RASIKAFM.COM | SALATIGA – Meski arus mudik belum terasa, tapi persiapannya sudah digelar. Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan menjejakkan kaki di Terminal Tipe A Tingkir, Sabtu (14.2.2026) . Pihaknya ingin memastikan satu hal, yakni angkutan Lebaran 1447 Hijriah berjalan tanpa cela.
Kunjungan kerja itu menyisir aspek yang kerap luput dari perhatian publik. Bukan hanya soal bus yang berangkat dan datang, melainkan kesiapan sumber daya manusia, pengendalian harga tiket, hingga sistem pelayanan di dalam terminal. Pemeriksaan dilakukan langsung di lapangan, melihat denyut operasional yang kelak menanggung lonjakan penumpang.
Kepala Terminal Tipe A Tingkir Salatiga, Vicky Chandra Yanuar, menyebut agenda tersebut sebagai bagian dari evaluasi menyeluruh.
“Kunjungan Kerja Dirjen Perhubungan Darat di Terminal Tipe A Tingkir untuk memastikan kesiapan Angkutan Lebaran 1447 Hijriah dan meninjau secara langsung sarana dan prasarana yang ada di terminal, baik dari kesiapan sumber daya manusia, harga tiket bus, maupun sistem pelayanan yang ada di terminal,” ujarnya melalui siaran pers yang diterima rasikafm.com.
Pemeriksaan tak berhenti di ruang pelayanan. Dirjen juga meninjau pelaksanaan ramp check kendaraan angkutan umum. Setiap armada dicek kelaikan jalannya, kelengkapan administrasi kendaraan, hingga kesiapan awak bus.
“Selain itu, Direktur Jenderal Perhubungan Darat juga meninjau pelaksanaan ramp check kendaraan angkutan umum guna memastikan aspek keselamatan, kelaikan jalan armada, serta kelengkapan administrasi kendaraan dan awak bus agar masyarakat semakin aman dan nyaman pada saat bepergian menggunakan transportasi darat,” kata Vicky.
Sementara itu bagi pengelola terminal, kunjungan itu menjadi penegasan bahwa standar keselamatan tak bisa ditawar.
“Harapannya dengan kegiatan kunjungan kerja ini, Terminal Tipe A Tingkir dapat selalu menjaga dan selalu meningkatkan kualitas pelayanan, memperkuat pengawasan operasional angkutan, serta memberikan rasa aman, nyaman, dan selamat bagi seluruh pengguna jasa transportasi darat,” ujarnya.
Kegiatan diakhiri dengan ramah tamah bersama komunitas musisi jalanan Kota Salatiga yang biasa tampil di area terminal. Di tengah urusan teknis dan angka-angka kesiapan, suasana hangat itu menjadi penutup, mengingatkan bahwa terminal bukan sekadar titik transit, melainkan ruang perjumpaan.