KAWAN PEMANDU JALAN

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

KABAR RASIKA

Diawali Suara Gemuruh, Talud Setinggi 8 Meter Longsor dan Timpa Rumah Warga di Ungaran

Diawali Suara Gemuruh, Talud Setinggi 8 Meter Longsor dan Timpa Rumah Warga di Ungaran

Diawali Suara Gemuruh, Talud Setinggi 8 Meter Longsor dan Timpa Rumah Warga di Ungaran

Warga bergotong royong menyelamatkan barang-barang yang masih tersisa dari rumah Jas'an akibat tertimpa longsoran talud, Rabu (5/11/2025). Foto: win

RASIKAFM.COM | UNGARAN – Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Ungaran dan sekitarnya pada Rabu (5/11/2025) mengakibatkan sejumlah bencana hidrometeorologi.

Sebuah talud setinggi 8 meter dengan panjang 10 meter longsor dan menimpa rumah Jas’an (74), warga Dusun Siroto, Desa Nyatnyono, Ungaran Barat. Akibatnya, bagian dapur, kamar, dan ruang tengah hancur.

Jas’an mengatakan, sebelum peristiwa nahas terjadi ia mendengar suara bergemuruh dari belakang rumahnya.

“Seperti dilempari kerikil, tiba-tiba atap ambruk,” ujarnya.

Ia yang berada di dalam rumah bersama istrinya langsung panik. Material atap berupa genteng dan kayu bahkan sempat menimpanya.

“Saya sempat kejepit dari bagian kaki sampai pinggang. Alhamdulillah masih diberi keselamatan, hanya luka sedikit di bagian tangan,” ungkapnya.

Sementara Kabid Kedaruratan Logistik Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Kabupaten Semarang Mediarso Tri Soelistyo menerangkan, peristiwa ini terjadi sekitar pukul 12.30 WIB.

“Penyebabnya karena hujan deras, sehingga talud di belakang rumah ambrol,” urainya.

Atas hal ini, pihaknya bersama warga melakukan penanganan. Sedangkan korban untuk sementara diungsikan ke rumah kerabatnya demi keselamatan.

“Korban akan kita usulkan untuk mendapatkan bantuan sosial kebencanaan tahap empat dari Pemkab Semarang melalui BPBD. Kejadian akan kita laporkan ke DPU, PMI, Baznas dan Dinsos,” imbuhnya. (win)

Kabar Terkini

POPULER

DPRD Kabupaten Semarang meminta sosialisasi rencana pengembangan geothermal Gunung Ungaran tidak menjadi formalitas agar masyarakat dapat menyatakan menerima atau menolak proyek tersebut. Wakil Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Semarang Said Riswanto menyampaikan hal itu di Ungaran, Kamis (10/9/2026), karena suara warga dinilai penting dalam proses pembangunan dan pengelolaan lingkungan.
DPRD Kabupaten Semarang Ingatkan Sosialisasi Geothermal Jangan Dianggap Persetujuan Warga
Menag MTQ Nasional di Semarang Jadi Pesta Rakyat Lintas Agama
Menag: MTQ Nasional di Semarang Jadi Pesta Rakyat Lintas Agama
Kota Semarang menjadi pusat pelaksanaan MTQ Nasional XXXI 2026 selama 10 hari, 11–20 September. Rangkaian dimulai dengan kedatangan kafilah dan Malam Ta’aruf, dilanjutkan pembukaan pada 12 September yang dijadwalkan dihadiri Presiden Prabowo Subianto. Kompetisi berlangsung 13–18 September, sebelum city tour, penutupan, dan kepulangan kafilah ke daerah masing-masing.
Catat Jadwalnya, MTQ Nasional XXXI Digelar 11-20 September di Semarang
Pawai Ta’aruf MTQ Nasional XXXI di Kota Semarang, Sabtu (12/9/2026), menampilkan keragaman budaya sekaligus semangat toleransi masyarakat. Wali Kota Semarang Agustina mengapresiasi keterlibatan masyarakat lintas agama dalam kegiatan tersebut. Lebih dari 1.000 peserta dari 38 kontingen mengikuti pawai sepanjang sekitar 2,5 kilometer dari Balai Kota menuju Kantor Gubernur Jawa Tengah.
Mandra "Sidoel" ikut Pawai Pembukaan MTQ di Semarang