URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Pengusaha tahu di Sruwen Kecamatan Tengaran Kabupaten Semarang merugi akibat harga kedelai kian melejit. Hal tersebut membuat ongkos produksi tahu semakin tinggi yang diperparah dengan daya beli rendah.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Imbas Harga Kedelai Naik, Pengusaha Tahu di Tengaran Terancam Gulung Tikar

Imbas Harga Kedelai Naik, Pengusaha Tahu di Tengaran Terancam Gulung Tikar

Imbas Harga Kedelai Naik, Pengusaha Tahu di Tengaran Terancam Gulung Tikar

featured-img

Pengusaha tahu di Sruwen Kecamatan Tengaran Kabupaten Semarang merugi akibat harga kedelai kian melejit.

Hal tersebut membuat ongkos produksi tahu semakin tinggi yang diperparah dengan daya beli rendah.
Sehingga usaha tahu milik Moh Romi harus pintar memutar otak untuk meminimalisir kerugian dan agar tidak gulung tikar.

Romi mengatakan bahwa naiknya harga kedelai diperparah dengan naiknya harga bahan bakar minyak (BBM).

“Dari sebelumnya Rp 7.000 menjadi Rp 12.800, dampaknya pengusaha yang dahulunya memiliki keuntungan cukup sekarang semakin susah mendapatkan keuntungan,” kata Romi kepada wartawan (28/9/2022).

Sebelum adanya pandemi covid-19 dan naiknya harga BBM, Romi dapat memproduksi tahu hingga 200 kilogram dalam sehari.

Saat pandemi covid-19 melanda, dirinya saat itu hanya mampu produksi tahu hingga 75 kilogram per hari.

“Kalau sekarang paling mentok produksi sekitar 50 kilogram saja per hari,” ungkapnya.

“Dulu pedagang yang sehari beli Rp 50 ribu, sekarang hanya beli Rp 15 ribu – Rp 20 ribu per hari,” tambahnya.

Romi mengaku telah memikirkan dua cara untuk mengantisipasi kerugian.

Pertama memperkecil ukuran tahu walaupun resikonya ada beberapa pembeli yang lari.

Kedua memperkecil ukuran papan Loyang tahu sebelum di iris kecil-kecil.

“Kalau dulu satu kali masak menjadi lima papan, ukuran saya perkecil lagi sehingga bisa menjadi enam papan, solusi saya baru seperti itu,” paparnya.

Menurutnya solusi tersebut dilakukan untuk menekan angka kerugian dikala naiknya harga kedelai.
“Mengingat jika menaikkan harga juga tidak bisa lagi.

Selain itu, saat ini Romi hanya memiliki dua karyawan yang aktif.

“Kalau dulu saya memiliki sembilan karyawan, namun hanya ada dua, yang lain saya rumahkan dulu walaupun berat rasanya untuk merumahkan mereka,” katanya.

Bukan hanya merumahkan karyawannya, satu mobil Innova juga Romi jual untuk mempertahankan usaha miliknya.

“Bahkan aset-aset yang saya miliki, saya jual untuk bertahan hidup dan mempertahankan usaha tahu saya,” imbuhnya.

Romi berharap agar harga kedelai seperti dulu lagi.

“Jika tidak ada turun tangan dari pemerintah, ini pengusaha tahu tempe akan hancur artinya harus ada subsidi harga-harga kedelai, satu-satunya jalan adalah pemerintah harus turun tangan,” jelasnya.

BACA JUGA :

Rencana pengeboran panas bumi di kawasan Gunung Ungaran mulai membuat warga Desa Candi, Bandungan, Kabupaten Semarang, gelisah karena belum mendapat penjelasan langsung mengenai lokasi, mekanisme, dan dampaknya. Warga khawatir aktivitas tersebut memengaruhi sumber air dan pertanian, sementara pemerintah maupun pihak terkait belum melakukan sosialisasi secara menyeluruh kepada masyarakat.
Isu Pengeboran Gunung Ungaran Bikin Warga Candi Gelisah, Khawatir Sumber Air dan Pertanian Terdampak
DPRD Kabupaten Semarang meminta pemerintah daerah melakukan kajian menyeluruh sebelum pengembangan energi panas bumi Gunung Ungaran dilanjutkan, Senin (31/8/2026). Dewan menyoroti potensi dampak pengeboran lebih dari 2.000 meter terhadap kondisi geologi, lingkungan, sumber air, cagar budaya, serta manfaat ekonomi bagi masyarakat dan daerah.
Legislator Kabupaten Semarang Soroti Risiko Geothermal Ungaran, Ingatkan Dampak Pengeboran
Kejaksaan Negeri Salatiga memberikan penyuluhan hukum dan kampanye antikorupsi kepada sekitar 150 siswa SMAN 3 Salatiga melalui program Jaksa Masuk Sekolah, Senin. Kegiatan tersebut bertujuan menanamkan kesadaran hukum, kejujuran, integritas, dan tanggung jawab sejak dini, sekaligus mengenalkan bahaya HIV/AIDS serta pengelolaan sampah kepada para pelajar.
JMS di SMAN 3 Salatiga, Gandeng Berbagai Pihak, “Wujudkan Generasi Emas Anti Korupsi”
Pemkab Semarang menyiapkan anggaran hampir Rp16 miliar untuk pelaksanaan Pilkades serentak yang dijadwalkan pada 14 Desember 2026. Bupati Semarang Ngesti Nugraha mengatakan anggaran tersebut digunakan untuk mendukung seluruh tahapan Pilkades, dengan kebutuhan tambahan dipenuhi melalui efisiensi belanja yang tidak menjadi prioritas.
Pemkab Semarang Tambah Anggaran Pilkades, Belanja Tak Mendesak Jadi Sasaran Efisiensi
WhatsApp Image 2026-08-30 at 22.25
Meriah! Peringatan HUT Paguyuban PKL Setia Kawan ke-24 di Pasaraya Salatiga
WhatsApp Image 2026-08-30 at 21.48
85 Kontingen Meriahkan Pawai Pembangunan dan Budaya Kabupaten Semarang 2026, Hidupkan Semangat Palagan Ambarawa

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Arti Desil 1 sampai 10
Arti Desil 1 sampai 10
Dilema Geothermal Ungaran-Telomoyo Menimbang Maslahat dan Mudarat Energi Bersih
Dilema Geothermal Ungaran-Telomoyo: Menimbang Maslahat dan Mudarat Energi Bersih
Kepala Dinsos Kabupaten Semarang Istichomah
Penerima Bansos Terindikasi Judol Bakal Dicoret, Dinsos Kabupaten Semarang Buka Pengajuan Sanggahan

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved