URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Dishub Kabupaten Semarang menegaskan kendaraan ODOL tidak akan diluluskan uji KIR. Kebijakan ini disampaikan Plt Kepala Dishub Djoko Noerjanto di Kantor Dishub Kabupaten Semarang pada Selasa, 30 Desember 2025. Langkah ini diambil untuk menjamin keselamatan lalu lintas melalui uji teknis ketat dan pengawasan rutin.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Dishub Kabupaten Semarang Tegaskan Kendaraan ODOL Tak Lolos Uji KIR

Dishub Kabupaten Semarang Tegaskan Kendaraan ODOL Tak Lolos Uji KIR

Dishub Kabupaten Semarang Tegaskan Kendaraan ODOL Tak Lolos Uji KIR

Plt Kepala Dishub Kabupaten Semarang Djoko Noerjanto mendampingi penguji yang sedang mengecek tingkat keterangan sinar lampu kendaraan saat uji KIR, Selasa (30/12/2025). Foto: win
Plt Kepala Dishub Kabupaten Semarang Djoko Noerjanto mendampingi penguji yang sedang mengecek tingkat keterangan sinar lampu kendaraan saat uji KIR, Selasa (30/12/2025). Foto: win
featured-img

RASIKAFM.COM | UNGARAN – Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Semarang menegaskan kendaraan over dimension over loading (ODOL) tidak akan diluluskan dalam uji KIR. Kebijakan ini diterapkan sebagai bentuk ketegasan pemerintah untuk menjamin keselamatan lalu lintas dan memastikan kendaraan angkutan benar-benar laik jalan.

Plt Kepala Dishub Kabupaten Semarang, Djoko Noerjanto, mengatakan saat ini tidak ada lagi toleransi bagi kendaraan ODOL. Jika sebelumnya masih dalam tahap sosialisasi, kini kendaraan yang tidak sesuai dimensi dan muatan langsung dinyatakan tidak lolos uji KIR.

“Kalau sekarang sudah tidak sosialisasi lagi. Kendaraan ODOL langsung tidak kami luluskan. Silakan disesuaikan dulu dimensinya, baru bisa diuji kembali,” tegas Djoko ditemui di ruang uji KIR Kantor Dishub setempat, Selasa (30/12/2025).

Ia menjelaskan, uji KIR dilakukan dengan tahapan dan alat uji yang lengkap, mulai dari uji emisi, uji kolong kendaraan, penimbangan berat, pemeriksaan arah kemudi, lampu utama, kebisingan, klakson, hingga sistem pengereman. Seluruh proses tersebut bertujuan memastikan kendaraan aman saat beroperasi di jalan.

“Dalam sehari kami melayani rata-rata 20 hingga 50 kendaraan, sekitar 5 sampai 10 persen kendaraan tidak lolos uji, dan sebagian besar disebabkan oleh ketidaksesuaian teknis, termasuk pelanggaran dimensi dan muatan,” ungkapnya.

Menurut Djoko, kendaraan ODOL sangat berisiko terhadap keselamatan. Meski kendaraan dinyatakan lulus uji teknis, pelanggaran muatan berlebih di lapangan dapat membuat sistem pengereman dan kendali kendaraan tidak berfungsi optimal.

“Uji KIR menjadi indikator kendaraan laik jalan. Tapi ketika di jalan kendaraan membawa muatan berlebih, risiko kecelakaan meningkat,” jelasnya.

Pihaknya juga menyoroti masih rendahnya kesadaran pemilik kendaraan dalam melakukan uji KIR secara berkala, meskipun saat ini retribusi telah dibebaskan.

“Kondisi ini turut berkontribusi pada potensi kecelakaan lalu lintas,” terangnya.

Untuk pengawasan, Dishub bersama kepolisian rutin menggelar operasi laik jalan, baik di jalan raya maupun terminal.

“Khusus event tertentu seperti libur panjang dan hari besar, penguji dan penyidik melakukan pengawasan di kawasan wisata seperti Bandungan, guna memastikan kendaraan angkutan memenuhi persyaratan teknis dan perizinan,” paparnya.

Rohmat (24), pengemudi truk muatan cabai asal Madiun mengaku lebih awal melakukan uji KIR kendaraannya. Pasalnya, ia harus segera mengirim muatannya ke wilayah Sumatera.

“Harusnya uji KIR-nya masih 1 Januari, tapi besok pagi harus kirim cabai sehingga dimajukan hari ini,” katanya.

