URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Dinas Pendidikan Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Disdikbudpora) Kabupaten Semarang tidak melarang para peserta didik membawa dan memainkan latto-latto di lingkungan sekolah.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Disdikbudpora Kabupaten Semarang Tak Larang Pelajar Mainkan Latto-latto di Sekolah, Ini Alasannya

Disdikbudpora Kabupaten Semarang Tak Larang Pelajar Mainkan Latto-latto di Sekolah, Ini Alasannya

Disdikbudpora Kabupaten Semarang Tak Larang Pelajar Mainkan Latto-latto di Sekolah, Ini Alasannya

featured-img

RASIKAFM.COM|UNGARAN – Dinas Pendidikan Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Disdikbudpora) Kabupaten Semarang tidak melarang para peserta didik membawa dan memainkan latto-latto di lingkungan sekolah. Sejauh ini, belum ada laporan mengenai dampak negatif yang ditimbulkan oleh mainan tradisional jadul yang kini tengah digandrungi itu di Bumi Serasi.

Seperti yang dipaparkan oleh Kepala Disdikbudpora Kabupaten Semarang Sukaton Purtomo Priyatmo. Menurutnya, latto-latto hanyalah permainan biasa yang boleh dimainkan oleh siapapun. Ia justru mempersilakan para pelajar SD dan SMP untuk membawa mainan latto-latto ke lingkungan sekolah.

“Sangat kami perkenankan, itu kan hanya permainan anak-anak. Zaman saya kecil dulu juga main ethek-ethek (latto-latto),” ujarnya saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (17/1/2023).

Meski demikian, Katon (sapaan akrabnya) memberikan sejumlah catatan yang harus diperhatikan. Di antaranya adalah permainan itu hanya boleh dimainkan saat jam istirahat.

“Tentunya mainnya di luar jam pelajaran, kalau di kelas pasti tidak diperkenankan,” bebernya.

Katon menambahkan, justru permainan latto-latto ini membawa dampak positif bagi pelajar. Antara lain bisa mengenal kembali permainan tradisional, melatih keterampilan dan konsentrasi, serta mengurangi ‘kecanduan’ pelajar terhadap gadget.

“Kami persilakan main latto-latto, jangan game terus di hp atau laptop,” sambungnya.

Senada dengan apa yang disampaikan oleh Katon, Kepala SMP Negeri 5 Ungaran Kuswahyu Widiyanti mengungkapkan pihaknya juga tidak mempermasalahkan jika ada anak didiknya yang membawa latto-latto ke sekolah.

“Kalau di sekolah, prinsipnya kami membolehkan memainkan latto-latto asal di waktu dan tempat yang tepat. Jika saat pembelajaran pasti kami larang, ada waktu tersendiri saat istirahat tentunya dengan pendampingan guru,” paparnya.

Dijelaskannya, terdapat sejumlah dampak positif dari permainan latto-latto ini. Apalagi saat ini banyak pelajar yang kecanduan bermain game online lewat gawai. Menurutnya, dengan bermain latto-latto pelajar bisa mengalihkan perhatian dari layar gawainya.

“Selain itu, bisa melatih keterampilan motorik dan fokus anak sehingga bersampak positif bagi otak dan fisiknya,” imbuhnya.

Sementara salah seorang pelajar kelas VII SMPN 5 Ungaran Elang Raditya Putra mengaku senang bermain latto-latto meski sempat ditegur dan diarahkan oleh salah seorang guru pengampu mata pelajaran lantaran kedapatan tengah memainkannya saat belajar di kelas.

“Tadi sudah diingatkan bu guru untuk tidak mengulangi,” katanya. (win)

 

BACA JUGA :

Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen mengapresiasi Kepala SPPG Jati, Karanganyar, yang mencicipi menu MBG setelah tim dapur melaporkan aroma mencurigakan, Rabu (12/8/2026). Tindakan itu dilakukan untuk memastikan keamanan makanan sebelum didistribusikan. Pemprov Jateng menilai kejadian tersebut menjadi evaluasi untuk memperketat pengawasan kualitas program MBG.
Taj Yasin Apresiasi Kepala SPPG yang Cicipi Menu MBG Sebelum Dibagikan
Dugaan penyalahgunaan dana Kredit Ketahanan Pangan dan Energi (KKPE) mencuat dalam audiensi Gapoktan Ngudi Hasil Desa Pakopen dengan DPRD Kabupaten Semarang, Kamis (13/8/2026). Anggota kelompok mengaku menerima dana lebih kecil dari nilai kredit dalam akad, sementara kewajiban tetap berjalan. DPRD meminta Pemkab membentuk tim untuk memfasilitasi penyelesaian.
Dana Kredit Petani Pakopen Bandungan Diduga Diselewengkan, Kuasa Hukum: Ada Indikasi Korupsi
Kejaksaan Negeri Salatiga menyerahkan lima mobil hasil rampasan perkara penyalahgunaan BBM bersubsidi kepada pemenang lelang terbuka di KPKNL Semarang, Kamis (13/8/2026). Kendaraan tersebut sebelumnya dimodifikasi untuk mengangkut solar dalam jumlah besar dan menggunakan pelat nomor serta barcode BBM yang diduga telah diubah. Hasil lelang disetorkan kepada negara.
5 Mobil Pengangsu Solar Dilelang, Uangnya Masuk ke Kas Negara
Warga Desa Cukil, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, menggelar kenduri dan makan bersama di atas jalan yang baru selesai dibeton saat penutupan TMMD Reguler ke-129, Kamis (13/8/2026). Tradisi tersebut menjadi ungkapan syukur atas pembangunan jalan sepanjang sekitar 1,2 kilometer yang menghubungkan Cukil dengan Kemetul dan memperpendek akses warga.
Luapkan Rasa Syukur, Warga Cukil Gelar Kenduri di Atas Jalan yang Baru Selesai Dicor
Kejaksaan Negeri Salatiga memperkuat sinergi dengan insan pers melalui kegiatan koordinasi di Joglo 3 Kejari Salatiga, Kamis (13/8/2026), untuk mendukung Program Kerja Intelijen 2026. Kejari mendorong media menyampaikan informasi penegakan hukum secara profesional, transparan, akurat, dan berimbang sekaligus meningkatkan kesadaran hukum masyarakat.
Gelar Konsolidasi Kejaksaan ajak Kopdar Perdana dengan Insan Media di Salatiga
Kampung Keluarga Berkualitas Manggar Lestari, Desa Lerep, Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang, meraih juara pertama nasional pengelolaan Kampung KB 2026 dari Kemendukbangga/BKKBN. Prestasi tersebut diraih melalui keterlibatan masyarakat dalam pemberdayaan lansia, pendampingan anak dan balita, seni budaya, serta berbagai program untuk meningkatkan kualitas keluarga dan lingkungan.
Kampung KB Manggar Lestari Desa Lerep Juara Nasional, Bukan Sekadar Soal “Dua Anak Cukup”

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Satreskrim Polres Semarang menetapkan TI (25) dan DPP (20) sebagai tersangka kasus pencurian dengan kekerasan yang menewaskan pemilik Royal Phone, Chandra Waskito, di Ambarawa, Kabupaten Semarang, Kamis (6/8/2026). Polisi mengungkap aksi tersebut direncanakan sehari sebelumnya dan dilakukan dengan memukul korban menggunakan palu sebelum kedua tersangka membawa 53 telepon genggam serta mobil korban ke Gubug, Grobogan. Keduanya kini dijerat pasal pencurian dengan kekerasan dan pembunuhan dengan ancaman pidana seumur hidup atau maksimal 20 tahun penjara.
Kronologi Perampokan Disertai Pembunuhan Bos Royal Phone Ambarawa, Korban Dihabisi Pakai Palu di Bagian Kepala
Satreskrim Polres Semarang mengungkap kasus perampokan yang menewaskan pemilik Royal Phone, Chandra Waskito, melalui jejak salah satu tersangka saat menggunakan jasa ojek online dari Grobogan menuju Ambarawa. Polisi menelusuri pengemudi GoRide yang menerima satu unit handphone sebagai pembayaran hingga memperoleh identitas tersangka. Penyidik juga menyebut motif perkara berkaitan dengan persoalan ekonomi dan masih melengkapi berkas sebelum diserahkan kepada kejaksaan.
Terungkap Lewat Histori Ojol, Perampok Royal Phone Bayar Gojek Pakai HP Hasil Kejahatan
Tim gabungan kepolisian mengamankan dua terduga pelaku kasus dugaan perampokan yang menewaskan pemilik konter Royal Phone, Chandra Waskito, di Kelurahan Pojoksari, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang. Penangkapan dilakukan di Kota Semarang dan Kabupaten Semarang pada Jumat (7/8/2026), kurang dari 48 jam setelah kejadian, setelah polisi mengembangkan penyelidikan dengan melibatkan Polda Jawa Tengah, Polres Semarang, dan Polres Grobogan untuk mengungkap peran serta kemungkinan keterlibatan pihak lain.
Misteri Perampokan Royal Phone Ambarawa Terkuak, Polisi Ringkus Dua Terduga Pelaku

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved