URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan inflasi di Jawa Tengah sudah mulai menurun meskipun harga cabai masin cenderung tinggi. Tingginya harga cabai itu menurut Ganjar karena memang sedang musimnya.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Harga Cabai Tinggi, Ganjar: Itu Musimnya Saja

Harga Cabai Tinggi, Ganjar: Itu Musimnya Saja

Harga Cabai Tinggi, Ganjar: Itu Musimnya Saja

featured-img

SEMARANG – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan inflasi di Jawa Tengah sudah mulai menurun meskipun harga cabai masin cenderung tinggi. Tingginya harga cabai itu menurut Ganjar karena memang sedang musimnya.

“Kalau cabai itu hanya musimnya saja, maka kami diintervensi,” kata Ganjar usai menghadiri acara Forum Pusaka Jateng di Hotel Tentrem, Kota Semarang, Rabu (3/8/2022).

Terkait tingginya harga cabai tersebut, Ganjar mengajak masyarakat untuk mulai mencari alternatif cabai segar. Misalnya penggunaan cabai olahan sehingga ke depan harga cabai dapat stabil.

“Berikutnya kita harus bicara juga penggunaan cabai termasuk cabai olahan sehingga kita tidak harus menggunakan cabai yang fresh. Ini butuh edukasi tadi bahasanya.

Ganjar menjelaskan, secara umum inflasi di Jawa Tengah mulai menurun setelah dilakukan intervensi dan operasi pasar yang dilakukan secara masif oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Perwakilan Bank Indonesia Jawa Tengah, dan pemangku kepentingan lain.

“Betul-betul kita melakukan checking data maka sistem yang pernah kita buat sama BI yang namanya SIHATI itu kita harapkan betul-betul semuanya meng-update tiap hari. Kalau bisa tiap hari itu bisa menjadi data awal bagaimana kita membaca situasi,” jelasnya.

Volatile food menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi inflasi. Untuk itu Ganjar mendorong peningkatan produksi komoditas pangan sehingga produksi dalam negeri mencukupi kebutuhan. Dorongan itu sebagai langkah siaga karena terkait komoditas pangan juga dipengaruhi faktor eksternal atau perubahan global yang sedang terjadi.

“Selalu saja pasti ada hubungannya. Ini momentum buat kita bangkit. Hari Jumat besok kita sama BI mau ke Tegal, di sana sudah ada learning center untuk petani belajar menanam bawang putih. Dulu kita sudah menanam di Tawangmangu dan Temanggung, hari ini kita buatkan di Tegal. Termasuk bekerja sama dengan IPB dengan satu harapan kelak kemudian hari kebutuhan bawang putih umpama yang ini juga membuat rentan pada kenaikan inflasi,” katanya.

Ganjar menambahkan, produksi komoditas pangan dalam negeri itu juga akan menekan impor. Memang impor komoditas pangan masih diperlukan tetapi sebisa mungkin lebih banyak memanfaatkan produk dalam negeri.

“Impor sih boleh tapi jangan banyak-banyak. Masa kita impornya banyak banget, produksi dalam negerinya kurang. Ini intervensi yang coba kita lakukan. Intinya pemerintah daerah tidak boleh duduk manis, hari ini harus mempelototi terus apa saja yang ada agar kemudian bisa mengendalikan inflasi,” ujarnya.

Selain volatile food, satu hal lagi yang mempengaruhi inflasi adalah administered price yang sering kali tidak diketahui. Misalnya angkutan umum, orang masuk sekolah, dan juga kebijakan terkait kenaikan harga BBM.

“Jangan salah, orang bayar sekolah bisa jadi inflasi juga. Ini sebentar lagi soal kenaikan harga BBM umpama. Itu beberapa kebijakan yang akan mendorong. Maka yang penting kontrol dan pengendalian yang musti kita lakukan. Komunikasi kita di Pemkot, BI, di kami ini terus menerus,” kata Ganjar.

BACA JUGA :

Produksi padi Jawa Tengah hingga Juli 2026 diproyeksikan mencapai 6,69 juta ton gabah kering giling (GKG) atau 63,43 persen dari target 10,5 juta ton. Gubernur Ahmad Luthfi menyampaikan capaian tersebut saat panen raya di Sukoharjo, Rabu (24/6/2026), sekaligus meminta seluruh daerah mengantisipasi potensi kemarau panjang melalui pipanisasi, pembangunan sumur, distribusi pompa air, dan penguatan sarana pertanian guna menjaga produktivitas serta ketahanan pangan.
Padi Jateng Tembus 6,69 Juta Ton, Ribuan Pompa Disiapkan untuk Sawah Saat Kemarau
Ini Langkah yang Disiapkan untuk Atasi Rob di Pati
Ini Langkah yang Disiapkan untuk Atasi Rob di Pati
Pemkot Salatiga Komit Perkuat Pelayanan Publik dengan Delapan Aksi Perubahan
Pemkot Salatiga Komit Perkuat Pelayanan Publik dengan Delapan Aksi Perubahan
Jalin Kerjasama dengan BKBH FH USM Rutan Salatiga Perluas Akses Bantuan Hukum dan Keadilan
Jalin Kerjasama dengan BKBH FH USM Rutan Salatiga Perluas Akses Bantuan Hukum dan Keadilan
Program Inpres Jalan Daerah (IJD) dinilai mampu mendorong pertumbuhan ekonomi di Jawa Tengah melalui peningkatan konektivitas antarwilayah. Gubernur Ahmad Luthfi menyampaikan hal itu saat peresmian bantuan IJD di Pendopo Kabupaten Pati, Selasa (23/6/2026), dengan menegaskan bahwa pembangunan jalan menuju kawasan wisata, desa wisata, serta sentra ekonomi akan menjadi prioritas untuk memperluas akses, memperlancar distribusi, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat
IJD Jadi Penggerak Ekonomi Baru, Jateng Prioritaskan Jalan ke Kawasan Wisata
Sistem Kelistrikan Jawa Makin Stabil, PLN Berhasil Pulihkan Pembangkit yang Sempat Gangguan
Sistem Kelistrikan Jawa Makin Stabil, PLN Berhasil Pulihkan Pembangkit yang Sempat Gangguan

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Menuju Era Baru Trans Semarang Hijau, Jalur Khusus, dan Berkeadilan
Menuju Era Baru Trans Semarang: Hijau, Jalur Khusus, dan Berkeadilan
Dieng Caldera Race 2026 yang berlangsung pada 19–21 Juni di kawasan Dieng, Jawa Tengah, menarik ribuan pelari dari berbagai daerah dan mancanegara. Kategori 25K menjadi favorit karena menghadirkan rute baru menuju puncak Gunung Sindoro yang lebih menantang. Peserta harus menghadapi elevasi ekstrem dan suhu dingin pegunungan, namun tetap disuguhi panorama alam khas Dieng yang memukau sepanjang lintasan.
Menembus Dingin 14 Derajat, Ribuan Pelari Serbu Dieng Caldera Race 2026
Turunnya Populasi Sapi Potong Berimbas Pasokan di RPH Salatiga Dampaknya Picu Kenaikan Harga Daging
Turunnya Populasi Sapi Potong Berimbas Pasokan di RPH Salatiga Dampaknya Picu Kenaikan Harga Daging