URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Mahasiswa Program Studi Psikologi Universitas Negeri Malang mengadakan kegiatan psikoedukasi untuk meningkatkan kesadaran siswa terhadap bahaya bullying di SMP N 10 Salatiga. Kegiatan ini dipimpin oleh Lintang Ayu Safira dan diikuti siswa kelas 7 dan 8 belum lama ini.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Cegah Bullying, Mahasiswa Psikologi UNM Gelar Psikoedukasi di SMP N 10 Salatiga

Cegah Bullying, Mahasiswa Psikologi UNM Gelar Psikoedukasi di SMP N 10 Salatiga

Cegah Bullying, Mahasiswa Psikologi UNM Gelar Psikoedukasi di SMP N 10 Salatiga

Mahasiswa Program Studi Psikologi Universitas Negeri Malang mengadakan kegiatan psikoedukasi untuk meningkatkan kesadaran siswa terhadap bahaya bullying di SMP N 10 Salatiga. Kegiatan ini dipimpin oleh Lintang Ayu Safira dan diikuti siswa kelas 7 dan 8 belum lama ini.
Foto dok Noer
Lintang mahasiswa psikologi UNM saat sampaikan materi anti bullying di SMP 10 Salatiga
featured-img

RASIKAFM.COM | SALATIGA – Sebagai upaya meningkatkan pemahaman dan kesadaran siswa terhadap bahaya bullying, mahasiswa Program Studi Psikologi Fakultas Psikologi Universitas Negeri Malang mengadakan kegiatan psikoedukasi di SMP N 10 Salatiga. Kegiatan yang diikuti siswa kelas 7 dan 8 belum lama ini.

Dalam siaran persnya Lintang Ayu Safira, mahasiswa sekaligus pemateri, memimpin jalannya edukasi menjelaskan, kegiatan ini dilatarbelakangi oleh masih tingginya angka kasus bullying di Indonesia, termasuk di Jawa Tengah. “Menurut data BPS Provinsi Jawa Tengah, terdapat lebih dari 2000 kasus kekerasan terhadap anak di bawah usia 18 tahun pada 2022 hingga 2023. Sementara itu, di Kota Salatiga sendiri tercatat 50 kasus bullying dalam dua tahun terakhir,” ungkap Lintang, Senin (16/12/2024).

Ia menambahkan, bullying dapat terjadi akibat berbagai faktor, mulai dari individu hingga lingkungan sosial. “Fenomena ini perlu dicegah dengan intervensi melalui keluarga, sekolah, dan individu. Salah satu cara yang efektif adalah dengan program psikoedukasi,” jelasnya, mengutip penelitian Fitria & Efendi (2022) dan Irwanti (2023), yang menunjukkan bahwa psikoedukasi mampu meningkatkan kesadaran siswa tentang bullying.

Metode Interaktif dan Efektif Kegiatan psikoedukasi ini disampaikan melalui metode ceramah dan tanya jawab. Materi meliputi definisi bullying, jenis-jenisnya, penyebab, dampak, dan cara menyikapinya. Selain itu, siswa diajak untuk memahami bahwa bullying berdampak negatif tidak hanya pada korban, tetapi juga pelaku dan pengamat.

“Kami juga memberikan pengetahuan tentang langkah-langkah yang bisa diambil siswa saat menghadapi atau menyaksikan bullying,” kata Lintang.

Sebagai tolok ukur, siswa diminta menjawab pertanyaan sebelum dan sesudah materi disampaikan. Hasilnya menunjukkan peningkatan pemahaman yang signifikan, dengan jawaban siswa yang lebih eksplisit dan rinci setelah sesi edukasi.

“Melalui kegiatan ini, kami berharap siswa semakin sadar akan pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman, bebas dari bullying,” pungkas Lintang.

Dengan langkah nyata seperti ini, harapan untuk menekan angka kasus bullying semakin besar, terutama di kalangan pelajar yang menjadi generasi penerus bangsa.

BACA JUGA :

