KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Atasi Krisis Regenerasi Petani, Dispertanikap dan Disdikbudpora Kabupaten Semarang Luncurkan Program Penyuluh Masuk Sekolah

Atasi Krisis Regenerasi Petani, Dispertanikap dan Disdikbudpora Kabupaten Semarang Luncurkan Program Penyuluh Masuk Sekolah

Atasi Krisis Regenerasi Petani, Dispertanikap dan Disdikbudpora Kabupaten Semarang Luncurkan Program Penyuluh Masuk Sekolah

Murid SDN Beji 01, Ungaran Timur menanam cabai di dalam polybag sebagai salah satu kegiatan penyuluh pertanian masuk sekolah beberapa waktu lalu. Foto: win

RASIKAFM.COM | UNGARAN – Dinas Pertanian, Perikanan dan Pangan (Dispertanikap) Kabupaten Semarang menggandeng Dinas Pendidikan, Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikbudpora) untuk mengenalkan dunia pertanian kepada pelajar melalui program Penyuluh Masuk Sekolah dan Sekolah Pangan Lestari. Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU), beberapa waktu lalu.

Kepala Dispertanikap Kabupaten Semarang Moh Edy Soekarno mengatakan program tersebut bertujuan meningkatkan literasi pertanian sekaligus menumbuhkan minat generasi muda terhadap sektor pertanian melalui kegiatan praktik yang menyenangkan di sekolah. Menurutnya, langkah itu menjadi penting karena Kabupaten Semarang menghadapi ancaman krisis sumber daya manusia (SDM) petani. Berdasarkan data yang dimiliki, sebanyak 77,6 persen petani berusia di atas 45 tahun, sementara petani milenial hanya tersisa 11,8 persen.

“Rumah Tangga Usaha Pertanian (RTUP) di Kabupaten Semarang dalam satu dekade berkurang 10,27 persen. Artinya setiap tahun jumlah petani berkurang lebih dari satu persen, sementara jumlah penduduk terus bertambah,” ujar Edy saat dikonfirmasi di Ungaran, Rabu (24/6/2026).

Ia menegaskan, jika tidak ada upaya serius untuk menyiapkan generasi penerus, kondisi tersebut dapat mengancam ketahanan pangan daerah di masa mendatang. Karena itu, para penyuluh pertanian akan diterjunkan ke sekolah-sekolah dasar dan menengah pertama untuk memberikan edukasi pertanian.
Edy menilai rendahnya minat generasi muda terhadap pertanian dipengaruhi perubahan pola pikir masyarakat.

“Pertanian masih kerap dipandang sebagai pekerjaan yang kotor dan kurang menjanjikan, padahal sektor tersebut memiliki prospek yang baik karena menjadi kebutuhan yang tidak pernah hilang,” lanjutnya.

Selain menyasar pelajar sekolah, Dispertanikap juga terus menjalankan program Sekolah Tani Milenial. Tahun ini tersedia tujuh paket pelatihan bagi pemuda usia 15 hingga 39 tahun yang mencakup keterampilan budidaya pertanian organik, kewirausahaan agribisnis hingga pemasaran digital.

Sementara itu, Plt Kepala Disdikbudpora Kabupaten Semarang M Taufiqur Rahman menyebut program tersebut sangat strategis karena belum pernah diterapkan sebelumnya di lingkungan sekolah.
Menurutnya, selain mendukung ketahanan pangan, program itu juga dapat membentuk karakter peserta didik, terutama dalam aspek kemandirian dan kewirausahaan.

“Kami berharap program ini masuk dalam kegiatan kokurikuler sehingga menjadi bagian dari kurikulum sekolah. Dengan begitu materi dan target pembelajaran dapat tersusun lebih teratur dan memiliki landasan yang lebih kuat,” katanya.

Taufiq menjelaskan implementasi program dapat dilakukan melalui kegiatan kokurikuler maupun ekstrakurikuler. Namun, pihaknya lebih mendorong skema kokurikuler karena memiliki alokasi waktu yang jelas dan tercantum dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP).

“Program ini nantinya dapat diterapkan di sekolah negeri maupun swasta dengan menyesuaikan kesiapan sekolah serta ketersediaan tenaga penyuluh pertanian lapangan (PPL). Harapan kami, penyusunan materi dan kurikulum dapat segera dilakukan sehingga program dapat mulai diterapkan pada tahun ajaran baru mendatang,” tandasnya. (win)

Knowledge

Kabar Terkini

POPULER

DPC GEKRAFS Salatiga Dikukuhkan, Potensi Ekonomi Kreatif Terus Dikembangkan hingga Pasar Internasional
DPC GEKRAFS Salatiga Dikukuhkan, Potensi Ekonomi Kreatif Terus Dikembangkan hingga Pasar Internasional
Gagal Salip dari Sebelah Kiri, Pengendara Motor Diduga Terlindas Truk di Dekat Exit Tol Salatiga
Gagal Salip dari Sebelah Kiri, Pengendara Motor Diduga Terlindas Truk di Dekat Exit Tol Salatiga
Persoalan pengelolaan dan lelang tanah Bondo Deso di Desa Semowo, Kecamatan Pabelan, Kabupaten Semarang, berujung pada pengaduan ke Ditreskrimum Polda Jawa Tengah. Pengaduan diajukan terkait masuknya tanah bengkok Kepala Dusun Borangan Heny Affandi dalam daftar lelang. Kedua pihak menyatakan siap memberikan keterangan dan dokumen kepada aparat penegak hukum.
Polemik Tanah Bondo Deso, Kadus Borangan, Mulai Babak Baru. Seperti apa?
Yakuza Maneges wilayah Salatiga dan Semarang menyiapkan pendampingan hukum serta posko pengaduan 24 jam bagi masyarakat yang menghadapi persoalan hukum atau menjadi korban kekerasan. Komitmen itu disampaikan usai deklarasi di Grand Wahid Hotel Salatiga, Sabtu (3/10/2026), dengan melibatkan pengacara untuk mendampingi korban tanpa melihat latar belakang pihak yang terlibat.
Deklarasi Yakuza Maneges Salatiga, Hadirkan Perubahan Positif, Berikan Manfaat Nyata di Masyarakat
[pekok2]