KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Bocah 9 Tahun di Salatiga ini Diserang Kucing Tetangga, Orang Tua Khawatir Anak Terkena Rabies

Bocah 9 Tahun di Salatiga ini Diserang Kucing Tetangga, Orang Tua Khawatir Anak Terkena Rabies

Bocah 9 Tahun di Salatiga ini Diserang Kucing Tetangga, Orang Tua Khawatir Anak Terkena Rabies

[@]M Ali Akbar Pratama, seorang bocah berumur 9 tahun warga Taman Mutiara RT 01 RW X, Jalan Intan E. 3 No. 38 Salatiga di serang seekor kucing tetangga. jumat (4/8/23) pagi.

Akibatnya, bocah kelas 3 SD tersebut mengalami luka serius di kaki kanan akibat gigitan serta cakaran di beberapa titik.

Menurut keterangan orang tua Erna Yunus (45), awal kejadian saat anaknya melakukan kegiatan normal mengeluarkan peliharaannya kucing anggora ke teras/ balkon lantai dua pada subuh sekira pukul 04.30 WIB.

“Awalnya normal, anak saya seperti biasa membantu mengeluarkan kucing peliharaan sendiri ke balkon lantai dua,” kata Erna kepada Rasika FM.

Ternyata, sesaat pintu dibuka terlibat kucing anggora milik tetangga sudah ada di atas dan diperkirakan masuk lewati genting rumah sebelah rumah korban pada dini hari.

Diduga dalam kondisi birahi, kucing anggora milik tetangga ini ingin ‘mengawini’ kucing anggora milik korban.

Oleh Ali, dirinya mencoba menghalau dengan tangan. Namun naas, seketika kucing anggora milik tetangga langsung menyerang membabi buta. Jeritan Ali, bahkan membangun dan mengejutkan warga sekitar.

“Anak saya menjerit-jerit dan suaranya membuat saya yang tengah berada di lantai pertama panik, langsung naik ke atas. Kakak yang ikut mendengar, langsung menarik kucing yang masih menggigit kaki kanan anak saya,” ujarnya.

Saat kucing milik tetangga berhasil di usir, Erna melihat luka terbuka dan gigit di dengkul kaki. Dengan darah yang mengucur, meminta bantuan tetangga kebetulan seorang dokter.

Usai kejadian, Erna yang terlihat masih belum puas dengan kondisi anaknya berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan, Dinas Peternakan dan Puskesmas wilayah setempat.

Yang dikhawatirkan anaknya mengalami gejala rabies. Mengingat, saat ini musim penyakit menular diakibatkan hewan liar.

“Tadi semua pihak datang melakukan pemeriksaan termasuk meminta kucing anggora milik Pak Arief warga RT sebelah untuk di karantina kurang lebih dua minggu, karena memang tadi dari pengakuan pemilik kucingnya belum di suntik rabies,” tandasnya.

Sedangkan anaknya, Ali Akbar harus menjalankan tindakan suntik rabies di RSUD Salatiga guna mencegah hal-hal terjangkitnya rabies.

Di tempat yang sama, Ketua RW X Perumahan Taman Mutiara Tingkir Tengah, Salatiga membenarkan kejadian itu. Bahkan ia pun berupaya berkoordinasi dengan berbagai pihak termasuk Babinsa dan Babinkamtibmas sebagai upaya pencegahan dini serta menengahi persoalan tersebut.

Sementara itu sejumlah pihak diantaranya Dinas Kesehatan, Dinas Peternakan, Puskesmas Sidorejo Kidul, Babinsa dan Babinkamtibmas terpantau mengunjungi korban Ali Akbar untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut atas kejadian tersebut.

Ali Akbar Pratama warga Taman Mutiara RT 01 RW X, Jalan Intan E. 3 No. 38 saat diperiksa Dinas Kesehatan, Dinas Peternakan, Puskesmas Sidorejo Kidul, bersama Babinsa dan Babinkamtibmas

Knowledge

Kabar Terkini

POPULER

Polres Semarang menyiapkan satuan tugas penegakan hukum untuk mengantisipasi perjudian atau praktik botoh dalam Pilkades serentak 2026. Pengamanan juga mencakup potensi konflik antarcalon dan isu lokal di 140 desa pada 19 kecamatan. Sebanyak 787 personel disiapkan dan diperkuat personel BKO serta satu SST Brimob dengan sistem rayonisasi.
Cegah Pilkades di Kabupaten Semarang Jadi Arena Judi, Polisi Siapkan Satgas Penegakan Hukum
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan cuaca Semarang dan Jawa Tengah pada Selasa, 6 Oktober 2026, didominasi kondisi cerah hingga berawan. Hasil pengamatan pukul 05.30 WIB mencatat suhu udara Semarang 27,7°C dengan kelembapan 75%. Suhu harian diprakirakan berkisar 27–36°C dengan kelembapan 40–75%, sedangkan hujan ringan berpotensi terjadi di sebagian pegunungan Jawa Tengah bagian tengah.
09 Oktober 2026: Cuaca Semarang Berawan, Hujan Ringan Berpotensi Terjadi di Pegunungan
Pemkab Semarang memperpanjang jatuh tempo pembayaran PBB-P2 hingga 31 Oktober 2026. Wajib pajak yang membayar sampai batas waktu tersebut tidak dikenai sanksi administrasi keterlambatan sebesar 1 persen. Kebijakan ini diambil untuk meringankan beban masyarakat sekaligus mendukung kesehatan fiskal dan likuiditas keuangan daerah.
Bayar PBB-P2 Sebelum 31 Oktober, Warga Kabupaten Semarang Bebas Denda
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama Bank Indonesia menggelar program stabilisasi harga dan hilirisasi pangan di Tarubudaya, Ungaran, Kabupaten Semarang, Senin (12/10/2026). Program ini menyediakan beras seharga Rp11.000 per kilogram dan cabai rawit merah Rp10.000 per kemasan 200 gram, sekaligus memperkuat produksi pertanian dan membantu pedagang menghadapi kenaikan biaya bahan baku.
Tekan Inflasi, BI dan Pemprov Jateng Gelar Tebus Murah 6 Ton Beras dan 600 Kg Cabai
[pekok2]