Semarang – Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jawa Tengah (KPwBI Jateng) kembali melanjutkan agenda literasinya melalui Serial Bedah Buku Ketiga bertema “Refleksi Tiga Zaman (Sejarah, Sains, Filsafat) Menuju Bangsa Beradab”, Jumat (21/11/2025). Pada sesi kali ini, BI Jateng menghadirkan akademisi sekaligus penulis buku-buku filsafat populer, Fahruddin Faiz, untuk mengupas karyanya berjudul “Menaklukkan Kebahagiaan”.
Acara yang berlangsung di Aula Kantor BI Jateng ini diikuti oleh akademisi, mahasiswa, pegiat literasi, hingga pustakawan dari berbagai daerah di Jawa Tengah. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya Bank Indonesia memperkuat ekosistem literasi dan ruang dialog intelektual bagi masyarakat.
Buku untuk Menguatkan Peradaban
Dalam pemaparannya, Faiz menjelaskan bahwa buku Menaklukkan Kebahagiaan memuat gagasan tentang perjalanan manusia dalam menemukan makna hidup, mengolah batin, serta mencapai kebahagiaan melalui kematangan intelektual dan emosional.
“Sebetulnya ada banyak diksi selain ‘menaklukkan’, seperti mencari atau meraih kebahagiaan. Buya Hamka menggunakan istilah ‘merancang kebahagiaan’. Namun dalam konteks buku ini, ‘menaklukkan kebahagiaan’ lebih tepat dipahami sebagai menaklukkan diri untuk meraih kebahagiaan,” jelasnya.
Faiz juga menyinggung salah satu tokoh rujukan dalam bukunya, filsuf Bertrand Russell, yang menekankan bahwa kunci kebahagiaan terletak pada kemampuan seseorang mengelola dirinya. “Dimulai dari self love — mencintai diri sendiri terlebih dahulu — barulah kita bisa menebarkan cinta kepada orang lain,” ujarnya.
Harapan BI: Masyarakat Berilmu, Beretika, dan Beradab
Kepala KPwBI Jateng, Rahmat Dwisaputra, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan hanya sekadar bedah buku, tetapi bagian dari komitmen Bank Indonesia untuk mendukung pembangunan manusia Indonesia yang berkarakter.
“Acara ini diharapkan menjadi inspirasi agar kita terus belajar menjadi masyarakat yang berilmu, beretika, serta beradab,” tegasnya.
Rahmat juga mengajak peserta untuk memahami kehidupan secara utuh, termasuk menerima dinamika naik-turunnya pengalaman manusia. “Semoga Pak Faiz bisa merangkaikan pemahaman yang memberi pencerahan bagi kita. Bagaimana kita bisa bersikap, beretika, dan beradab,” tambahnya.

Ruang Literasi untuk Jawa Tengah
Serial Bedah Buku BI Jateng ini menjadi salah satu program rutin yang menggabungkan aspek literasi, penguatan nilai budaya, serta pengembangan perspektif masyarakat terhadap isu-isu keilmuan modern. Program ini juga menjadi wadah interaksi antara kalangan akademik, pemikir, dan praktisi kebudayaan.
Dengan menghadirkan tema refleksi lintas zaman — sejarah, sains, dan filsafat — BI Jateng ingin mendorong masyarakat untuk tidak hanya membaca, tetapi juga menafsirkan pengetahuan dengan kritis dan relevan bagi pembangunan bangsa.
Acara ditutup dengan sesi diskusi interaktif, di mana peserta dapat bertanya langsung kepada Fahruddin Faiz mengenai konsep-konsep kunci dalam bukunya, sertab bagaimana prinsip kebahagiaan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.