KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Hindari Korban, Robby Tegaskan Langkah Pengawasan Keamanan MBG

Hindari Korban, Robby Tegaskan Langkah Pengawasan Keamanan MBG

Hindari Korban, Robby Tegaskan Langkah Pengawasan Keamanan MBG

Wali Kota Salatiga, Robby Hernawan, pimpin audiensi penting terkait perkembangan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Salatiga. selasa (8/10/2025). Foto dok IST

RASIKAFM.COM | SALATIGA – Wali Kota Salatiga, dr. Robby Hernawan, memimpin audiensi penting terkait perkembangan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Salatiga. Bertempat di Kantor Wali Kota.

Audiensi ini diselenggarakan menyusul adanya isu dugaan keracunan makanan beberapa penerima manfaat MBG.

Audiensi dihadiri oleh Wakil Wali Kota Nina Agustin, Pj. Sekretaris Daerah, Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Asisten Pemerintahan dan Kesra Sekda, Kepala Dinas Kesehatan, Kepala Bappeda, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja, Plt. Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Pendapatan Daerah, Sekretaris Dinas Pendidikan, perwakilan Satuan Pemeriksaan Internal (SPI), serta beberapa perwakilan Satgas MBG lainnya.

Wakil Wali Kota Nina Agustin membuka pertemuan dengan menyoroti perkembangan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Ia mengungkapkan adanya beberapa dapur SPPG yang telah terverifikasi namun tidak menunjukkan progres operasional, dan meminta arahan Wali Kota terkait hal tersebut.

Pj. Sekda Muthoin menambahkan pertanyaan terkait perlunya Standard Operating Procedure (SOP) yang jelas dan cepat tanggap untuk menyikapi dan menangani kasus dugaan keracunan.

Asisten Pemerintahan dan Kesra Sekda, Pramusinta, melaporkan hasil pengawasan di SPPG Pulutan. Ia menekankan bahwa pengawasan ketat diperlukan pada tahapan setelah masakan selesai dan ditempatkan di wadah (tepak). Walau demikian, Pramusinta menilai pelaksanaan di SPPG Pulutan sudah sesuai dengan standar yang diterima. Tinjauan lapangan juga menunjukkan bahwa secara umum siswa menyukai menu makanan yang disajikan, kecuali susu, yang diduga karena adanya pesan khusus dari orang tua.

Kepala Dinas Kesehatan, dr. Prasit, menanggapi serius isu dugaan keracunan. Pihaknya meminta agar setiap kasus dugaan keracunan segera dilaporkan kepada Satgas untuk penanganan yang cepat.
Sebagai upaya peningkatan kualitas SDM, Dinas Kesehatan akan memfasilitasi pelatihan penjamah makanan secara online melalui Learning Management System (LMS) yang akan dipandu oleh Dinkes dalam pembuatan akun, dengan pelatihan yang diselenggarakan oleh pihak Provinsi.

Menanggapi masalah standarisasi dan SDM, Monic dari SPI menyarankan agar diadakan Bimbingan Teknis (Bimtek) secara online untuk penjamah makanan. Namun, usulan ini terkendala oleh Sumber Daya Manusia (SDM) yang dinilai belum memadai untuk sistem online. Selain itu, masalah overload dapur di Salatiga masih menunggu tindaklanjut dan konfirmasi operasional.

Menutup audiensi, Wali Kota memberikan arahan tegas untuk memastikan keamanan dan efektivitas program MBG antara lain, SPPG wajib memiliki alat sterilisator untuk mencegah kontaminasi dan menjamin keamanan produk, setiap SPPG juga wajib memiliki Giant Biopori untuk pembuangan sampah terutama sampah organik, penerima manfaat MBG di Kota Salatiga dibatasi sebanyak 2.800 jiwa tiap SPPG, Dinas Kesehatan harus menyiapkan dan memiliki Unit Reaksi Cepat untuk menangani kasus keracunan massal, penjamah makanan diberikan Bimbingan Teknis (Bimtek) dan SPI harus memiliki kantor fisik agar memudahkan masyarakat dalam pencarian dan pelaporan aduan terkait MBG.

Arahan Wali Kota ini menjadi landasan bagi Satgas dan seluruh pihak terkait untuk segera melakukan perbaikan dan pengetatan pengawasan, memastikan program MBG berjalan lancar, aman, dan tepat sasaran.

Knowledge

Kabar Terkini

POPULER

Wakil Wali Kota Salatiga Nina Agustin menyerahkan SK perpanjangan kontrak kepada 896 PPPK paruh waktu di Halaman Kantor Pemkot Salatiga, Senin (28/9/2026). Perpanjangan berlaku 1 Oktober 2026 hingga 30 September 2027 sebagai kelanjutan masa kerja dan tanggung jawab pelayanan pemerintahan. Pemkot juga meluncurkan tiga inovasi pengelolaan pendapatan daerah berbasis digital.
896 PPPK di Salatiga kembali Terima SK Perpanjangan Kontrak
Pemkab Semarang mendorong Wisata Edukasi Setepeng di Bergas Lor menjadi pusat pelatihan keterampilan bagi masyarakat, termasuk ASN dan non-ASN menjelang pensiun. Budidaya ayam petelur dan ikan menjadi salah satu pilihan usaha yang dapat dipelajari secara langsung. Kawasan seluas sekitar 2,2 hektare itu juga akan dikembangkan dengan tanaman buah dan komoditas lainnya.
Wisata Edukasi Setepeng Jadi Tempat Belajar Usaha, Bupati Semarang Sasar ASN Jelang Pensiun
11 Pendaftar Calon Pimpinan Baznas Salatiga Lolos Administrasi
11 Pendaftar Calon Pimpinan Baznas Salatiga Lolos Administrasi
Fakultas Pertanian dan Bisnis UKSW melalui program KKN mendampingi 25 warga Dusun Sengon, Desa Manggihan, Getasan, Kabupaten Semarang, mengolah bio-slurry dan limbah kotoran sapi menjadi pupuk organik cair, pupuk organik padat, serta MOL. Kegiatan selama sebulan ini mendorong pemanfaatan bahan lokal untuk mendukung pertanian berkelanjutan dan mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia.
KKN UKSW di Desa Manggihan, Mahasiswa Olah Limbah Biogas jadi Pupuk Organik
[pekok2]