URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Universitas Islam Negeri (UIN) Salatiga membangun Gedung Laboratorium Terpadu senilai Rp 42,4 miliar sebagai upaya menambah sarana prasarana untuk memperkaya ilmu mahasiswa. Proyek ini digagas oleh UIN Salatiga dengan pelaksanaan pembangunan berlokasi di lahan seluas 7.200 m² di lingkungan kampus, ditandai dengan penekanan sirine dan peletakan batu pertama oleh Rektor Prof Zakiyuddin Baidhawy.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Demi Mahasiswa, Kampus di Salatiga ini Bangun Laboratorium Senilai Rp 42.4 M

Demi Mahasiswa, Kampus di Salatiga ini Bangun Laboratorium Senilai Rp 42.4 M

Demi Mahasiswa, Kampus di Salatiga ini Bangun Laboratorium Senilai Rp 42.4 M

Universitas Islam Negeri (UIN) Salatiga membangun Gedung Laboratorium Terpadu senilai Rp 42,4 miliar sebagai upaya menambah sarana prasarana untuk memperkaya ilmu mahasiswa. Proyek ini digagas oleh UIN Salatiga dengan pelaksanaan pembangunan berlokasi di lahan seluas 7.200 m² di lingkungan kampus, ditandai dengan penekanan sirine dan peletakan batu pertama oleh Rektor Prof Zakiyuddin Baidhawy.
Foto dok IST
Peletakan batu pertama pembanggunan gedung
featured-img

RASIKAFM.COM | SALATIGA – Universitas Islam Negeri (UIN) Salatiga menambah sarana prasarana guna memberikan bekal ilmu lebih banyak kepada mahasiswanya. Melalui anggaran pemerintah, UIN Salatiga membangun Gedung Laboratorium Terpadu senilai Rp. 42.4 miliar.

Pelaksanaan pembangunan sudah dimulai dan ditandai dengan prosesi penekanan sirine serta peletakan batu pertama oleh rektor Prof Zakiyuddin Baidhawy.

Ketua PPK Dr Agus Suryo Suripto menjelaskan jika rencana pembangunan gedung Laboratorium Terpadu UIN Salatiga sudah dimulai sejak tahun 2023 dengan pembiayaan SBSN.

“Kita berencana membangun gedung tiga lantai di lahan seluas 7200m2 dengan pagu awal Rp. 79.9 milyar,” jelas Agus Suryo dalam sambutannya.

Namun seiring dengan adanya efisiensi, maka anggaran yang disetujui sebesar Rp 42.415 miliar namun tetap bangunan tiga lantai. Dengan anggaran tesebut maka belum semua akan berfungsi. Untuk fungsional hanya di lantai satu.

Dilantai itu ada daycare, perpustakaan dan beberapa laboratorium. “Diharapkan ada relaksasi ditahun 2026 sehingga bisa diselesaikan fungsionalnya dua lantai lainnya,” imbuh dia.

Laboratorium terpadu ini berisi banyak miniatur kegiatan masyarakat. Mulai dari lab bahasa, lab perbankan mini, lab bisnis hingga lab peradilan agama.

BACA JUGA :

Rencana pengeboran panas bumi di kawasan Gunung Ungaran mulai membuat warga Desa Candi, Bandungan, Kabupaten Semarang, gelisah karena belum mendapat penjelasan langsung mengenai lokasi, mekanisme, dan dampaknya. Warga khawatir aktivitas tersebut memengaruhi sumber air dan pertanian, sementara pemerintah maupun pihak terkait belum melakukan sosialisasi secara menyeluruh kepada masyarakat.
Isu Pengeboran Gunung Ungaran Bikin Warga Candi Gelisah, Khawatir Sumber Air dan Pertanian Terdampak
DPRD Kabupaten Semarang meminta pemerintah daerah melakukan kajian menyeluruh sebelum pengembangan energi panas bumi Gunung Ungaran dilanjutkan, Senin (31/8/2026). Dewan menyoroti potensi dampak pengeboran lebih dari 2.000 meter terhadap kondisi geologi, lingkungan, sumber air, cagar budaya, serta manfaat ekonomi bagi masyarakat dan daerah.
Legislator Kabupaten Semarang Soroti Risiko Geothermal Ungaran, Ingatkan Dampak Pengeboran
Kejaksaan Negeri Salatiga memberikan penyuluhan hukum dan kampanye antikorupsi kepada sekitar 150 siswa SMAN 3 Salatiga melalui program Jaksa Masuk Sekolah, Senin. Kegiatan tersebut bertujuan menanamkan kesadaran hukum, kejujuran, integritas, dan tanggung jawab sejak dini, sekaligus mengenalkan bahaya HIV/AIDS serta pengelolaan sampah kepada para pelajar.
JMS di SMAN 3 Salatiga, Gandeng Berbagai Pihak, “Wujudkan Generasi Emas Anti Korupsi”
Pemkab Semarang menyiapkan anggaran hampir Rp16 miliar untuk pelaksanaan Pilkades serentak yang dijadwalkan pada 14 Desember 2026. Bupati Semarang Ngesti Nugraha mengatakan anggaran tersebut digunakan untuk mendukung seluruh tahapan Pilkades, dengan kebutuhan tambahan dipenuhi melalui efisiensi belanja yang tidak menjadi prioritas.
Pemkab Semarang Tambah Anggaran Pilkades, Belanja Tak Mendesak Jadi Sasaran Efisiensi
WhatsApp Image 2026-08-30 at 22.25
Meriah! Peringatan HUT Paguyuban PKL Setia Kawan ke-24 di Pasaraya Salatiga
WhatsApp Image 2026-08-30 at 21.48
85 Kontingen Meriahkan Pawai Pembangunan dan Budaya Kabupaten Semarang 2026, Hidupkan Semangat Palagan Ambarawa

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Arti Desil 1 sampai 10
Arti Desil 1 sampai 10
Dilema Geothermal Ungaran-Telomoyo Menimbang Maslahat dan Mudarat Energi Bersih
Dilema Geothermal Ungaran-Telomoyo: Menimbang Maslahat dan Mudarat Energi Bersih
Kepala Dinsos Kabupaten Semarang Istichomah
Penerima Bansos Terindikasi Judol Bakal Dicoret, Dinsos Kabupaten Semarang Buka Pengajuan Sanggahan

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved