RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

KABAR RASIKA

Dinilai Miliki Energi Besar, Santri Diharap Jadi Penopang Ekonomi Negara

Dinilai Miliki Energi Besar, Santri Diharap Jadi Penopang Ekonomi Negara

Dinilai Miliki Energi Besar, Santri Diharap Jadi Penopang Ekonomi Negara

UNGARAN – Melihat potensi yang dimiliki oleh kaum santri, maka kesempatan yang dipunyai ‘kaum sarungan’ untuk menjadi salah satu penopang ekonomi negara dinilai terbuka lebar. Paling tidak, hal itu yang dikemukakan oleh Wakil Ketua DPR RI Muhaimin Iskandar saat menyikapi situasi negara saat ini.

Dikatakan Cak Imin (sapaan akrabnya), dalam menyelenggarakan sebuah negara tidak boleh bergantung kepada segelintir orang terlebih konglomerat. Sebab, bisa terjadi kebangkrutan jika pihak yang dijadikan tempat ketergantungan itu sudah ‘rontok’. Maka dari itu, kaum santri yang jumlahnya luar biasa besar dengan segala potensi yang dimiliki harus diberikan kesempatan untuk mengisi semua lini pembangunan.

“Hari ini sudah ada 100 negara di luar sana yang bangkrut. Indonesia alhamdulillah masih kokoh berdiri, ini harus dilanjutkan oleh para kaum muda,” ujarnya saat memberikan sambutan dalam acara Shalawat Kebangsaan dan launching Nibras Sahabat Santri di Ponpes Wali, Tuntang, Kabupaten Semarang, Rabu (17/8/2022) malam.

Menurutnya, kemampuan Indonesia untuk tetap berdiri sampai dengan hari ini tidak lepas dari tiga hal. Yang pertama keseriusan pemerintah dalam bekerja, kedua sikap bahu membahu mendukung upaya pemerintah, dan yang ketiga kesatuan masyarakat dalam menghadapi masa sulit.

“Ini yang harus kita dukung, jangan sampai Indonesia memiliki ketergantungan terutama ekonomi kepada pihak lain,” terangnya.

Cak Imin juga menegaskan sudah saatnya santri menjadi generasi penerus pembangunan bangsa. Jika dahulu santri diharapkan menjadi penopang ekonomi keluarga, maka sekarang santri harus menjadi penopang ekonomi bangsa.

“Negara ini penah bergantung kepada konglomerat, mereka rontok, kita susah lagi. Oleh karena itu kita bertekad negeri ini tidak boleh bergantung ke segelintir orang, santri harus jadi penopang ekonomi negeri. Mari bahu membahu menyiapkan generasi santri mengisi pembangunan nasional,” ungkapnya.

Ditanya mengenai langkah apa yang harus disiapkan untuk mewujudkan harapan tersebut, Ketua Umum PKB itu menyatakan akan berjuang dari segi anggaran negara agar bisa dimanfaatkan secara maksimal.

“Mohon doa restu, anggaran bagi kaum muda akan kita genjot lagi di tahun 2023 agar bisa diserap maksimal. Harapannya mereka yang memiliki energi besar bisa memberikan masa depan yang bagus dengan mengisi pembangunan ideologi, politik, sosial, budaya dan ekonomi serta merebut kualitas bersaing dengan negara lain,” tandasnya. (win)

BACA JUGA :

