URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Maraknya aksi kenakalan kelompok remaja atau gengster seperti pengeroyok bahkan pembacokan membuat masyarakat Kota Semarang menjadi resah. Polisi menyebut, aksi kriminalitas ini dipicu oleh minuman keras (miras) yang membuat pemabuk tidak sadar dan menganggu pikiran hingga nekat berbuat kejahatan.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Hindari Kriminalitas Kelompok Remaja di Semarang, Polisi Lakukan Patroli dan Penindakan Miras

Hindari Kriminalitas Kelompok Remaja di Semarang, Polisi Lakukan Patroli dan Penindakan Miras

Hindari Kriminalitas Kelompok Remaja di Semarang, Polisi Lakukan Patroli dan Penindakan Miras

Kepolisian saat melakukan giat operasi minuman keras di Jalan Bugangan Semarang Timur Kota Semarang.
featured-img

SEMARANG – Maraknya aksi kenakalan kelompok remaja atau gengster seperti pengeroyok bahkan pembacokan membuat masyarakat Kota Semarang menjadi resah. Polisi menyebut, aksi kriminalitas ini dipicu oleh minuman keras (miras) yang membuat pemabuk tidak sadar dan menganggu pikiran hingga nekat berbuat kejahatan.

Oleh karena itu, untuk menghindari hal tersebut, kepolisian kini menggiatkan patroli malam rutin dan menyelidiki serta menindak peredaran minuman keras. “Kami giatkan operasi demi meminimalisir tindak pidana yang akhir-akhir ini terjadi di kota Semarang yang mana disinyalir berawal dari konsumsi minuman keras,” ujar Kapolsek Semarang Timur, Iptu Iwan Kurniawan belum lama ini.

Dalam menindaklanjuti operasi minuman berakoholc, ada dua lokasi yang masih ditemukan di Jalan Bugangan Raya. Dari dua lokasi itu, polisi menyita sekitar 50botol jenis congyang, ciu dan anggur merah.

“Perintah Kapolrestabes menyisir tempat penjualan miras. Baru dua penjual dulu yang diamankan, kami sisir tempat lain sudah pada tutup, tempat lainnya kami sisir lagi,” terangnya.

Disisi lain, pihaknya akan terus melakukan operasi secara berkelanjutan dan acak. Nantinya operasi bersifat dadakan untuk mengelabui para penjual.

“Kami nanti random dan bertahap supaya saat kami datangi tidak tutup,” bebernya.

Ia mengatakan, selain operasi di tempat penjualan miras anggota juga diperintahkan untuk memantau tempat fasilitas umum yang dicurigai digunakan untuk mengkonsumi miras. “Misal di Barito dan dekat Sidodadi, kalau siang ramai tapi kalau malam tempat tersebut bisa juga dijadikan sebagai lokasi mabuk miras para anak muda,” katanya.

Terpisah, Kapolsek Genuk, AKP Ris Andrian mengatakan, sudah dari pekan kemarin melakukan operasi miras. Operasi dilakukan secara rutin terutama saat Sabtu malam.

“Genuk selalu kami monitor dan kami jaga stabilitas keamanannya di antaranya soal miras,” pungkasnya.

Ia menyebut, operasi miras akan terus dilakukan menyusul upaya kepolisian menjaga kondusifitas wilayah dan menghindari aksi kriminalitas kelompok remaja. Pihaknya tak ingin miras menjadi pintu masuk kejahatan yang mengakibatkan tindak pidana serius.

“Terutama soal peredaran miras yang tak berizin,” ungkapnya.

Sementara itu, Kapolrestabes Semarang Kombes Irwan Anwar mengatakan, telah melakukan upaya pembersihan minuman keras di Kota Semarang. Hal itu menyusul dari rentetan kejahatan yang dilakukan oleh para remaja.

“Atas petunjuk Bapak Wakapolda kami lakukan upaya pembersihan di wilayah karena peristiwa kejahatan seperti gangster dimulai dengan mabuk-mabukan alkohol,” imbuhnya.

BACA JUGA :

Sekitar 900 siswa SD hingga SMU di Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, mengikuti lomba tari keprajuritan pada Selasa (11/8/2026) untuk memeriahkan HUT RI ke-81 dan TMMD Reguler ke-129 di Desa Cukil. Kegiatan yang diawali flashmob itu sekaligus menjadi upaya melestarikan tari keprajuritan yang menggambarkan perjuangan merebut kemerdekaan.
Meriah! Ratusan Siswa di Tengaran ikuti Lomba Tari Keprajuritan
Pemkab Semarang segera mencatat tanah hibah dari Kementerian Pertanian seluas sekitar 2,3 hektare sebagai aset daerah setelah dokumen administrasinya lengkap, Selasa (11/8/2026). Tanah eks Balai Penyuluhan Pertanian yang dihibahkan sejak 1991 tersebut diperkirakan bernilai Rp58 miliar. Pemkab Semarang juga menunggu proses sertifikasi tanah 14,8 hektare dari Badan Bank Tanah di Desa Branjang yang bernilai sekitar Rp60 miliar.
35 Tahun Mangkrak, Tanah Hibah Kementan untuk Pemkab Semarang Akhirnya Tuntas
Ratusan warga Perumahan Taman Manunggal Asri dan Wisma Karebet, Dusun Tugu, Desa Bener, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, memeriahkan HUT ke-81 RI melalui senam bersama dan jalan sehat sejauh 1 kilometer pada Minggu (9/8/2026). Kegiatan yang digelar Karang Taruna Manebet tersebut berlangsung sejak pagi dan melibatkan anak-anak hingga orang dewasa, dengan pelepasan burung perkutut sebagai simbol dimulainya jalan sehat sekaligus pesan pelestarian lingkungan.
Meriah! Karang Taruna Manebet Sukses gelar Acara Senam dan Jalan Santai
Sebanyak 15 mahasiswa Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) mengikuti East Asia Student Encounter (EASE) 2026 di Kwansei Gakuin University, Jepang, selama 18 hari hingga 18 Agustus 2026. Program bertema Manifest the Dream: Our Journey Toward Peace in a Divided World ini memperkuat pertukaran budaya, jejaring internasional, dan pendidikan perdamaian melalui berbagai kegiatan akademik, budaya, serta diskusi lintas negara.
15 Mahasiswa UKSW Ikuti EASE 2026 di Jepang, Rayakan Misi Perdamaian Dunia
Wali Kota Salatiga, dr. Robby Hernawan, menegaskan pengelolaan sampah di Kota Salatiga akan dilakukan secara bertahap dari hulu hingga hilir dengan mengedepankan edukasi pemilahan sampah sejak dari rumah. Kebijakan yang disampaikan tersebut menargetkan penuntasan penumpukan sampah dalam waktu sekitar dua tahun melalui pengolahan sampah organik di TPS 3R serta pemanfaatan sampah anorganik menjadi bahan baku bernilai ekonomi, didukung pendampingan kepada masyarakat dan penyusunan strategi bersama konsultan.
Atasi Masalah, Pemkot Gandeng Konsultan akan Musnahkan Gunungan Sampah, 2 Tahun bisa Selesai
Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah menggelar Festival Jateng Syariah (FAJAR) 2026 di Queen City Mall Semarang pada 6–9 Agustus 2026 untuk memperkuat literasi serta ekosistem ekonomi dan keuangan syariah. Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah, M. Noor Nugroho, menyebut kegiatan ini mengedepankan kolaborasi lintas sektor melalui penguatan literasi, pengembangan Halal Value Chain, pemberdayaan UMKM, dan perluasan akses ekonomi syariah yang inklusif serta berkelanjutan.
BI Jateng Tancap Gas Bangun Ekonomi Syariah, 450 Guru Disiapkan Jadi Motor Literasi Halal

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Satreskrim Polres Semarang menetapkan TI (25) dan DPP (20) sebagai tersangka kasus pencurian dengan kekerasan yang menewaskan pemilik Royal Phone, Chandra Waskito, di Ambarawa, Kabupaten Semarang, Kamis (6/8/2026). Polisi mengungkap aksi tersebut direncanakan sehari sebelumnya dan dilakukan dengan memukul korban menggunakan palu sebelum kedua tersangka membawa 53 telepon genggam serta mobil korban ke Gubug, Grobogan. Keduanya kini dijerat pasal pencurian dengan kekerasan dan pembunuhan dengan ancaman pidana seumur hidup atau maksimal 20 tahun penjara.
Kronologi Perampokan Disertai Pembunuhan Bos Royal Phone Ambarawa, Korban Dihabisi Pakai Palu di Bagian Kepala
Pemerintah Kota Salatiga dan LPK Serbaindo menjalin kolaborasi strategis untuk memperluas kesempatan kerja ke Jepang melalui pelatihan dan penempatan tenaga kerja resmi. Audiensi yang dipimpin Direktur LPK Serbaindo, Iman Abdul Rahman, bersama Wali Kota Salatiga, Robby Hernawan, membahas penyusunan nota kesepahaman (MoU), sosialisasi ke sekolah dan masyarakat, serta pengembangan kerja sama internasional guna meningkatkan kualitas SDM dan menekan angka pengangguran di Salatiga.
Perluas Kesempatan, LPK Serbaindo dan Pemkot Salatiga siap Kirim Tenaga Kerja ke Jepang
Polres Semarang memastikan mayat yang ditemukan di dalam mobil Honda Jazz di wilayah Gubug, Kabupaten Grobogan, pada Jumat (7/8/2026), merupakan Chandra Waskito, pemilik konter Royal Phone di Kelurahan Pojoksari, Kecamatan Ambarawa. Korban diduga tewas akibat tindak pidana pencurian dengan kekerasan. Polisi masih memburu pelaku serta mengumpulkan keterangan saksi dan barang bukti untuk mengungkap kronologi serta motif kejahatan.
Polisi Pastikan Mayat dalam Mobil di Grobogan Bos Royal Phone Ambarawa

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved