KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Bolos Kerja Sebulan lebih, Anggota Polres Salatiga Dipecat Tidak Hormat

Bolos Kerja Sebulan lebih, Anggota Polres Salatiga Dipecat Tidak Hormat

Bolos Kerja Sebulan lebih, Anggota Polres Salatiga Dipecat Tidak Hormat

Kapolres Salatiga, AKBP Ade Papa Rihi mencoret foto seorang anggota sebagai simbol Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) dalam upacara di Lapangan Bhayangkara, Senin (6/4/2026).

RASIKAFM.COM | SALATIGA – Briptu DP, seorang polisi dicoret sebagai simbol Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) dalam upacara di Lapangan Bhayangkara, Senin (6/4/2026).

Pelaksanaan PTDH tersebut dilakukan secara in absensia terhadap Briptu DP sebagai bentuk ketegasan institusi dalam menindak setiap pelanggaran yang mencederai kehormatan Polri.

Pelaksanaan PTDH secara in absensia ditandai dengan pemberian tanda silang pada foto Briptu DP. PTDH dilakukan lantaran anggota tersebut sudah lebih dari 30 hari mangkir tugas.

Sebelum dilakukan PTDH, Polres Salatiga telah melakukan berbagai upaya diantaranya peringatan dan beberapa sidang.

Kapolres Salatiga, AKBP Ade Papa Rihi menegaskan, hal ini menjadi pengingat bahwa profesi polri merupakan amanah dan kehormatan yang harus dijaga dengan penuh tanggung jawab.

“Setiap anggota dituntut untuk selalu berpegang teguh pada aturan, etika, serta nilai-nilai Tribrata dan Catur Prasetya dalamnya kehidupan kedinasan maupun bermasyarakat,” tegas AKBP Ade.

Sementara itu, dalam upacara tersebut, Polres Salatiga juga melaksanakan korps raport kenaikan pangkat pengabdian kepada personel yang telah menunjukkan dedikasi dan loyalitas selama masa dinasnya.

Selain itu, penghargaan juga diberikan kepada 32 anggota Polres Salatiga yang berprestasi. Di antaranya, Aiptu Hery Prasetyo beserta tim, atas aksi cepat, sigap, dan penuh kepedulian dalam menangani peristiwa kebakaran mobil pemudik, sehingga situasi dapat segera dikendalikan dan keselamatan masyarakat terjaga.

Kemudian, aksi simpatik Wakapolres Salatiga, Kompol R Arsadi, yang mendorong mobil pemudik yang mogok juga mendapatkan penghargaan dari Kapolres Salatiga

Tindakan tersebut menjadi wujud nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat, khususnya dalam memberikan perlindungan, pertolongan, dan rasa aman kepada warga yang membutuhkan, terlebih pada momentum arus mudik maupun balik, yang identik dengan mobilitas tinggi dan potensi kerawanan di lapangan

Kapolres Salatiga menegaskan, penghargaan maupun kenaikan pangkat pengabdian merupakan bentuk apresiasi institusi kepada anggota yang telah menunjukkan dedikasi, loyalitas, integritas, dan pengabdian terbaik dalam pelaksanaan tugas.

“Kenaikan pangkat pengabdian dan pemberian penghargaan merupakan bentuk apresiasi institusi kepada anggota yang telah menunjukkan loyalitas, dedikasi, dan kinerja yang baik. Namun, PTDH menjadi bukti bahwa Polri tidak mentolerir setiap bentuk pelanggaran yang dapat mencederai kehormatan institusi,” tuturnya.

Knowledge

Kabar Terkini

POPULER

Polres Semarang menyiapkan satuan tugas penegakan hukum untuk mengantisipasi perjudian atau praktik botoh dalam Pilkades serentak 2026. Pengamanan juga mencakup potensi konflik antarcalon dan isu lokal di 140 desa pada 19 kecamatan. Sebanyak 787 personel disiapkan dan diperkuat personel BKO serta satu SST Brimob dengan sistem rayonisasi.
Cegah Pilkades di Kabupaten Semarang Jadi Arena Judi, Polisi Siapkan Satgas Penegakan Hukum
Tuan Rumah 12 Cabor Porprov XVII, Salatiga Bidik Prestasi, Targetkan 51 Emas
Tuan Rumah 12 Cabor Porprov XVII, Salatiga Bidik Prestasi, Targetkan 51 Emas
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan cuaca Semarang dan Jawa Tengah pada Selasa, 6 Oktober 2026, didominasi kondisi cerah hingga berawan. Hasil pengamatan pukul 05.30 WIB mencatat suhu udara Semarang 27,7°C dengan kelembapan 75%. Suhu harian diprakirakan berkisar 27–36°C dengan kelembapan 40–75%, sedangkan hujan ringan berpotensi terjadi di sebagian pegunungan Jawa Tengah bagian tengah.
09 Oktober 2026: Cuaca Semarang Berawan, Hujan Ringan Berpotensi Terjadi di Pegunungan
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama Bank Indonesia menggelar program stabilisasi harga dan hilirisasi pangan di Tarubudaya, Ungaran, Kabupaten Semarang, Senin (12/10/2026). Program ini menyediakan beras seharga Rp11.000 per kilogram dan cabai rawit merah Rp10.000 per kemasan 200 gram, sekaligus memperkuat produksi pertanian dan membantu pedagang menghadapi kenaikan biaya bahan baku.
Tekan Inflasi, BI dan Pemprov Jateng Gelar Tebus Murah 6 Ton Beras dan 600 Kg Cabai
[pekok2]