Pemkab Semarang tidak akan melakukan riset mandiri terkait rencana pengembangan geothermal Gunung Ungaran karena kewenangan berada di pemerintah pusat sebagai proyek strategis nasional. Bupati Semarang Ngesti Nugraha menyatakan Pemkab berperan sebagai fasilitator dan mendorong konsultasi publik agar kementerian, pemerintah daerah, stakeholder, serta masyarakat mendapat informasi terbuka mengenai potensi dan dampak proyek.
Pemkab Semarang Tegaskan Tak Akan Lakukan Riset Mandiri Geothermal Gunung Ungaran
Lapas Kelas IIB Purwodadi bersama Dinas Pertanian memperkuat pembinaan kemandirian warga binaan melalui Program Sekolah Tani. Pada tahap ketiga, warga binaan mempelajari budidaya bayam, kangkung, dan pisang Raja Bulu melalui teori serta praktik langsung di lahan Lapas Purwodadi. Program ini dilakukan untuk membekali warga binaan dengan keterampilan pertanian produktif sebelum kembali ke masyarakat.
Program Integrated Farming, Lapas Purwodadi Gelar Sekolah Tani
Sebanyak 8.100 porsi Ayam Kecap Rempah Nusantara dimasak serentak di sembilan kota Indonesia pada Minggu (6/9/2026), termasuk 750 porsi di Semarang. Kegiatan Bright Gas bersama pelanggan dan komunitas tersebut digelar untuk memperingati Hari Pelanggan Nasional sekaligus membidik pencatatan Rekor MURI.
Bukan Masak Biasa! 8.100 Porsi Ayam Kecap Diburu Jadi Rekor MURI, Semarang Sumbang 750 Porsi
Pemkab Semarang meminta PT PLN menunda sementara kajian dan rencana eksplorasi panas bumi di kawasan Gunung Ungaran, Jumat (4/9/2026). Bupati Semarang Ngesti Nugraha menyebut keputusan tersebut diambil untuk menjaga kondusivitas masyarakat di tengah kekhawatiran yang berkembang. Pemkab juga meminta PT Geo Dipa Energi meningkatkan komunikasi dan sosialisasi terkait kegiatan geothermal di Banyubiru.
Rencana Geothermal Gunung Ungaran Ditunda, Bupati Semarang Minta PLN Setop Kegiatan
Sebanyak 756 pekerja PT Sumber Graha Sejahtera (SGS) di Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, terkena PHK akibat efisiensi perusahaan pada 2026. Disnaker Kabupaten Semarang menyebut keputusan tersebut telah disepakati melalui perjanjian bersama, sementara pembayaran pesangon rata-rata Rp30 juta per pekerja dilakukan bertahap selama 10 bulan karena tekanan industri perkayuan.
756 Pekerja di Kabupaten Semarang Kena PHK, Disnaker Kawal Pembayaran Pesangon
Sejumlah warga yang tergabung dalam Aliansi Semar Gugat menggelar aksi tanda tangan massal menolak rencana pengeboran geothermal Gunung Ungaran di Basecamp Kendalisodo, Desa Samban, Bawen, Kabupaten Semarang, Rabu (2/9/2026). Mereka meminta rencana tersebut dikaji serius karena khawatir aktivitas pengeboran berdampak terhadap lingkungan dan sumber air masyarakat.
Gelombang Penolakan Pengeboran Gunung Ungaran Mulai Muncul, Sejumlah Komunitas Galang Tanda Tangan Massal

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Arti Desil 1 sampai 10
Arti Desil 1 sampai 10
Warga Dusun Kropoh, Desa Duren, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, menemukan bayi perempuan terkubur di kebun pada Kamis (3/9/2026) sore. Bayi ditemukan Gendro Susanto saat mencari rumput setelah melihat gundukan tanah baru. Polisi kemudian mengamankan lokasi dan melakukan penyelidikan untuk mengungkap kronologi serta pihak yang bertanggung jawab.
Curiga Gundukan Tanah Baru, Warga Bandungan Temukan Bayi Terkubur dan Terbungkus Daster
Tim Penilai Blackspot Therapy Polda Jawa Tengah melakukan survei dan penilaian Jalur Penyelamat di Jalan Lingkar Selatan (JLS) Salatiga, Selasa (1/9/2026), untuk memetakan potensi kerawanan kecelakaan. Tim memeriksa kondisi jalan, rambu, marka, fasilitas keselamatan, dan lingkungan sekitar sebagai dasar penyusunan rekomendasi penanganan.
Tim Polda Jateng Cek Jalur Penyelamat JLS Salatiga, Amati Situasi Lalin Penyebab Laka

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved

Lebar: px

Tinggi: px