Ia juga mengaku tak pernah absen uji KIR. Hal ini dilakukan secara rutin karena menyangkut faktor keselamatan di jalan.

“Saya biasa kirim ke luar pulau, kadang ambil dari Magelang kirim ke Medan sehingga kendaraan harus dalam kondisi prima,” pungkasnya. (win)

BACA JUGA :

Purna Paskibraka Indonesia (PPI) Kota Salatiga menerjunkan 30 anggotanya untuk mendukung pelaksanaan TMMD Reguler ke-129 Kodim 0714/Salatiga di Desa Cukil, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang. Ketua PPI Kota Salatiga Aditya Ramadhan menyebut kolaborasi bersama TNI dan masyarakat ini menjadi bentuk pengabdian sekaligus pengalaman perdana yang diharapkan memperkuat semangat gotong royong.
Terjun Langsung Bantu TMMD, PPI Salatiga bantu Kegiatan Kemasyarakatan
Gus Rozin Tegaskan 5 Pilar Strategis NU Dari Kemandirian Jam’iyah hingga Peran Global
Gus Rozin Tegaskan 5 Pilar Strategis NU: Dari Kemandirian Jam’iyah hingga Peran Global
Proyek wisata Jateng Valley di Kelurahan Susukan, Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang, hingga kini belum kembali dilanjutkan setelah terhenti sejak pandemi COVID-19. Kondisi tersebut disampaikan warga dan pemerintah kelurahan, Senin (3/8/2026), yang berharap pembangunan segera diteruskan agar kawasan kembali hidup, membuka lapangan kerja, dan menggerakkan perekonomian masyarakat sekitar.
Mangkraknya Jateng Valley, Warga Menanti Proyek Wisata Kembali Hidup
Sebanyak 250 siswa sekolah dasar dari Solo Raya, Sleman, dan Bantul mengikuti psikotes gratis pemetaan bakat dan minat di Aula Lantai 2 Masjid Raya Sheikh Zayed Solo, Minggu (2/8/2026). Kegiatan kolaborasi Beehive Tumbuh Ngremboko Salatiga, Masyarakat Vokasi (Mavi), dan Takmir Masjid Raya Sheikh Zayed Solo ini bertujuan membantu orang tua mengenali potensi, karakter, dan minat anak sebagai dasar pendampingan serta pengembangan pendidikan yang lebih tepat.
250 Anak Antusias ikuti Psikotes Gratis di Masjid Raya Sheikh Zayed Solo
Pemerintah Kota Salatiga memberikan penghargaan kepada pemenang Lomba Kreativitas dan Inovasi Masyarakat (Krenova) 2026 dalam apel pagi di Kantor Pemerintah Kota Salatiga, Senin (3/8/2026). Penghargaan diserahkan Wali Kota Salatiga, dr. Robby Hernawan, sebagai apresiasi atas inovasi yang mampu menjawab persoalan masyarakat, meningkatkan kualitas pelayanan publik, serta mendorong budaya inovasi yang berkelanjutan.
Pemkot Salatiga Anugerahi Pemenang Krenova 2026, Inovasi harus Jawab Persoalan
Bupati Semarang Ngesti Nugraha
Pertumbuhan Kawasan Industri Picu Permukiman Baru, Pemkab Semarang Siapkan Penataan

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Bupati Semarang Ngesti Nugraha
Pertumbuhan Kawasan Industri Picu Permukiman Baru, Pemkab Semarang Siapkan Penataan
Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-129 Tahun Anggaran 2026 resmi dilaksanakan di Desa Cukil, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, selama 15 Juli hingga 13 Agustus 2026. Komandan Kodim 0714/Salatiga Fajar Hapsari Nugroho menyatakan program ini berfokus pada pembangunan jalan rabat beton sepanjang 1,25 kilometer yang menghubungkan Desa Cukil dan Desa Kemetul, disertai pembangunan rumah tidak layak huni, rehabilitasi fasilitas ibadah, serta pemberdayaan masyarakat guna meningkatkan akses dan kesejahteraan warga.
TMMD Reguler ke-129 di Kabupaten Semarang Resmi Bergulir, Perkuat Infrastruktur dan Ekonomi Warga
Ratusan Warga Meriahkan Gelar Pasar Murah dan Cek Kesehatan di Kejari Salatiga
Ratusan Warga Meriahkan Gelar Pasar Murah dan Cek Kesehatan di Kejari Salatiga

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved