KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Implementasikan Program P5, SMP RUQ Al Falah Salatiga, Praktek Pengelolaan Sampah Plastik.

Implementasikan Program P5, SMP RUQ Al Falah Salatiga, Praktek Pengelolaan Sampah Plastik.

Implementasikan Program P5, SMP RUQ Al Falah Salatiga, Praktek Pengelolaan Sampah Plastik.

Kegiatan implementasi program P5 dalam kurikulum merdeka berkolaborasi antara SMP RUQ Al Falah, Bank Sampah Waras Resik (Wares) Tegalrejo, dan pengurus Bank Sampah Induk (BSI) Salatiga. Siswa-siswi belajar membuat karya daur ulang dari bahan sampah plastik, mengikuti prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle) untuk menjaga lingkungan. Acara ini mencerminkan pentingnya kerja sama dalam pengelolaan sampah dan kesadaran menjaga lingkungan di kalangan siswa.
Foto dok IST
Siswa SMP Ruq Al Falah Salatiga saat memperhatikan pembuatan hiasan dari botol bekas, oleh Perwakilan Waris 7.11.2023

RASIKAFM. COM  | SALATIGA – Kegiatan tersebut bertujuan mengimplementasikan program P5 dalam program kurikulum merdeka. Sekolah bekerja sama dengan Bank Sampah Waras Resik (Wares) Tegalrejo dan pengurus Bank Sampah Induk (BSI) Salatiga.

Bank Sampah Wares menerjunkan 2 pemateri kreatif untuk membimbing siswa siswi SMP RUQ Al Falah. Hasilnya para Siswa praktek membuat miniatur ikan dari botol plastik bekas, bunga dari botol plastik bekas Piring dari mulut cup botol minum Bunga dari kresek plastik bekas Sebagai pembuka acara.

Halimah perwakikan Bank Sampah Wares menyatakan sosialisasi workshop pengelolaan sampah ini penting bagi siswa. Ia berharap Setelah sosialisasi siswa langsung mempraktekanya disekolah. Termasuk Siswa mampu membuat karya dengan bimbingan Bank Sampah Wares, seperti membuat aneka bunga dari sampah plastik, aneka hiasan berbahan sampah daur ulang, dan aneka kerajinan lain.

Selain mengurangi sampah plastik dengan cara mendaur ulang, juga bisa menunjang perekonomian” ujarnya.

Pantauan media, Pengelolaan sampah ini menerapkan prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle) untuk mengurangi jumlah sampah barang yang terpakai dan menjaga lingkungan. Dengan menerapkan prinsip 3R ini, sekolah dapat membantu mengurangi jumlah sampah. Sampah-sampah tersebut akan masuk ke tempat pembuangan akhir. Pengelolaan memberikan contoh yang baik tentang pentingnya menjaga lingkungan.

Siswa siswi SMP RUQ sangat antusias dalam mengikuti workshop tersebut, bahkan ada yang membuat lebih dari satu karya. Kesadaran menjaga lingkungan juga perlahan tumbuh, seperti memilah-milah sampah, mengklasifikasi sampah, dan tidak membuang sampah sembarangan.

Suasana workshop pengelolaan sampah yang digelar di SMP

Waka kurikulum unggulan,M. Yasin Al Amin mengatakan pihaknya sangat mengapresiasi kegiatan ini, dengan bekerja sama pihak luar sekolah dalam membimbing siswa dalam hal penggelolaan sampah

“Harapan kami sebagai lembaga pendidikan Al Falah dapat menjalin kerja sama yang baik dengan Wares, kegiatan positif ini anak bisa terlihat dan bertumbuh kembang dengan baik seperti kerja keras, keuletan, kerja sama tim, dan lain sebagainya” ujar Yasin.

Kabar Terkini

POPULER

Relokasi Makam Wonokendeng di Lingkungan Lonjong, Ngampin, Ambarawa, Kabupaten Semarang, yang terdampak pembangunan Tol Jogja-Bawen masih menunggu tindak lanjut Pemkab Semarang. Warga telah memilih lahan pengganti sekitar 5.000 meter persegi, tetapi proses pembelian belum berjalan. Kepastian dibutuhkan karena makam lama masih digunakan dan menampung sekitar 550 makam.
Makam Wonokendeng Terdampak Tol Jogja-Bawen, Warga Sudah Pilih Lahan Baru tapi Relokasi Belum Jelas
Peserta Aksi Jateng Guyub Kecewa Tak Diizinkan Transit di Kantor Bupati Semarang
Peserta Aksi Jateng Guyub Kecewa Tak Diizinkan Transit di Kantor Bupati Semarang
Trans Banyumas Mengubah Budaya Bertransportasi di Daerah
Trans Banyumas: Mengubah Budaya Bertransportasi di Daerah
Dinas Pemadam Kebakaran Kota Semarang mencatat 218 kejadian kebakaran lahan kosong sepanjang Januari hingga September 2026. Kepala Bidang Operasional dan Penyelamatan Damkar Semarang Tantri Pradono mengatakan kebakaran meningkat karena kondisi lahan kering dan aktivitas manusia, sehingga pemilik lahan diminta menjaga kebersihan serta menghindari pembakaran sampah.
Lahan Kosong Jadi Ladang Api, 218 Kebakaran Terjadi di Semarang
[pekok2]