Alumni dan peneliti Universitas Kristen Satya Wacana mengembangkan Mikoologi atau Mikoo, kit budidaya jamur tiram sebagai sarana belajar dan bermain anak sekaligus produk komersial. Riset yang berlangsung Maret–Mei 2025 itu mematangkan media tanam agar jamur tumbuh cepat, konsisten, dan aman dikonsumsi, sehingga membantu orang tua mengurangi waktu penggunaan gawai anak melalui aktivitas merawat tanaman.
Mahasiswa UKSW Riset Jamur Mikoologi, Berhasil Masuk ke Swalayan
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengikuti rute 5K Rupiah Borobudur Playon 2026 di kawasan Candi Borobudur, Kabupaten Magelang, Minggu (5/7/2026), sambil mendorong kursi roda putranya. Ajang yang diikuti sekitar 4.000 pelari ini digelar Bank Indonesia Jawa Tengah untuk mengedukasi cinta rupiah, menggerakkan UMKM, memperkuat sport tourism, serta menyalurkan sekitar Rp600 juta dana pendaftaran kepada 10 desa.
Sambil Dorong Kursi Roda Sang Anak, Ahmad Luthfi Ramaikan Rupiah Borobudur Playon 2026
Pemerintah Kabupaten Semarang melalui BKUD akan mengoptimalkan pajak parkir toko modern dan ritel setelah pembayaran pengelola dinilai belum sesuai perhitungan volume kendaraan. Kepala BKUD Rudibdo menyampaikan strategi tersebut di Ungaran, Kamis (2/7/2026), melalui sosialisasi kepada pengelola agar fasilitas parkir gratis tetap memenuhi kewajiban pajak sesuai regulasi dan meningkatkan pendapatan asli daerah.
Penerimaan Parkir Toko Modern di Kabupaten Semarang Tak Optimal, Ini Strategi BKUD Kejar Potensi Pajak Parkir
Puluhan remaja Pecinta dan Pelestari Alam Tengaran menebar 1.900 bibit ikan di aliran Sungai Serang, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, Minggu (5/7/2026). Aksi yang digagas Ketua RW 02 Dukuh Krajan, Sowam Ahmadi, menggunakan donasi warga untuk memulihkan ekosistem pascapencemaran limbah sekaligus mengedukasi generasi muda agar menjaga kelestarian sungai.
Jaga Kelestarian Alam, Remaja di Tengaran Tebar Ribuan Bibit Ikan di Sungai Serang
Sebanyak 4.000 pelari mengikuti Rupiah Borobudur Playon 2026 di kawasan Candi Borobudur, Kabupaten Magelang, Minggu (5/7/2026). Bank Indonesia Jawa Tengah bersama pemerintah daerah menggelar lomba 5K dan 10K untuk menggerakkan sport tourism, UMKM, edukasi rupiah, serta pengendalian inflasi, sekaligus menyalurkan lebih dari Rp600 juta dana pendaftaran bagi pengelolaan sampah di 10 desa sekitar Borobudur.
Semangat Sport Tourism, Ribuan Pelari Ramaikan Rupiah Borobudur Playon 2026
M. Iksan (55), warga Pungkursari, Kota Salatiga, merakit Yamaha Vixion 155 cc menjadi Jeep Willys mini berwarna hijau army selama tiga bulan dengan biaya sekitar Rp30 juta. Ia memadukan mesin motor, persneling serta kaki-kaki Daihatsu Zebra, lalu membentuk bodi dari rangka besi dan pelat agar kendaraan dapat digunakan melintasi jalan kota hingga tanjakan Bandungan.
Kreatif! Tukang Cat di Salatiga ini Sulap Motor Yamaha Vixion jadi Jeep Willys Mini

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Pengelola Warung Soemantri, Gani Nur Rahman, memprotes penutupan akses utama menuju lokasi usahanya di Jalan dr. O. Notohamidjojo, Blotongan, Kecamatan Sidorejo, Kota Salatiga, yang terjadi akibat pemasangan pagar oleh pihak lain. Kondisi tersebut dinilai menghambat pembangunan, menyulitkan pengunjung, serta berdampak pada rencana pengembangan warung sebagai ruang kreatif, edukasi, dan kawasan konservasi.
Pengelola Warung Soemantri Protes, Akses Pintu Masuk Ditutup Pagar
Satreskrim Polres Semarang menangkap seorang pelatih taekwondo berinisial R (52) atas dugaan pencabulan terhadap muridnya yang masih berusia 13 tahun di sebuah tempat latihan di Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang. Peristiwa yang terjadi pada 30 Maret 2026 itu dilaporkan keluarga korban ke polisi hingga berujung penangkapan tersangka pada Selasa (30/6/2026). Polisi menjerat tersangka dengan Undang-Undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual dan KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara yang dapat diperberat karena adanya relasi kuasa.
Aksi Bejat Pelatih Taekwondo di Ambarawa: Cabuli Muridnya Lalu Beri Uang Tutup Mulut
Pemerintah Kota Salatiga melalui Dinas Perdagangan menyiapkan Shelter Kridanggo sebagai pusat penataan Pedagang Kaki Lima (PKL) kuliner melalui program SIPEKAT. Rencana tersebut disampaikan dalam kegiatan diseminasi di Aula Dinas Perdagangan Kota Salatiga sebagai upaya menyelaraskan penataan ruang kota, fungsi jalan, dan pemberdayaan ekonomi pedagang melalui kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan serta sektor perbankan.
PKL Kuliner Salatiga akan Dipusatkan di Shelter Kridanggo