KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Diduga Keracunan Makanan, Kakak Beradik asal Demak Meninggal Dunia

Diduga Keracunan Makanan, Kakak Beradik asal Demak Meninggal Dunia

Diduga Keracunan Makanan, Kakak Beradik asal Demak Meninggal Dunia

ilustrasi makanan beracun

SEMARANG – Dua warga Krajan Barat RT 1 RW 8, Desa Weding, Kecamatan Bonang Kabupaten Demak meninggal dunia usai diduga keracunan makanan tempe bacem. Dua korban ini merupakann kakak beradik yang bernama Nunziah (24) dan Nurul Afiyah (20).

Kapolres Demak, AKBP Budi Adhy Buono mengatakan, kejadian memilukan ini terjadi di rumah korban pada Selasa 2 Agustus 2022 sekitar pukul 11.30 WIB. Kejadian itu bermula saat ibu korban bernama Asfuriyah (44) membeli tempe yang dibeli dari warung tetangganya seharga Rp. 6000 sekira pukul 05.30 WIB.

Setelah sampai rumah, bahan pangan yang terbuat dari kedelai itu diolah oleh ibu korban menjadi tempe bacem pada pukul 07.00 WIB. Setelah hidangan disajikan, kemudian pada pukul 08.00 WIB, satu keluarga yang terdiri dari bapak, ibu dan dua anak memakan masakan tersebut.

Namun, nahas usai memakan tempe, kedua korban pada pukul 09.00 WIB mengalami muntah-muntah. Akan tetapi, ibu dan bapak korban tidak mengalami muntah-muntah.

“Kami mengamankan sejumlah barang sehubungan dengan sisa makanan atau minuman yang dikonsumsi oleh korban. Serta pakaian yang terkena muntahan korban,” ujar Budi dalam keterangan tertulis, Kamis (2/8/2022).

“Masakan tersebut dimakan oleh satu keluarga. Dua korban kemudian muntah-muntah, sedangkan bapak dan ibu korban tidak muntah-muntah. Korban langsung dibawa ke RSUD Demak. Dan pukul 11.30 WIB korban 1 dinyatakan meninggal dunia lalu disusul korban kedua pukul 15.30 WIB,” tambahnya.

Atas kejadian itu, polisi kemudian melalukan uji laboratorium terhadap makanan dan muntahan kedua korban untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Hal ini untuk mengetahui secara pasti penyebab korban meninggal dunia apakah dikarenakan oleh makanan tersebut.

“Kami sudah mengirim sampel makanan dan minuman yang di konsumsi korban ke Labfor (laboratorium forensik) Polda Jateng, untuk hasil masih menunggu,” imbuh Budi.

Knowledge

Tidak ada postingan.

Kabar Terkini

POPULER

Tim bola voli indoor putra Kabupaten Semarang mengalahkan Kabupaten Purbalingga dengan skor 3-1 pada Porprov XVII Jawa Tengah 2026 di GOR Pandanaran Wujil, Bergas, Selasa (27/10/2026). Sempat kalah pada set pertama, tuan rumah bangkit melalui perubahan strategi bertahan dan variasi serangan. Kemenangan ini mengantarkan Kabupaten Semarang ke babak berikutnya untuk menghadapi Kabupaten Kudus.
Sempat Tertinggal, Voli Indoor Putra Kabupaten Semarang Bangkit dan Singkirkan Kabupaten Purbalingga
Pemkot Semarang menertibkan sekitar 57 pedagang kaki lima di sepanjang Jalan Kaligawe Raya hingga perbatasan Demak, Selasa (3/11/2026). Penertiban dilakukan untuk membuka akses normalisasi drainase sepanjang hampir empat kilometer yang terhambat bangunan dan sampah. Langkah ini diharapkan memperlancar aliran air serta mengurangi potensi banjir di kawasan Kaligawe dan Genuk.
Penertiban PKL Kaligawe hingga Perbatasan Sayung Berlangsung Kondusif, Normalisasi Drainase Segera Dilakukan
BMKG memprakirakan cuaca Semarang pada Kamis, 29 Oktober 2026, pukul 07.00–19.00 WIB, cerah berawan hingga berawan pada pagi sampai siang hari, kemudian umumnya berawan dengan potensi hujan ringan hingga sedang pada sore hingga awal malam. Angin bertiup dari barat laut hingga timur dengan kecepatan 10–30 km/jam, suhu udara 27–34 derajat Celsius, dan kelembapan 45–90 persen.
29 Oktober 2026: Semarang Berpotensi Hujan, Jateng Waspadai Cuaca Ekstrem
Aisha Sofia Azzahra terpilih sebagai ketua pertama Forum Komunikasi OSIS SMP Kota Salatiga dalam musyawarah di Gedung DPRD Salatiga, Senin (2/11/2026). Kepengurusan yang dibentuk bersama Masyarakat Vokasi Indonesia (MAVI) tersebut menyiapkan program Salatiga Saling Jaga untuk mencegah perundungan dan mengenalkan jalur pelaporan yang aman bagi siswa.
Aisha Pimpin Forum OSIS SMP Salatiga, Usung Program Pencegahan Perundungan
[pekok2]