URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Semarang mencanangkan program Eazy Pasport untuk memudahkan masyarakat dalam memperpanjang pasport calon jemaah haji (calhaj) yang kadaluarsa.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Eazy Pasport, Terobosan Kemenag Kabupaten Semarang Mudahkan Calhaj Urus Dokumen Perjalanan

Eazy Pasport, Terobosan Kemenag Kabupaten Semarang Mudahkan Calhaj Urus Dokumen Perjalanan

Eazy Pasport, Terobosan Kemenag Kabupaten Semarang Mudahkan Calhaj Urus Dokumen Perjalanan

featured-img

UNGARAN – Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Semarang mencanangkan program Eazy Pasport untuk memudahkan masyarakat dalam memperpanjang pasport calon jemaah haji (calhaj) yang kadaluarsa.

Kepala Seksi Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kantor Kemenag Kabupaten Semarang Titik Halimah, mengatakan tujuan adanya program ini untuk membantu calon jamaah haji dalam pengurusan dokumen.

“Program jemput bola ini ditujukan kepada para calhaj untuk mengurus dokumen perjalanan, baik membuat baru ataupun perpanjangan,” jelasnya.

Pengadaan program ini bekerja sama dengan Kantor Imigrasi Kabupaten Semarang dan akan menguntungkan calon jemaah haji dari segi waktu.

“Karena kalau pergi ke Kantor Imigrasi Semarang, itu harus melakukan update data terlebih dahulu. Dengan Eazy Pasport ini maksimal tiga hari jadi,” ucapnya.

Diterangkan Titik, saat ini sudah ada 35 calhaj yang sedang melakukan pengurusan pasport tersebut.

“Dari tahun 2020 hingga 2021 calon jemaah haji lunas di Kabupaten Semarang ada 752. Untuk pasport yang expired saat ini kurang lebih 35 jemaah,” urainya.

Rencananya, kedepan Kemenag Kabupaten Semarang akan melakukan program ini. Apabila Indonesia mulai mendapat undangan untuk bisa memberangkatkan calon jemaah haji.

“Ini baru perdana, insyaallah kita akan selalu mengadakan karena menguntungkan calon jemaah haji,” tuturnya.

Dengan adanya program eazy pasport ini nantinya calhaj di Kabupaten Semarang yang menunggu gilaran berangkat, supaya bisa langsung berangkat tanpa melakukan pengurusan dokumen.(win)

BACA JUGA :

Seorang pecinta reptil, Galih Rizky F (20), terjatuh ke jurang sedalam sekitar 40 meter saat melakukan herping di kawasan Curug Lawe Benowo Kalisidi (CLBK), Ungaran Barat, Kabupaten Semarang, Jumat (28/8/2026) malam. Tim SAR gabungan mengevakuasi korban sekitar 2,5 jam kemudian dengan teknik HART. Korban mengalami cedera kepala, lengan, dan tungkai.
Pecinta Reptil Terjatuh ke Jurang 40 Meter Saat Herping di CLBK Ungaran
Polres Semarang mengamankan pelajar berinisial YA (16) yang diduga hendak melakukan duel satu lawan satu di Jalan Lingkar Ambarawa, Kabupaten Semarang, Rabu (26/8/2026) dini hari. Polisi menemukan celurit sepanjang sekitar 130 sentimeter yang dibawa YA setelah ajakan duel diduga disepakati melalui media sosial.
Viral Pelajar Bawa Celurit 1,3 Meter di Ambarawa, Polisi Gagalkan Rencana Duel
Kepala Dinsos Kabupaten Semarang Istichomah
Penerima Bansos Terindikasi Judol Bakal Dicoret, Dinsos Kabupaten Semarang Buka Pengajuan Sanggahan
pilkades 2026
Pilkades Kabupaten Semarang Tahap Pertama Digelar 14 Desember 2026, 140 Desa Bersiap
Ada Pemeliharaan Tol Semarang ABC, Sejumlah Lajur Arah Jatingaleh Terdampak
Ada Pemeliharaan Tol Semarang ABC, Sejumlah Lajur Arah Jatingaleh Terdampak
Seniman asal Bergas, Kabupaten Semarang, Sidik Gunawan, menuangkan keinginan menenangkan diri melalui karya pari corek bergambar Buddha yang sedang bersemedi di lahan sawah seluas 1.200 meter persegi. Ia memanfaatkan padi hijau dan Black Madras untuk membentuk gambar sekaligus mengembangkan potensi wisata dan ekonomi petani tanpa mengalihfungsikan lahan.
Keinginan Bersemedi yang Belum Terwujud, Dituangkan Sidik Gunawan Lewat Pari Corek Bergambar Sang Buddha

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Warga Desa Pakopen, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, menemukan bayi perempuan yang masih hidup di bawah pohon mahoni, Senin (24/8/2026) sekitar pukul 16.40 WIB. Bayi ditemukan Slamet (73) saat mencari kayu bakar dan botol bekas di depan makam desa, lalu mendapat pertolongan medis dari bidan setempat. Polisi kini menyelidiki identitas orang tua dan pihak yang meninggalkannya.
Cari Kayu Bakar, Warga Bandungan Temukan Bayi Perempuan Terbungkus Plastik Di Bawah Pohon
Dilema Geothermal Ungaran-Telomoyo Menimbang Maslahat dan Mudarat Energi Bersih
Dilema Geothermal Ungaran-Telomoyo: Menimbang Maslahat dan Mudarat Energi Bersih

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved