URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]

Mbak Google

KABAR RASIKA

Grebek Kamar Kos Di Solo, Polda Jateng Temukan Praktik Mesum Sesama Jenis

Grebek Kamar Kos Di Solo, Polda Jateng Temukan Praktik Mesum Sesama Jenis

Grebek Kamar Kos Di Solo, Polda Jateng Temukan Praktik Mesum Sesama Jenis

featured-img

RASIKAFM – Ditreskrimum Polda Jateng mengungkap perdagangan orang atau praktik mesum sesama jenis laki-laki yang berada di kamar kos nomor 5 Jalan Pamugaran Utama No. 31, Kelurahan Nusukan, Kecamatan Banjarsari Kota Surakarta pada Sabtu, (26/92021) pukul 17.00 WIB.

Pengungkapan itu bermula dari laporan masyarakat terkait keresahan adanya kegiatan yang tak senooh. Kemudian, Polda Jateng melakukan penggerebekan dan mengamankan satu tersangka dan enam orang terapis.

Direktur Reserse Kriminalisasi Umum Polda Jawa Tengah, Kombes Pol Djuhandani Rahardjo Puro mengungkapkan satu tersangka itu berinisal D (47) warga Surakarta ditetapkan tersangka karena diduga sebagai kepala atau pengelola praktik mesum sesama jenis tersebut.

“Modus yang digunakan adalah pijat plus-plus. Saat melaksanakan pengecekan terhadap kos-kosan, disitu ditemukan terapis laki-laki dengan pelanggan laki-laki sedang melaksanakan SOP cabul,” ujarnya saat rilis kasus di Mapolda Jateng, Senin (27/9/2021).

Sementara enam terapis masing-masing berinisial HAS (41) asal Semarang, SUR (29) warga Kampar Riau, FIT (32) warga Bawen, HER (30) warga Bandung, lalu Agus (39) dan DRH (29) dimana keduanya warga Cianjur.

Djuhandani menjelaskan, dalam menggaet pelangganya, tersangka menawarkannya melalui sosmed dan dari mulut ke mulut. Untuk tarifnya, tersangka mendapatkan keuntungan setelah terapis selesai bekerja.

“Targetnya adalah terapis laki-laki dan pelanggan laki-laki. Tarifnya antara 250 sampai 400 ribu,” tuturnya.

Halaman 1 dari 2

BACA JUGA :

pilkades 2026
Pilkades Kabupaten Semarang Tahap Pertama Digelar 14 Desember 2026, 140 Desa Bersiap
Ada Pemeliharaan Tol Semarang ABC, Sejumlah Lajur Arah Jatingaleh Terdampak
Ada Pemeliharaan Tol Semarang ABC, Sejumlah Lajur Arah Jatingaleh Terdampak
Seniman asal Bergas, Kabupaten Semarang, Sidik Gunawan, menuangkan keinginan menenangkan diri melalui karya pari corek bergambar Buddha yang sedang bersemedi di lahan sawah seluas 1.200 meter persegi. Ia memanfaatkan padi hijau dan Black Madras untuk membentuk gambar sekaligus mengembangkan potensi wisata dan ekonomi petani tanpa mengalihfungsikan lahan.
Keinginan Bersemedi yang Belum Terwujud, Dituangkan Sidik Gunawan Lewat Pari Corek Bergambar Sang Buddha
Ratusan warga dari sembilan desa dan empat kelurahan memadati Kantor Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, Selasa (25/8/2026), untuk mengikuti Kesenian Rakyat dan Expo Kecamatan Bergas serta KKN UPGRIS Berdampak 2026. Kegiatan tersebut menghadirkan produk UMKM lokal sekaligus memperkuat kolaborasi UPGRIS dan Pemerintah Kabupaten Semarang melalui program KKN.
Tanggal Merah! Ratusan Warga Bergas Meriahkan Expo KKN UPGRIS Berdampak 2026
Rencana pemindahan Lapas Kelas IIA Ambarawa, Kabupaten Semarang, ke lokasi baru di kawasan Jalan Lingkar Ambarawa belum terealisasi karena lahan masih berstatus zona hijau. Sembari menunggu kepastian pemanfaatan lahan, lapas tetap beroperasi dengan 507 warga binaan, jauh melebihi kapasitas ideal 222 orang.
Relokasi Lapas Ambarawa Terkendala Status Lahan, 507 Warga Binaan Masih Berdesakan
Karang Taruna Dharma Remaja Desa Manggihan, Getasan, Kabupaten Semarang, mengolah limbah sayuran dan buah menjadi biogas untuk memasak serta pupuk organik cair. Inovasi berbasis pengelolaan sampah dan energi alternatif tersebut mengantarkan mereka meraih juara pertama Lomba Karang Taruna Berprestasi 2026 tingkat Jawa Tengah dan mewakili Jateng di tingkat nasional.
Karang Taruna Manggihan Getasan Sulap Limbah Sayur Jadi Biogas, Juara 1 Jateng dan Melaju Nasional

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Warga Desa Pakopen, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, menemukan bayi perempuan yang masih hidup di bawah pohon mahoni, Senin (24/8/2026) sekitar pukul 16.40 WIB. Bayi ditemukan Slamet (73) saat mencari kayu bakar dan botol bekas di depan makam desa, lalu mendapat pertolongan medis dari bidan setempat. Polisi kini menyelidiki identitas orang tua dan pihak yang meninggalkannya.
Cari Kayu Bakar, Warga Bandungan Temukan Bayi Perempuan Terbungkus Plastik Di Bawah Pohon
Dilema Geothermal Ungaran-Telomoyo Menimbang Maslahat dan Mudarat Energi Bersih
Dilema Geothermal Ungaran-Telomoyo: Menimbang Maslahat dan Mudarat Energi Bersih

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved