URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]

Mbak Google

KABAR RASIKA

Hilang Terbawa Arus Sejauh 4 Kilometer, Bocah Usia 3 Tahun Ditemukan Meninggal

Hilang Terbawa Arus Sejauh 4 Kilometer, Bocah Usia 3 Tahun Ditemukan Meninggal

Hilang Terbawa Arus Sejauh 4 Kilometer, Bocah Usia 3 Tahun Ditemukan Meninggal

featured-img

RASIKAFM – Tim SAR Gabungan akhirnya menemukan seorang bocah yang hilang terbawa arus saat bermain hujan-hujanan di dalam selokan Jalan Baskoro RT 2 RW 7, Kecamatan Tembalang pada Minggu (26/9/2021) sekira pukul 17.00 WIB.

Korban MVAP (3) ditemukan dalam keadaan meninggal dunia pada Minggu (27/9) sekira pukul 08.30 WIB di sungai Lesung Buntung dimana jarak dari tempat kejadian kurang lebih 4 kilometer dengan proses pencarian sekitar 12 jam.

“Saat kita selesai briffing mau pemberangkatan pencarian. Ada warga yang menemukan saat pencarian juga dan jasad korban langsung dibawa ke rumah duka,” ujar Norman, Korlap Tim SAR Gabungan kepada RASIKAFM.

Dia menjelaskan kejadian itu berawal ketika korban bermain di selokan bersama kelima rekannya saat hujan deras dan kondisi selokan sedang banjir dan berlumut.

“Diduga korban terbawa arus selokan hanyut terbawa arus tidak bisa berenang hanyut tenggelam” bebernya.

Kemudian, selepas isya’, pihaknya mendapatkan laporan tersebut dan turun langsunh untuk melakukan pencarian.

“Kemarin malam kita sudah melakukan pencarian sampai pukul 23.30 WIB. Kendalanya karena malam gelap dan penerangan kurang apalagi hujan dan berpotensi membahayakan keselamatan Tim SAR Gabungan,” tuturnya.

Sebelum hilang, Dia menyebut sempat ada salah satu saksi mata yang melihat korban terbawa arus.  Namun, saksi itu berfikir yang dilihat hanyalah ranting pohon kayu atau sampah yang terbawa arus.

Halaman 1 dari 2

BACA JUGA :

pilkades 2026
Pilkades Kabupaten Semarang Tahap Pertama Digelar 14 Desember 2026, 140 Desa Bersiap
Ada Pemeliharaan Tol Semarang ABC, Sejumlah Lajur Arah Jatingaleh Terdampak
Ada Pemeliharaan Tol Semarang ABC, Sejumlah Lajur Arah Jatingaleh Terdampak
Seniman asal Bergas, Kabupaten Semarang, Sidik Gunawan, menuangkan keinginan menenangkan diri melalui karya pari corek bergambar Buddha yang sedang bersemedi di lahan sawah seluas 1.200 meter persegi. Ia memanfaatkan padi hijau dan Black Madras untuk membentuk gambar sekaligus mengembangkan potensi wisata dan ekonomi petani tanpa mengalihfungsikan lahan.
Keinginan Bersemedi yang Belum Terwujud, Dituangkan Sidik Gunawan Lewat Pari Corek Bergambar Sang Buddha
Ratusan warga dari sembilan desa dan empat kelurahan memadati Kantor Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, Selasa (25/8/2026), untuk mengikuti Kesenian Rakyat dan Expo Kecamatan Bergas serta KKN UPGRIS Berdampak 2026. Kegiatan tersebut menghadirkan produk UMKM lokal sekaligus memperkuat kolaborasi UPGRIS dan Pemerintah Kabupaten Semarang melalui program KKN.
Tanggal Merah! Ratusan Warga Bergas Meriahkan Expo KKN UPGRIS Berdampak 2026
Rencana pemindahan Lapas Kelas IIA Ambarawa, Kabupaten Semarang, ke lokasi baru di kawasan Jalan Lingkar Ambarawa belum terealisasi karena lahan masih berstatus zona hijau. Sembari menunggu kepastian pemanfaatan lahan, lapas tetap beroperasi dengan 507 warga binaan, jauh melebihi kapasitas ideal 222 orang.
Relokasi Lapas Ambarawa Terkendala Status Lahan, 507 Warga Binaan Masih Berdesakan
Karang Taruna Dharma Remaja Desa Manggihan, Getasan, Kabupaten Semarang, mengolah limbah sayuran dan buah menjadi biogas untuk memasak serta pupuk organik cair. Inovasi berbasis pengelolaan sampah dan energi alternatif tersebut mengantarkan mereka meraih juara pertama Lomba Karang Taruna Berprestasi 2026 tingkat Jawa Tengah dan mewakili Jateng di tingkat nasional.
Karang Taruna Manggihan Getasan Sulap Limbah Sayur Jadi Biogas, Juara 1 Jateng dan Melaju Nasional

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Warga Desa Pakopen, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, menemukan bayi perempuan yang masih hidup di bawah pohon mahoni, Senin (24/8/2026) sekitar pukul 16.40 WIB. Bayi ditemukan Slamet (73) saat mencari kayu bakar dan botol bekas di depan makam desa, lalu mendapat pertolongan medis dari bidan setempat. Polisi kini menyelidiki identitas orang tua dan pihak yang meninggalkannya.
Cari Kayu Bakar, Warga Bandungan Temukan Bayi Perempuan Terbungkus Plastik Di Bawah Pohon
Dilema Geothermal Ungaran-Telomoyo Menimbang Maslahat dan Mudarat Energi Bersih
Dilema Geothermal Ungaran-Telomoyo: Menimbang Maslahat dan Mudarat Energi Bersih

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved