RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

KABAR RASIKA

Hindari Korban, Robby Tegaskan Langkah Pengawasan Keamanan MBG

Hindari Korban, Robby Tegaskan Langkah Pengawasan Keamanan MBG

Hindari Korban, Robby Tegaskan Langkah Pengawasan Keamanan MBG

Wali Kota Salatiga, Robby Hernawan, pimpin audiensi penting terkait perkembangan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Salatiga. selasa (8/10/2025). Foto dok IST

RASIKAFM.COM | SALATIGA – Wali Kota Salatiga, dr. Robby Hernawan, memimpin audiensi penting terkait perkembangan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Salatiga. Bertempat di Kantor Wali Kota.

Audiensi ini diselenggarakan menyusul adanya isu dugaan keracunan makanan beberapa penerima manfaat MBG.

Audiensi dihadiri oleh Wakil Wali Kota Nina Agustin, Pj. Sekretaris Daerah, Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Asisten Pemerintahan dan Kesra Sekda, Kepala Dinas Kesehatan, Kepala Bappeda, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja, Plt. Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Pendapatan Daerah, Sekretaris Dinas Pendidikan, perwakilan Satuan Pemeriksaan Internal (SPI), serta beberapa perwakilan Satgas MBG lainnya.

Wakil Wali Kota Nina Agustin membuka pertemuan dengan menyoroti perkembangan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Ia mengungkapkan adanya beberapa dapur SPPG yang telah terverifikasi namun tidak menunjukkan progres operasional, dan meminta arahan Wali Kota terkait hal tersebut.

Pj. Sekda Muthoin menambahkan pertanyaan terkait perlunya Standard Operating Procedure (SOP) yang jelas dan cepat tanggap untuk menyikapi dan menangani kasus dugaan keracunan.

Asisten Pemerintahan dan Kesra Sekda, Pramusinta, melaporkan hasil pengawasan di SPPG Pulutan. Ia menekankan bahwa pengawasan ketat diperlukan pada tahapan setelah masakan selesai dan ditempatkan di wadah (tepak). Walau demikian, Pramusinta menilai pelaksanaan di SPPG Pulutan sudah sesuai dengan standar yang diterima. Tinjauan lapangan juga menunjukkan bahwa secara umum siswa menyukai menu makanan yang disajikan, kecuali susu, yang diduga karena adanya pesan khusus dari orang tua.

Kepala Dinas Kesehatan, dr. Prasit, menanggapi serius isu dugaan keracunan. Pihaknya meminta agar setiap kasus dugaan keracunan segera dilaporkan kepada Satgas untuk penanganan yang cepat.
Sebagai upaya peningkatan kualitas SDM, Dinas Kesehatan akan memfasilitasi pelatihan penjamah makanan secara online melalui Learning Management System (LMS) yang akan dipandu oleh Dinkes dalam pembuatan akun, dengan pelatihan yang diselenggarakan oleh pihak Provinsi.

Menanggapi masalah standarisasi dan SDM, Monic dari SPI menyarankan agar diadakan Bimbingan Teknis (Bimtek) secara online untuk penjamah makanan. Namun, usulan ini terkendala oleh Sumber Daya Manusia (SDM) yang dinilai belum memadai untuk sistem online. Selain itu, masalah overload dapur di Salatiga masih menunggu tindaklanjut dan konfirmasi operasional.

Menutup audiensi, Wali Kota memberikan arahan tegas untuk memastikan keamanan dan efektivitas program MBG antara lain, SPPG wajib memiliki alat sterilisator untuk mencegah kontaminasi dan menjamin keamanan produk, setiap SPPG juga wajib memiliki Giant Biopori untuk pembuangan sampah terutama sampah organik, penerima manfaat MBG di Kota Salatiga dibatasi sebanyak 2.800 jiwa tiap SPPG, Dinas Kesehatan harus menyiapkan dan memiliki Unit Reaksi Cepat untuk menangani kasus keracunan massal, penjamah makanan diberikan Bimbingan Teknis (Bimtek) dan SPI harus memiliki kantor fisik agar memudahkan masyarakat dalam pencarian dan pelaporan aduan terkait MBG.

Arahan Wali Kota ini menjadi landasan bagi Satgas dan seluruh pihak terkait untuk segera melakukan perbaikan dan pengetatan pengawasan, memastikan program MBG berjalan lancar, aman, dan tepat sasaran.

BACA JUGA :

Pemkab Semarang tidak akan melakukan riset mandiri terkait rencana pengembangan geothermal Gunung Ungaran karena kewenangan berada di pemerintah pusat sebagai proyek strategis nasional. Bupati Semarang Ngesti Nugraha menyatakan Pemkab berperan sebagai fasilitator dan mendorong konsultasi publik agar kementerian, pemerintah daerah, stakeholder, serta masyarakat mendapat informasi terbuka mengenai potensi dan dampak proyek.
Pemkab Semarang Tegaskan Tak Akan Lakukan Riset Mandiri Geothermal Gunung Ungaran
Lapas Kelas IIB Purwodadi bersama Dinas Pertanian memperkuat pembinaan kemandirian warga binaan melalui Program Sekolah Tani. Pada tahap ketiga, warga binaan mempelajari budidaya bayam, kangkung, dan pisang Raja Bulu melalui teori serta praktik langsung di lahan Lapas Purwodadi. Program ini dilakukan untuk membekali warga binaan dengan keterampilan pertanian produktif sebelum kembali ke masyarakat.
Program Integrated Farming, Lapas Purwodadi Gelar Sekolah Tani
Sebanyak 8.100 porsi Ayam Kecap Rempah Nusantara dimasak serentak di sembilan kota Indonesia pada Minggu (6/9/2026), termasuk 750 porsi di Semarang. Kegiatan Bright Gas bersama pelanggan dan komunitas tersebut digelar untuk memperingati Hari Pelanggan Nasional sekaligus membidik pencatatan Rekor MURI.
Bukan Masak Biasa! 8.100 Porsi Ayam Kecap Diburu Jadi Rekor MURI, Semarang Sumbang 750 Porsi
Pemkab Semarang meminta PT PLN menunda sementara kajian dan rencana eksplorasi panas bumi di kawasan Gunung Ungaran, Jumat (4/9/2026). Bupati Semarang Ngesti Nugraha menyebut keputusan tersebut diambil untuk menjaga kondusivitas masyarakat di tengah kekhawatiran yang berkembang. Pemkab juga meminta PT Geo Dipa Energi meningkatkan komunikasi dan sosialisasi terkait kegiatan geothermal di Banyubiru.
Rencana Geothermal Gunung Ungaran Ditunda, Bupati Semarang Minta PLN Setop Kegiatan
Sebanyak 756 pekerja PT Sumber Graha Sejahtera (SGS) di Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, terkena PHK akibat efisiensi perusahaan pada 2026. Disnaker Kabupaten Semarang menyebut keputusan tersebut telah disepakati melalui perjanjian bersama, sementara pembayaran pesangon rata-rata Rp30 juta per pekerja dilakukan bertahap selama 10 bulan karena tekanan industri perkayuan.
756 Pekerja di Kabupaten Semarang Kena PHK, Disnaker Kawal Pembayaran Pesangon
Sejumlah warga yang tergabung dalam Aliansi Semar Gugat menggelar aksi tanda tangan massal menolak rencana pengeboran geothermal Gunung Ungaran di Basecamp Kendalisodo, Desa Samban, Bawen, Kabupaten Semarang, Rabu (2/9/2026). Mereka meminta rencana tersebut dikaji serius karena khawatir aktivitas pengeboran berdampak terhadap lingkungan dan sumber air masyarakat.
Gelombang Penolakan Pengeboran Gunung Ungaran Mulai Muncul, Sejumlah Komunitas Galang Tanda Tangan Massal

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Arti Desil 1 sampai 10
Arti Desil 1 sampai 10
Keluarga Mozza Axillia Gunarsa (18), remaja asal Bergas, Kabupaten Semarang, meyakini jasad yang ditemukan merupakan putrinya setelah mengenali pakaian, jepit rambut, rambut ikal, dan ciri gigi korban. Senin (7/9/2026), ayah Mozza meminta proses hukum terhadap tersangka berjalan transparan dan pelaku dihukum berat. Hasil pemeriksaan DNA masih ditunggu keluarga.
Ayah Mozza Minta Pelaku Dihukum Berat, Keluarga Menduga Ada Motif Pembunuhan Berencana
Rencana pembangunan PLTP di kawasan Gunung Ungaran berpotensi berdampak pada sekitar 540 KK di Dusun Darum, Ngipik, dan Talun, Desa Candi, Bandungan, Kabupaten Semarang. Hingga Rabu (2/9/2026), pemerintah desa mengaku belum menerima informasi resmi maupun sosialisasi terkait proyek tersebut dan meminta keterbukaan kepada masyarakat.
Ratusan KK di Desa Candi Berpotensi Terdampak Geothermal Gunung Ungaran