URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Polrestabes Semarang mengaku sudah mengetahui identitas komplotan penembakan terhadap RW (34) seorang istri TNI di depan rumahnya Jalan Cemara III No.1, Kelurahan Padangsari, Kecamatan Banyumanik Kota Semarang.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Identitas Sudah Diketahui, Polisi Minta Pelaku Komplotan Penembakan Istri TNI di Semarang Serahkan Diri

Identitas Sudah Diketahui, Polisi Minta Pelaku Komplotan Penembakan Istri TNI di Semarang Serahkan Diri

Identitas Sudah Diketahui, Polisi Minta Pelaku Komplotan Penembakan Istri TNI di Semarang Serahkan Diri

Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol Irwan Anwar didampingi Dandim 0733 Kota Semarang, Letkol Honi Havana saat olah tempat kejadian perkara (TKP) meminta komplotan penembakan istri TNI menyerahkan diri.
featured-img

SEMARANG – Polrestabes Semarang mengaku sudah mengetahui identitas komplotan penembakan terhadap RW (34) seorang istri TNI di depan rumahnya Jalan Cemara III No.1, Kelurahan Padangsari, Kecamatan Banyumanik Kota Semarang.

Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol Irwan Anwar menegaskan kepada pelaku dan otak penembakan untuk segera menyerahkan diri. Ia menambahkan, tim gabungan TNI-Polri kini juga sedang melakukan pengejaran terhadap seluruh pelaku.[irp posts=”40108″ name=”Polisi dan TNI Lakukan Olah TKP Lanjutan Kasus Penembakan Istri TNI di Semarang”]

“Tim sedang melakukan pengejaran. Tapi kami juga berharap pihak terkait khususnya pelaku eksekutor, kemudian (aktor) intelektual bisa menyerahkan diri secara secepat-cepatnya karena identitas mereka sudah kita ketahui,” ujar Irwan saat olah tempat kejadian perkara (TKP) lanjutan di lokasi, Kamis (21/7/2022).

Ia l menjelaskan, olah TKP lanjutan yang dilakukan hari ini juga telah menemukan titik terang atas kasus penembakan ini. Dalam pelaksanaan penyelidikan ini, Tim Gabungan melakukan penyamaan data dari barang bukti sementara yang ia peroleh seperti rekaman CCTV dan saksi-saksi.

“Kesimpulannya sudah mengerucut kepada motif, sudah mengerucut kepada modus dan sudah mengerucut ke identifikasi pelaku,” jelas dia.

Ia juga menegaskan, tidak pernah ada kejahatan yang membuat pelaku merasa aman. Untuk itu ia meminta pelaku segera menyerahkan diri.

“Selama-lamanya mereka ngumpet (bersembunyi) hanya itu kesempatannya nanti lambat laun ini persoalan waktu aja penangkapannya,” jelasnya.[irp posts=”40043″ name=”Polisi Sebut Penembakan Istri Anggota TNI di Banyumanik Bukan Dilakukan oleh Profesional, Ini Penjelasannya”]

Hal senada juga ditegaskan, Dandim 0733 Kota Semarang Letkol Honi Havana. Ia mengatakan pihaknya juga akan bekerja sama memburu pelaku penembakan ini.

“Kita tidak akan menyerah kita akan berusaha sekeras-kerasnya untuk mengungkap kasus ini termasuk memburu tersangka sampai dimanapun kita akan kejar,” imbuh Honi.

BACA JUGA :

Kota Salatiga meraih juara I kategori Akses Penduduk ke Layanan Pendidikan dalam Apresiasi Pemda Berprestasi Regional Jawa-Bali 2026 Batch II yang digelar Kemendagri pada 28 Agustus 2026. Atas capaian tersebut, Salatiga mendapat dukungan Rp2 miliar untuk memperkuat akses dan kualitas layanan pendidikan bagi masyarakat.
Bukan Kaleng-kaleng! Kota Salatiga raih Prestasi di Bidang Pendidikan
Rencana pengeboran panas bumi di kawasan Gunung Ungaran mulai membuat warga Desa Candi, Bandungan, Kabupaten Semarang, gelisah karena belum mendapat penjelasan langsung mengenai lokasi, mekanisme, dan dampaknya. Warga khawatir aktivitas tersebut memengaruhi sumber air dan pertanian, sementara pemerintah maupun pihak terkait belum melakukan sosialisasi secara menyeluruh kepada masyarakat.
Isu Pengeboran Gunung Ungaran Bikin Warga Candi Gelisah, Khawatir Sumber Air dan Pertanian Terdampak
DPRD Kabupaten Semarang meminta pemerintah daerah melakukan kajian menyeluruh sebelum pengembangan energi panas bumi Gunung Ungaran dilanjutkan, Senin (31/8/2026). Dewan menyoroti potensi dampak pengeboran lebih dari 2.000 meter terhadap kondisi geologi, lingkungan, sumber air, cagar budaya, serta manfaat ekonomi bagi masyarakat dan daerah.
Legislator Kabupaten Semarang Soroti Risiko Geothermal Ungaran, Ingatkan Dampak Pengeboran
Kejaksaan Negeri Salatiga memberikan penyuluhan hukum dan kampanye antikorupsi kepada sekitar 150 siswa SMAN 3 Salatiga melalui program Jaksa Masuk Sekolah, Senin. Kegiatan tersebut bertujuan menanamkan kesadaran hukum, kejujuran, integritas, dan tanggung jawab sejak dini, sekaligus mengenalkan bahaya HIV/AIDS serta pengelolaan sampah kepada para pelajar.
JMS di SMAN 3 Salatiga, Gandeng Berbagai Pihak, “Wujudkan Generasi Emas Anti Korupsi”
Pemkab Semarang menyiapkan anggaran hampir Rp16 miliar untuk pelaksanaan Pilkades serentak yang dijadwalkan pada 14 Desember 2026. Bupati Semarang Ngesti Nugraha mengatakan anggaran tersebut digunakan untuk mendukung seluruh tahapan Pilkades, dengan kebutuhan tambahan dipenuhi melalui efisiensi belanja yang tidak menjadi prioritas.
Pemkab Semarang Tambah Anggaran Pilkades, Belanja Tak Mendesak Jadi Sasaran Efisiensi
WhatsApp Image 2026-08-30 at 22.25
Meriah! Peringatan HUT Paguyuban PKL Setia Kawan ke-24 di Pasaraya Salatiga

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Arti Desil 1 sampai 10
Arti Desil 1 sampai 10
Dilema Geothermal Ungaran-Telomoyo Menimbang Maslahat dan Mudarat Energi Bersih
Dilema Geothermal Ungaran-Telomoyo: Menimbang Maslahat dan Mudarat Energi Bersih
Kepala Dinsos Kabupaten Semarang Istichomah
Penerima Bansos Terindikasi Judol Bakal Dicoret, Dinsos Kabupaten Semarang Buka Pengajuan Sanggahan

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved