URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]

Mbak Google

KABAR RASIKA

Cegah Penyelundupan Obat-Obatan Terlarang, Lapas Semarang Tambah 6 CCTV

Cegah Penyelundupan Obat-Obatan Terlarang, Lapas Semarang Tambah 6 CCTV

Cegah Penyelundupan Obat-Obatan Terlarang, Lapas Semarang Tambah 6 CCTV

featured-img

RASIKAFM – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Semarang terus berupaya melakukan pencegahan terkait penyelundupan obat-obatan terlarang dengan modus melempar dari luar tembok Lapas.

Dalam upaya pencegahan tersebut, Lapas Semarang kini menambah enam Closed Circuit Television (CCTV) yang diletakan di setiap sudut area tembok terluar Lapas. Sementara di Lapas Semarang sendiri sudah terpasang 54 kamera pengintai yang tersebar di berbagai sudut Lapas.

”Kita tambah lagi 6 kamera CCTV pada tembok belakang Lapas yang bersampingan dengan lahan kosong warga sekitar,” ujar Kalapas Semarang, Supriyanto kepada halosemarang.id Kamis (7/10/2021).

Dia menerangkan, penambahan CCTV ini memang dikhususkan untuk memperkuat area-area yang berdekatan dengan tembok terluar Lapas. Pemasangan CCTV ini juga dimaksudkan agar petugas dapat mengontrol secara berkala situasi di setiap lingkungan wilayah Lapas.

Namun, dirinya memastikan bahwa hal tersebut tidak akan membuat petugas Lapas menganggap remeh pekerjaanya dalam melaksanakan tugasnya.

“Petugas tetap harus melaksanakan kontrol secara langsung kondisi dan keamanan lingkungan,” katanya.

“Hal ini penting untuk membantu deteksi dini gangguan keamanan serta membantu
petugas dalam melakukan pengawasan secara optimal,” tambahnya.

Dia mengakui, Lapas Semarang saat ini memang sedang rawan adanya penyelundupan barang terlarang seperti telepon genggam dan barang haram narkoba.

Halaman 1 dari 2

BACA JUGA :

pilkades 2026
Pilkades Kabupaten Semarang Tahap Pertama Digelar 14 Desember 2026, 140 Desa Bersiap
Ada Pemeliharaan Tol Semarang ABC, Sejumlah Lajur Arah Jatingaleh Terdampak
Ada Pemeliharaan Tol Semarang ABC, Sejumlah Lajur Arah Jatingaleh Terdampak
Seniman asal Bergas, Kabupaten Semarang, Sidik Gunawan, menuangkan keinginan menenangkan diri melalui karya pari corek bergambar Buddha yang sedang bersemedi di lahan sawah seluas 1.200 meter persegi. Ia memanfaatkan padi hijau dan Black Madras untuk membentuk gambar sekaligus mengembangkan potensi wisata dan ekonomi petani tanpa mengalihfungsikan lahan.
Keinginan Bersemedi yang Belum Terwujud, Dituangkan Sidik Gunawan Lewat Pari Corek Bergambar Sang Buddha
Ratusan warga dari sembilan desa dan empat kelurahan memadati Kantor Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, Selasa (25/8/2026), untuk mengikuti Kesenian Rakyat dan Expo Kecamatan Bergas serta KKN UPGRIS Berdampak 2026. Kegiatan tersebut menghadirkan produk UMKM lokal sekaligus memperkuat kolaborasi UPGRIS dan Pemerintah Kabupaten Semarang melalui program KKN.
Tanggal Merah! Ratusan Warga Bergas Meriahkan Expo KKN UPGRIS Berdampak 2026
Rencana pemindahan Lapas Kelas IIA Ambarawa, Kabupaten Semarang, ke lokasi baru di kawasan Jalan Lingkar Ambarawa belum terealisasi karena lahan masih berstatus zona hijau. Sembari menunggu kepastian pemanfaatan lahan, lapas tetap beroperasi dengan 507 warga binaan, jauh melebihi kapasitas ideal 222 orang.
Relokasi Lapas Ambarawa Terkendala Status Lahan, 507 Warga Binaan Masih Berdesakan
Karang Taruna Dharma Remaja Desa Manggihan, Getasan, Kabupaten Semarang, mengolah limbah sayuran dan buah menjadi biogas untuk memasak serta pupuk organik cair. Inovasi berbasis pengelolaan sampah dan energi alternatif tersebut mengantarkan mereka meraih juara pertama Lomba Karang Taruna Berprestasi 2026 tingkat Jawa Tengah dan mewakili Jateng di tingkat nasional.
Karang Taruna Manggihan Getasan Sulap Limbah Sayur Jadi Biogas, Juara 1 Jateng dan Melaju Nasional

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Warga Desa Pakopen, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, menemukan bayi perempuan yang masih hidup di bawah pohon mahoni, Senin (24/8/2026) sekitar pukul 16.40 WIB. Bayi ditemukan Slamet (73) saat mencari kayu bakar dan botol bekas di depan makam desa, lalu mendapat pertolongan medis dari bidan setempat. Polisi kini menyelidiki identitas orang tua dan pihak yang meninggalkannya.
Cari Kayu Bakar, Warga Bandungan Temukan Bayi Perempuan Terbungkus Plastik Di Bawah Pohon
Dilema Geothermal Ungaran-Telomoyo Menimbang Maslahat dan Mudarat Energi Bersih
Dilema Geothermal Ungaran-Telomoyo: Menimbang Maslahat dan Mudarat Energi Bersih

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved