URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Empat pelajar SMK dan MTs dari Kabupaten Demak diamankan oleh petugas Satpol PP Kabupaten Semarang saat membolos dan nongkrong di alas karet (alaska) Desa Gondoriyo, Bergas, pada Senin (9/9/2024) pukul 08.30 WIB. Mereka ditemukan masih mengenakan seragam sekolah dan mengaku ingin 'ngadem' sambil nongkrong dan minum kopi.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Empat Pelajar Berseragam Sekolah Diciduk Satpol PP di Alaska Gondoriyo, Alasannya Bikin Geleng-geleng

Empat Pelajar Berseragam Sekolah Diciduk Satpol PP di Alaska Gondoriyo, Alasannya Bikin Geleng-geleng

Empat Pelajar Berseragam Sekolah Diciduk Satpol PP di Alaska Gondoriyo, Alasannya Bikin Geleng-geleng

Empat pelajar SMK dan MTs asal Kabupaten Demak dibawa ke kantor Satpol PP Kabupaten Semarang untuk dibina setelah kedapatan membolos sekolah dan nongkrong di alaska Gondoriyo, Senin (9/9/2024). Foto: Satpol PP Kab. Semarang
Empat pelajar SMK dan MTs asal Kabupaten Demak dibawa ke kantor Satpol PP Kabupaten Semarang untuk dibina setelah kedapatan membolos sekolah dan nongkrong di alaska Gondoriyo, Senin (9/9/2024). Foto: Satpol PP Kab. Semarang
featured-img

RASIKAFM.COM | UNGARAN – Empat pelajar SMK dan MTs berhasil diamankan petugas Satpol PP Kabupaten Semarang di alas karet (alaska) Desa Gondoriyo, Bergas, Senin (9/9/2024).

Mereka kedapatan masih mengenakan seragam sekolah dan keluyuran di kawasan tersebut saat jam pelajaran. Setelah ditelusuri, keempat pelajar tersebut berasal dari Karangawen dan Sayung, Kabupaten Demak.

Kepala Seksi Operasional dan Pengendalian Satpol PP Kabupaten Semarang, Sofan Nurul Huda mengatakan, kegiatan penertiban ini berawal dari laporan masyarakat yang mengeluhkan keberadaan pelajar yang sering nongkrong saat jam sekolah.

“Kami datangi lokasi pagi tadi sekitar jam 08.30 WIB. Sebenarnya ada puluhan, tapi yang berhasil kami amankan 4 pelajar, sisanya kabur,” ungkapnya.

Saat ditanya alasan mereka membolos, jawabannya justru bikin petugas keheranan. Mereka beralasan ingin ‘ngadem’ dan nongkrong sambil minum kopi bersama-sama.

“Mereka langsung kami giring ke kantor untuk diberikan pembinaan dan membuat surat pernyataan untuk tidak mengulangi,” jelasnya.

Petugas mengaku menemui kendala karena pelajar berasal dari luar wilayah Kabupaten Semarang. Namun demikian, mereka telah ‘diultimatum’ jika kedapatan mengulangi perbuatannya maka akan dilaporkan kepada pihak sekolah untuk diberikan tindakan.

“Kalau pelajar dari Kabupaten Semarang, langsung kami hubungi pihak sekolah. Jadi yang menjemput dan memberi tindakan adalah bapak dan ibu gurunya,” urainya.

Sofan menambahkan, faktor yang turut menjadi penyebab maraknya pelajar yang membolos sekolah adalah lingkungan pertemanan. Terlebih mereka yang berteman melalui media sosial menjadi tahu tempat mana saja yang enak untuk nongkrong.

“Jadi mereka janjian ketemuan. Nggak ada agenda apa-apa sebenarnya selain nongkrong, ngopi, main hp bareng. Apalagi alaska Gondoriyo tempatnya teduh, banyak pedagang makanan ringan juga,” tandasnya. (win)

BACA JUGA :

Karang Taruna Dharma Remaja Desa Manggihan, Getasan, Kabupaten Semarang, mengolah limbah sayuran dan buah menjadi biogas untuk memasak serta pupuk organik cair. Inovasi berbasis pengelolaan sampah dan energi alternatif tersebut mengantarkan mereka meraih juara pertama Lomba Karang Taruna Berprestasi 2026 tingkat Jawa Tengah dan mewakili Jateng di tingkat nasional.
Karang Taruna Manggihan Getasan Sulap Limbah Sayur Jadi Biogas, Juara 1 Jateng dan Melaju Nasional
Mahasiswa KKN Tim II Undip 2026 mengembangkan potensi ekonomi dan pangan lokal di Desa Purworejo, Wonogiri, selama program pengabdian masyarakat. Sebanyak 10 mahasiswa mendampingi UMKM memanfaatkan Google Maps, QRIS, media sosial, dan website untuk pemasaran, sekaligus mengolah singkong dan ikan lele menjadi BoLeSi sebagai alternatif makanan tambahan bergizi bagi balita.
KKN Undip Dorong Transformasi Desa Purworejo Wonogiri melalui Inovasi Pangan dan Digitalisasi Sektor Ekonomi
Rencana pengembangan panas bumi Gunung Ungaran untuk PLTP masih dalam tahap kajian dan belum memasuki pelaksanaan, kata Pemkab Semarang, Kamis (20/8/2026). Pemerintah masih menunggu hasil penelitian potensi geothermal, sekaligus memastikan aspek lingkungan, keamanan, aktivitas warga, dan keberadaan Candi Gedongsongo tetap terlindungi.
Pengembangan Panas Bumi Gunung Ungaran untuk PLTP Bakal Dilanjut, Pemkab Semarang: Masih Tahap Kajian
Satpol PP Kota Salatiga mengedukasi dan mengajak pedagang kaki lima (PKL) bermotor yang berjualan di lingkar dalam Alun-alun Pancasila untuk pindah secara sukarela, Rabu (19/8/2026). Langkah tersebut dilakukan karena aktivitas berjualan dan parkir kendaraan di area tersebut dilarang, sekaligus untuk menjaga ketertiban dan kenyamanan warga dengan pendekatan humanis.
Humanis! Cara Kabid Ketertiban Satpol PP Salatiga Rayu PKL agar Mau Pindah Sukarela
Artis nasional Anang Hermansyah dan Ashanty mengunjungi Kota Salatiga pada Selasa (18/8/2026) malam untuk menjajaki pemanfaatan sejumlah lokasi sebagai tempat pengambilan gambar film. Didampingi Wali Kota Salatiga Robby Hernawan, rombongan juga menikmati suasana kota sekaligus mengenal potensi budaya, kuliner, UMKM, dan ekonomi kreatif setempat.
Kenakan Blangkon Pecis dan Syal Motif Khas Salatiga, Artis Anang dan Ashanty Keliling Kota
Mahasiswa KKN-T IDBU 54 UNDIP menjalankan program pemberdayaan masyarakat selama 45 hari di Tanjung Anom, Kabupaten Pekalongan. Kegiatan tersebut meliputi pemanfaatan sampah plastik menjadi ecobrick, pengolahan bunga telang, digitalisasi Bank Sampah Bunga Tanjung Lestari, budidaya ikan nilem, edukasi kesehatan, serta sosialisasi keamanan digital untuk meningkatkan kemandirian dan potensi lokal warga.
45 Hari KKN-T IDBU 54 UNDIP: Dari Ecobrick hingga Digitalisasi Website BSU Tanjung Anom

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

20 Agustus 2026
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Warga Dusun Tetep, Kelurahan Randuacir, Argomulyo, Salatiga, menggelar tradisi merti dusun atau sedekah bumi di Sendang Gambir pada 19 Agustus. Kegiatan tersebut menjadi ungkapan syukur sekaligus upaya merawat warisan leluhur, sumber mata air bersejarah, kesenian lokal, serta toleransi antarumat beragama melalui doa bersama dan pertunjukan budaya.
50 Tahun Lebih Warga Dusun Tetep Salatiga Gelar Ritual Tahunan Saparan
Kejaksaan Negeri Salatiga menyetorkan Rp150.297.670 hasil lelang 19 lot Barang Rampasan Negara ke Kas Negara, Kamis (20/8/2026). Lelang yang digelar melalui KPKNL Semarang pada 11–12 Agustus itu diikuti 66 peserta dan mencakup berbagai barang, mulai dari mobil, ponsel, pompa, penampungan air hingga tanah.
Eksekusi Tuntas, Kejaksaan Negeri Salatiga Setorkan Uang Ratusan Juta ke Kas Negara