Semarang – Tekanan inflasi di Kota Semarang dalam beberapa bulan mendatang diprakirakan mengalami penurunan. Hal ini tercermin dari hasil survei yang menunjukkan turunnya Indeks Ekspektasi Harga Umum (IEH) untuk periode tiga hingga enam bulan ke depan.
Untuk April 2026, IEH tercatat sebesar 156,8, menurun dibandingkan bulan sebelumnya yang mencapai 181,58. Penurunan ini mengindikasikan ekspektasi pelaku usaha terhadap kenaikan harga barang di masa mendatang cenderung lebih terkendali.
Sementara itu, untuk periode enam bulan mendatang atau Juli 2026, IEH juga tercatat mengalami penurunan menjadi 167,11, dari sebelumnya 176,3.
Menurunnya ekspektasi tekanan harga ini diperkirakan sejalan dengan meningkatnya pasokan sejumlah komoditas, terutama bahan pangan, yang biasanya terjadi pada periode masa panen di beberapa daerah sentra produksi.
Kondisi tersebut diharapkan dapat menjaga stabilitas harga di tingkat konsumen, sekaligus menahan laju inflasi agar tetap terkendali menjelang dan setelah momentum Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Idulfitri.
Dengan proyeksi pasokan yang lebih melimpah, tekanan harga diperkirakan tidak akan setinggi periode sebelumnya, sehingga daya beli masyarakat di Kota Semarang dapat tetap terjaga pada paruh pertama tahun 2026.