KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Bupati Semarang Ingatkan Pentingnya Pendampingan Orang Tua dan Guru, Cegah Kenakalan Remaja Di Era Digital

Bupati Semarang Ingatkan Pentingnya Pendampingan Orang Tua dan Guru, Cegah Kenakalan Remaja Di Era Digital

Bupati Semarang Ingatkan Pentingnya Pendampingan Orang Tua dan Guru, Cegah Kenakalan Remaja Di Era Digital

Bupati Semarang Ngesti Nugraha, didampingi Camat Tengaran Sri Sulistyorini dan kades Karangduren Muhamad Noor Majid usai mengikuti acara senam bersama dan jalan sehat.Sabtu (31.8.2024) Arief Rasika

RASIKAFM.COM | TENGARAN – Kehadiran gempuran dunia digital saat ini membawa banyak tantangan baru bagi generasi muda, termasuk maraknya berita hoax dan bahaya tawuran yang dipicu oleh informasi palsu di media sosial. Hal itu disampaikan oleh Bupati Semarang, H. Ngesti Nugraha, SH MH, saat memberikan sambutan dalam acara senam dan jalan sehat “Semarak Peringatan HUT Kemerdekaan RI ke 79 Korwilcambidik Kecamatan Tengaran” dilapangan desa Karangduren Tengaran, sabtu 31.8.2024 pagi.

Kepada ratusan guru yang hadir, Bupati Semarang, Ngesti Nugraha, memberikan imbauan kepada para orang tua dan guru untuk selalu mendampingi serta mengawasi anak-anak dalam keseharian mereka.

“Kita tidak boleh lengah, seberapa sibuk pun, kita harus tetap memberikan perhatian dan kasih sayang kepada anak-anak kita. Jangan sampai mereka terjerumus dalam pengaruh negatif dari media sosial,” ujar Ngesti.

Ngesti menyoroti pentingnya sosialisasi bahaya narkoba yang dapat menghancurkan masa depan anak-anak. “Jika anak sudah terkena narkoba, masa depannya akan suram. Maka kita harus waspada dan mencegah hal itu terjadi,” jelasnya.

Bupati menekankan bahwa pengawasan harus komprehensif, baik dari sekolah oleh para guru maupun di rumah oleh orang tua. Pengaruh negatif lain seperti perundungan juga menjadi ancaman nyata yang perlu diwaspadai.

“Peran kita semua sangat penting. Anak-anak itu masih labil, jadi baik orang tua maupun guru harus berperan aktif dalam menjaga mereka,” tegasnya.

Tidak hanya pemerintah, Ngesti juga menyebutkan pentingnya keterlibatan aparat keamanan seperti Bhabinkamtibmas dan Babinsa dalam menjaga situasi tetap kondusif, aman, dan rukun di masyarakat.

Drs. Pujo Pramujito, anggota DPRD Kabupaten Semarang (Foto Arief Rasika)

Senada dengan Bupati Ngesti, Drs. Pujo Pramujito, anggota DPRD Kabupaten Semarang, menegaskan bahwa mencegah kenakalan remaja adalah tugas seluruh elemen masyarakat, termasuk orang tua, pendidik, ulama, dan aparat birokrasi.

“Kenakalan tidak hanya terjadi pada remaja, tapi juga pada orang dewasa. Ini adalah wabah yang harus kita atasi bersama,” ujarnya.

Pujo juga menggarisbawahi pentingnya peran orang tua dalam mengawasi penggunaan gadget oleh anak-anak, karena banyak kasus perundungan yang berawal dari media sosial.

“Ini adalah tantangan yang harus kita hadapi bersama. Dukungan dari semua lapisan masyarakat sangat dibutuhkan untuk melindungi anak-anak kita dari bahaya dunia digital,” ujar politisi gaek asal kecamatan Tengaran ini.

Bupati Semarang, H Ngesti Nugraha SH MH saat diwawancarai Rasika FM

Knowledge

Kabar Terkini

POPULER

Seorang siswa kelas 4 SD Hj Isriati Moenadi, Ungaran Timur, Kabupaten Semarang, berinisial R diduga menjadi korban perundungan oleh teman sekelas pada Rabu (23/9/2026). R mengalami sejumlah memar, luka di belakang telinga, bibir pecah, serta trauma setelah kejadian. Pihak sekolah mengaku telah memberikan konsekuensi kepada siswa yang terlibat dan menyiapkan pembinaan serta upaya pemulihan kondisi psikologis korban.
Diduga Jadi Korban Perundungan Berulang, Siswa SD Hj Isriati Moenadi Ungaran Alami Luka hingga Trauma
Wakil Wali Kota Salatiga Nina Agustin menyerahkan SK perpanjangan kontrak kepada 896 PPPK paruh waktu di Halaman Kantor Pemkot Salatiga, Senin (28/9/2026). Perpanjangan berlaku 1 Oktober 2026 hingga 30 September 2027 sebagai kelanjutan masa kerja dan tanggung jawab pelayanan pemerintahan. Pemkot juga meluncurkan tiga inovasi pengelolaan pendapatan daerah berbasis digital.
896 PPPK di Salatiga kembali Terima SK Perpanjangan Kontrak
Pemkab Semarang mendorong Wisata Edukasi Setepeng di Bergas Lor menjadi pusat pelatihan keterampilan bagi masyarakat, termasuk ASN dan non-ASN menjelang pensiun. Budidaya ayam petelur dan ikan menjadi salah satu pilihan usaha yang dapat dipelajari secara langsung. Kawasan seluas sekitar 2,2 hektare itu juga akan dikembangkan dengan tanaman buah dan komoditas lainnya.
Wisata Edukasi Setepeng Jadi Tempat Belajar Usaha, Bupati Semarang Sasar ASN Jelang Pensiun
11 Pendaftar Calon Pimpinan Baznas Salatiga Lolos Administrasi
11 Pendaftar Calon Pimpinan Baznas Salatiga Lolos Administrasi
[pekok2]