URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, memberi fasilitas pencari kerja di Kota Semarang untuk mendapatkan pekerjaan dengan membuka job fair. Melalui Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Semarang, job fair diselenggarakan secara offline pada tanggal 10-11 Agustus 2022 dan secara online yang akan dilaksanakan setelah jobfair offline usai.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Hendi Buka Job Fair Kota Semarang Secara Offline dan Online

Hendi Buka Job Fair Kota Semarang Secara Offline dan Online

Hendi Buka Job Fair Kota Semarang Secara Offline dan Online

featured-img

Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, memberi fasilitas pencari kerja di Kota Semarang untuk mendapatkan pekerjaan dengan membuka job fair. Melalui Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Semarang, job fair diselenggarakan secara offline pada tanggal 10-11 Agustus 2022 dan secara online yang akan dilaksanakan setelah jobfair offline usai.

“Maka dengan dilaksanakannya job fair ini terdapat 41 perusahaan dan 2.932 lowongan pekerjaan mudah-mudahan mampu mengurangi angka pengangguran yang ada di Kota Semarang. Saya yakin upaya yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Semarang melalui Disnaker ini dapat membantu usia produktif di Kota Semarang,” ungkap Hendi sapaan akrab Wali Kota Semarang saat membuka job fair, Rabu (10/8).

Pada kesempatan tersebut, Hendi menyampaikan jika dari tahun ke tahun semakin banyak usia produktif dan dibutuhkan banyak lapangan pekerjaan. “Mudah-mudahan sosialisasi terkait dengan kegiatan hari ini dan upaya menciptakan lapangan kerja ini terus berlangsung,” tutur Hendi.

Dirinya lebih lanjut menjelaskan bahwa permasalahan pekerjaan ini bukan hanya ditangani oleh pemerintah Indonesia, pemerintah provinsi dan pemerintah kota saja tetapi tanggung jawab bersama. “Kita tangani bersama-sama untuk bisa menambah lapangan pekerjaan dan memotivasi dalam diri mereka,” tegas Hendi.

Dirinya juga menuturkan bahwa job fair itu ibarat oase di tengah padang pasir, karena ada PHK, perusahaan tutup dan banyak cerita lainnya yang tidak enak didengar terkait ekonomi selama Covid ini. Namun, dengan adanya job fair ini menjadi peluang untuk anak-anak muda usia produktif di Kota Semarang untuk mereka bisa mendaftar dan nantinya bisa diterima.

“Dengan demikian bisa mengurangi pengangguran. Namun, bagi yang tidak diterima jangan patah hati, kita ini negara yang kaya, luas dan penuh potensi penuh peluang pekerjaan,” kata Hendi. “Banyak lapangan kerja mulai dari kecil dan menengah. Banyak juga fasilitas-fasilitas pelatihan permodalan yang mudah diakses yang mana mendukung anak-anak muda agar bisa menjadi pengusaha sukses,” pungkasnya.

Adapun penyelenggaraan Jobfair secara offline dilaksanakan di Auditorium BBPVP Semarang, sedangkan job fair secara online dapat diakses di website jobfair.semarangkota.go.id. Bagi pencari kerja harus sudah terdaftar di AK1 Kota Semarang atau AK1 di Jawa Tengah untuk mengikuti jobfair secara offline maupun online.

BACA JUGA :

Jauhi HP, Puluhan Anak Kumpulrejo Memilih Berkemah di Mushala
Jauhi HP, Puluhan Anak Kumpulrejo Memilih Berkemah di Mushala
Sekda Kabupaten Semarang Valeanto Soekendro
Pemkab Semarang Pertahankan Seluruh PPPK, Siapkan Pemetaan Ulang untuk Atasi Kekurangan Pegawai
Sebanyak 215 peserta dari berbagai daerah di Indonesia mengikuti kontes Aglaonema yang digelar Asosiasi Aglaonema Nusantara (ASA) di Gedung Pertemuan Daerah Kota Salatiga, Minggu (28/6). Ajang ini menjadi wadah kompetisi, memperkuat jejaring antarkolektor, sekaligus menunjukkan prospek ekonomi tanaman hias yang masih menjanjikan dengan dukungan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.
Ratusan Kolektor Tanaman Padati Kontes di Salatiga, Bukti Aglaonema Memiliki Nilai Tinggi
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mengundi Gebyar Hadiah Samsat 2026 periode I di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Semarang, Jumat (26/6), sebagai bentuk apresiasi kepada wajib pajak kendaraan bermotor yang taat. Pengundian yang dipimpin Sekda Jawa Tengah, Sumarno, membagikan hadiah senilai Rp385,5 juta dan emas 22,5 gram guna mendorong kepatuhan masyarakat serta mendukung digitalisasi pembayaran pajak melalui QRIS Bank Jateng.
Pemprov Jateng Tebar Hadiah Rp385,5 Juta dan Emas 22,5 Gram untuk Wajib Pajak Kendaraan
Jateng Fair 2026 di kawasan PRPP Semarang menjadi destinasi favorit liburan sekolah dengan menghadirkan pameran inovasi, produk UMKM, konser musik, wahana keluarga, dan nonton bareng Piala Dunia 2026 hingga 5 Juli. Direktur Utama PT PRPP Jawa Tengah (Perseroda), Shafigh Pahlevi Lontoh, menargetkan 150 ribu pengunjung selama penyelenggaraan, sementara Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi berharap ajang ini mampu memperkuat UMKM, mendorong inovasi, dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah
Jateng Fair 2026 Pas Buat Liburan Keluarga, Ada Apa Saja?
Ribuan masyarakat memadati kawasan PRPP Semarang pada pembukaan Jateng Fair 2026, Jumat (26/6), yang diresmikan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi. Mengusung tema Action for Transformation, ajang yang berlangsung hingga 5 Juli 2026 ini menghadirkan pameran pembangunan, inovasi, UMKM, investasi, seni budaya, serta hiburan dengan akses masuk gratis sebagai upaya mendorong transformasi ekonomi dan promosi potensi daerah.
Gratis 10 Hari! Jateng Fair 2026 Jadi Panggung Inovasi, Investasi, UMKM, dan Hiburan Terbesar di PRPP

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mendukung rencana pengembangan kawasan Rawa Pening di Kabupaten Semarang sebagai destinasi wisata air unggulan setelah muncul minat investasi dari PT Pandawa Sapto Dewi Pesisir, Kamis (25/6/2026). Pengembangan yang mencakup rumah makan apung, vila, dan wahana air itu akan dilakukan secara bertahap dengan tetap mengutamakan fungsi konservasi serta pengelolaan sumber daya air berkelanjutan.
Rawa Pening Dilirik Investor, Siap Jadi Destinasi Wisata Air Andalan Jawa Tengah
Realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Semarang pada 2025 belum sepenuhnya memenuhi target, terutama dari sektor parkir, pariwisata, dan pajak hotel. Bupati Semarang Ngesti Nugraha menyampaikan hal tersebut usai rapat paripurna APBD 2025, Rabu (24/6/2026), seraya menegaskan perlunya evaluasi dan penguatan destinasi wisata untuk mendongkrak kunjungan serta pendapatan daerah di tengah tingkat okupansi hotel yang menurun.
Evaluasi Pelaksanaan APBD Kabupaten Semarang 2025, PAD Sektor Parkir dan Pariwisata Belum Capai Target