di berbagai titik di Kota Salatiga, Selasa (7/5/2024). Kegiatan ini dilakukan sebagai upaya untuk memberikan kenyamanan dan keamanan bagi masyarakat, terutama merespon aduan yang diterima Pemkot Salatiga melalui berbagai kanal.

Basuki Tedjosugondo, S.H Kabid Rehabilitasi Sosial menyampaikan operasi ini bertujuan untuk menciptakan Kota Salatiga yang aman dan nyaman bagi seluruh masyarakat. “Banyak aduan yang kami terima dari masyarakat terkait keberadaan PMKS dan PGOT yang mengganggu ketertiban umum. Oleh karena itu, kami mohon bantuan kepada bapak ibu sekalian untuk bersama-sama menertibkan mereka untuk menciptakan kenyamanan masyarakat di Kota Salatiga. Tentu kita tindak dengan cara humanis saja, jangan menggunakan kekerasan, pemukulan maupun kontak fisik lainnya”. ujarnya.

Operasi penjaringan ini menyasar beberapa titik yang sering dijadikan tempat berkumpul PMKS dan PGOT, seperti di traffic light, taman dan beberapa tempat lainnya. Para petugas melakukan pendataan dan pemeriksaan identitas kepada para PMKS dan PGOT yang terjaring dalam operasi ini. Bagi PMKS dan PGOT yang terjaring, akan dilakukan pembinaan dan pendampingan oleh Dinas Sosial Kota Salatiga. Mereka akan diarahkan untuk mengikuti pelatihan keterampilan yang telah tersedia atau ditempat di panti yang telah bekerjasama dengan Dinas Sosial.

“Kami ingin membantu PMKS dan PGOT untuk keluar dari permasalahan mereka dan hidup mandiri. Oleh karena itu, kami akan memberikan pembinaan dan pendampingan agar mereka dapat kembali ke masyarakat dan hidup dengan layak”, tambah Basuki.

Sutarto, Kabid Ketertiban Umum, Ketentraman dan Pelindungan Masyarakat, menambahkan jika

Pemkot Salatiga juga mengajak seluruh masyarakat untuk berpartisipasi dalam menjaga keamanan dan ketertiban umum dengan melaporkan kepada aparat berwajib jika melihat adanya aktivitas yang mengganggu ketertiban umum. “Keterkaitan dengan Penegakan Perda, kami dari Satpol PP mendukung penuh kegiatan ini. Kami juga terus berupaya untuk memberikan pelayanan yang terbaik untuk masyarakat di Kota Salatiga dan sekitarnya”, ujar Sutarto,

Sutarto Kabid Ketertiban Umum, Ketentraman dan Pelindungan Masyarakat

BACA JUGA :

Polres Salatiga menegaskan seluruh penerbitan SIM di Satpas wajib mengikuti persyaratan administrasi serta ujian teori dan praktik. Klarifikasi itu disampaikan Kamis (13/8/2026) menyusul informasi dugaan pungli dan percaloan. Polisi memastikan tidak ada jalur khusus tanpa ujian dan akan menindak tegas apabila ditemukan keterlibatan anggota maupun pihak lain dalam praktik tersebut.
Polres Salatiga Bantah ada Jalur Instan Penerbitan SIM. "Calo Bukan Bagian dari Satpas"
WhatsApp Image 2026-08-12 at 22.08
Diduga Alami Rem Blong, Truk Tronton Tabrak Tiga Motor Di JLS Salatiga, Satu Orang Meninggal
bri
Dorong UMKM dan Kemajuan Ekonomi Daerah, BRI Cabang Salatiga Salurkan KUR Rp 944 Miliar Hingga Juli 2026
Kampung Keluarga Berkualitas Manggar Lestari, Desa Lerep, Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang, meraih juara pertama nasional pengelolaan Kampung KB 2026 dari Kemendukbangga/BKKBN. Prestasi tersebut diraih melalui keterlibatan masyarakat dalam pemberdayaan lansia, pendampingan anak dan balita, seni budaya, serta berbagai program untuk meningkatkan kualitas keluarga dan lingkungan.
Kampung KB Manggar Lestari Desa Lerep Juara Nasional, Bukan Sekadar Soal “Dua Anak Cukup”
BRI Kantor Cabang Salatiga menanggapi dugaan penyalahgunaan dana sekitar Rp40 miliar yang diduga melibatkan oknum pekerja dengan menghormati proses hukum di Polres Salatiga. Pada Rabu (12/8/2026), BRI menyatakan telah memproses PHK terhadap pekerja yang diduga terlibat fraud serta memperkuat pengawasan internal untuk menjaga kepercayaan nasabah.
Tanggapi Pemberitaan Dugaan Fraud Rp 40 Miliar, BRI Cabang Salatiga Tegaskan Hormati Proses Hukum
Sekitar 900 siswa SD hingga SMU di Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, mengikuti lomba tari keprajuritan pada Selasa (11/8/2026) untuk memeriahkan HUT RI ke-81 dan TMMD Reguler ke-129 di Desa Cukil. Kegiatan yang diawali flashmob itu sekaligus menjadi upaya melestarikan tari keprajuritan yang menggambarkan perjuangan merebut kemerdekaan.
Meriah! Ratusan Siswa di Tengaran ikuti Lomba Tari Keprajuritan

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Satreskrim Polres Semarang menetapkan TI (25) dan DPP (20) sebagai tersangka kasus pencurian dengan kekerasan yang menewaskan pemilik Royal Phone, Chandra Waskito, di Ambarawa, Kabupaten Semarang, Kamis (6/8/2026). Polisi mengungkap aksi tersebut direncanakan sehari sebelumnya dan dilakukan dengan memukul korban menggunakan palu sebelum kedua tersangka membawa 53 telepon genggam serta mobil korban ke Gubug, Grobogan. Keduanya kini dijerat pasal pencurian dengan kekerasan dan pembunuhan dengan ancaman pidana seumur hidup atau maksimal 20 tahun penjara.
Kronologi Perampokan Disertai Pembunuhan Bos Royal Phone Ambarawa, Korban Dihabisi Pakai Palu di Bagian Kepala
BRI Kantor Cabang Salatiga menanggapi dugaan penyalahgunaan dana sekitar Rp40 miliar yang diduga melibatkan oknum pekerja dengan menghormati proses hukum di Polres Salatiga. Pada Rabu (12/8/2026), BRI menyatakan telah memproses PHK terhadap pekerja yang diduga terlibat fraud serta memperkuat pengawasan internal untuk menjaga kepercayaan nasabah.
Tanggapi Pemberitaan Dugaan Fraud Rp 40 Miliar, BRI Cabang Salatiga Tegaskan Hormati Proses Hukum
Polres Semarang memastikan mayat yang ditemukan di dalam mobil Honda Jazz di wilayah Gubug, Kabupaten Grobogan, pada Jumat (7/8/2026), merupakan Chandra Waskito, pemilik konter Royal Phone di Kelurahan Pojoksari, Kecamatan Ambarawa. Korban diduga tewas akibat tindak pidana pencurian dengan kekerasan. Polisi masih memburu pelaku serta mengumpulkan keterangan saksi dan barang bukti untuk mengungkap kronologi serta motif kejahatan.
Polisi Pastikan Mayat dalam Mobil di Grobogan Bos Royal Phone Ambarawa

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved