RASIKAFM.COM | UNGARAN – Bupati Semarang Ngesti Nugraha mengimbau masyarakat menggunakan kemasan ramah lingkungan seperti besek, daun jati, maupun daun pisang untuk pembagian daging kurban saat Iduladha 2026. Imbauan tersebut disampaikan usai melakukan pemantauan hewan kurban bersama Forkopimda dan organisasi perangkat daerah (OPD) di Pasar Hewan Ambarawa, Selasa (26/5/2026).
Menurut Ngesti, penggunaan kemasan alami dinilai lebih ramah lingkungan dibanding kantong plastik yang selama ini masih banyak digunakan saat pembagian daging kurban.
“Harapan kita nanti menggunakan produk lokal kita. Bisa pakai daun jati, daun pisang ataupun besek untuk pembagian daging kurban. Lebih murah dan ramah lingkungan,” ujarnya.
Selain itu, pihaknya juga mengingatkan masyarakat agar memperhatikan pengelolaan sampah sisa penyembelihan hewan kurban. Sampah diminta dikumpulkan di tempat yang telah disediakan dan tidak dibuang sembarangan.
“Jangan dibuang di pinggir jalan atau sungai. Dikumpulkan di tempat-tempat sampah yang telah ditentukan karena juga berpotensi menimbulkan lalat,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Ngesti juga memastikan kondisi hewan kurban di Pasar Hewan Ambarawa dalam keadaan sehat. Berdasarkan hasil pengecekan petugas, tidak ditemukan hewan yang terpapar penyakit mulut dan kuku (PMK).
“Alhamdulillah tadi sudah dicek, informasi yang kami terima semuanya sehat. Jadi sapi maupun kambing siap untuk kurban Iduladha besok,” ungkapnya.
Ia menyebut harga hewan kurban tahun ini mengalami kenaikan sekitar 10 hingga 30 persen dibanding tahun lalu. Meski demikian, mayoritas pedagang mengaku dagangannya sudah banyak terjual menjelang Iduladha.
“Rata-rata mayoritas tadi sudah banyak yang laku. Ada yang habis, ada yang laku dua sampai empat ekor,” paparnya.
Selain memantau penjualan hewan kurban, Pemkab Semarang juga berencana melakukan penataan dan perbaikan Pasar Hewan Ambarawa secara bertahap. Menurut Ngesti, pasar hewan tersebut tetap perlu diperbaiki meski aktivitasnya hanya berlangsung setiap pasaran Pon atau lima hari sekali.
“Kita lakukan penataan secara bertahap. Karena ini fasilitas umum untuk kegiatan pasar hewan, tetap harus dilakukan perbaikan,” jelasnya.
Beberapa fasilitas yang menjadi perhatian di antaranya patok pengikat hewan yang roboh hingga kondisi jalan di area pasar yang mulai rusak.
“Tadi ada usulan pembuatan patok dan jalan di depan juga ada yang rusak. Itu nanti menjadi PR kita bersama,” pungkasnya. (win)