URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Muhammad Jafran Multazam, memanggil nama Ganjar Pranowo berulangkali dari gendongan ibunya saat menyaksikan Gubernur Jawa Tengah itu mendampingi Presiden Joko Widodo dalam penanaman bibit kelapa genjah di Desa Giriroto, Ngemplak, Boyolali, Kamis (11/8/2022).

Mbak Google

KABAR RASIKA

Dampingi Jokowi, Serunya Ganjar Ajak Anak-anak Nyanyi

Dampingi Jokowi, Serunya Ganjar Ajak Anak-anak Nyanyi

Dampingi Jokowi, Serunya Ganjar Ajak Anak-anak Nyanyi

featured-img

BOYOLALI – Muhammad Jafran Multazam, memanggil nama Ganjar Pranowo berulangkali dari gendongan ibunya saat menyaksikan Gubernur Jawa Tengah itu mendampingi Presiden Joko Widodo dalam penanaman bibit kelapa genjah di Desa Giriroto, Ngemplak, Boyolali, Kamis (11/8/2022).

Puji, ibunya pun rela berdesakan dengan warga lain untuk memenuhi keinginan anaknya itu, setidaknya untuk bersalaman. Ganjar yang mengetahui itu, langsung mengulurkan tangan dan mengajak ngobrol bocah berusia 6 tahun tersebut.

“Siapa namanya? Kenal sama Pak Polisi itu atau Pak Tentara itu,” tanya Ganjar pada Jafran.

Lalu, politisi berambut putih itu memanggil salah seorang anggota TNI untuk ikut bergabung dan menyapa anak-anak.

“Ini salaman dulu sama Pak Tentara,” ucap Ganjar disambut senang oleh Jafran.

Sebelum kembali mendampingi Jokowi ke lokasi penanaman bibit kelapa genjah, Ganjar meminta Jafran untuk menyanyikan lagu “Balonku” dan “Sayang Semua”.

Puji, ibu Jafran mengaku bahwa anaknya memang suka sama Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Dalam acara tersebut, ia tidak ingin melewatkan kesempatan untuk bertemu dengan Ganjar.

“Iya (suka sama Pak Ganjar). Tadi disuruh nyanyi balonku ada lima, tapi anak saya nyanyi satu satu aku sayang ibu,” paparnya.

Ia menambahkan bahwa selain ngefans sama Gubernur, anaknya juga bercita-cita ingin menjadi tentara.

“Cita-cita mau jadi tentara, tadi dipanggilkan tentara (oleh Pak Ganjar),” tandasnya.

Dari informasi, Presiden Joko Widodo melakukan kunjungan kerja untuk penanaman bibit kepala genjah di dua lokasi. Yakni Desa Giritoto, Ngempal, Boyolali dan Desa Sanggang, Bulu, Sukoharjo.

BACA JUGA :

Rencana pengeboran panas bumi di kawasan Gunung Ungaran mulai membuat warga Desa Candi, Bandungan, Kabupaten Semarang, gelisah karena belum mendapat penjelasan langsung mengenai lokasi, mekanisme, dan dampaknya. Warga khawatir aktivitas tersebut memengaruhi sumber air dan pertanian, sementara pemerintah maupun pihak terkait belum melakukan sosialisasi secara menyeluruh kepada masyarakat.
Isu Pengeboran Gunung Ungaran Bikin Warga Candi Gelisah, Khawatir Sumber Air dan Pertanian Terdampak
DPRD Kabupaten Semarang meminta pemerintah daerah melakukan kajian menyeluruh sebelum pengembangan energi panas bumi Gunung Ungaran dilanjutkan, Senin (31/8/2026). Dewan menyoroti potensi dampak pengeboran lebih dari 2.000 meter terhadap kondisi geologi, lingkungan, sumber air, cagar budaya, serta manfaat ekonomi bagi masyarakat dan daerah.
Legislator Kabupaten Semarang Soroti Risiko Geothermal Ungaran, Ingatkan Dampak Pengeboran
Kejaksaan Negeri Salatiga memberikan penyuluhan hukum dan kampanye antikorupsi kepada sekitar 150 siswa SMAN 3 Salatiga melalui program Jaksa Masuk Sekolah, Senin. Kegiatan tersebut bertujuan menanamkan kesadaran hukum, kejujuran, integritas, dan tanggung jawab sejak dini, sekaligus mengenalkan bahaya HIV/AIDS serta pengelolaan sampah kepada para pelajar.
JMS di SMAN 3 Salatiga, Gandeng Berbagai Pihak, “Wujudkan Generasi Emas Anti Korupsi”
Pemkab Semarang menyiapkan anggaran hampir Rp16 miliar untuk pelaksanaan Pilkades serentak yang dijadwalkan pada 14 Desember 2026. Bupati Semarang Ngesti Nugraha mengatakan anggaran tersebut digunakan untuk mendukung seluruh tahapan Pilkades, dengan kebutuhan tambahan dipenuhi melalui efisiensi belanja yang tidak menjadi prioritas.
Pemkab Semarang Tambah Anggaran Pilkades, Belanja Tak Mendesak Jadi Sasaran Efisiensi
WhatsApp Image 2026-08-30 at 22.25
Meriah! Peringatan HUT Paguyuban PKL Setia Kawan ke-24 di Pasaraya Salatiga
WhatsApp Image 2026-08-30 at 21.48
85 Kontingen Meriahkan Pawai Pembangunan dan Budaya Kabupaten Semarang 2026, Hidupkan Semangat Palagan Ambarawa

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Arti Desil 1 sampai 10
Arti Desil 1 sampai 10
Warga Desa Pakopen, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, menemukan bayi perempuan yang masih hidup di bawah pohon mahoni, Senin (24/8/2026) sekitar pukul 16.40 WIB. Bayi ditemukan Slamet (73) saat mencari kayu bakar dan botol bekas di depan makam desa, lalu mendapat pertolongan medis dari bidan setempat. Polisi kini menyelidiki identitas orang tua dan pihak yang meninggalkannya.
Cari Kayu Bakar, Warga Bandungan Temukan Bayi Perempuan Terbungkus Plastik Di Bawah Pohon
Rencana pemindahan Lapas Kelas IIA Ambarawa, Kabupaten Semarang, ke lokasi baru di kawasan Jalan Lingkar Ambarawa belum terealisasi karena lahan masih berstatus zona hijau. Sembari menunggu kepastian pemanfaatan lahan, lapas tetap beroperasi dengan 507 warga binaan, jauh melebihi kapasitas ideal 222 orang.
Relokasi Lapas Ambarawa Terkendala Status Lahan, 507 Warga Binaan Masih Berdesakan

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved