KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Ini Motif Bocah 15 Tahun di Magelang Bunuh Teman Sekelasnya

Ini Motif Bocah 15 Tahun di Magelang Bunuh Teman Sekelasnya

Ini Motif Bocah 15 Tahun di Magelang Bunuh Teman Sekelasnya

Wakapolda Jateng, Brigjen Pol Abiyoso Seno Aji saat memimpin rilis kasus bocah 15 tahun asal Magelang bunuh teman sekelasnya di Mapolda Jateng Rabu (110/8/2022).

SEMARANG – Polda Jateng bersama Polres Magelang mengungkap kasus pembunuhan yang dilakukan oleh bocah berusia 15 tahun berinisial IL yang dengan sadis membunuh teman sekelasnya berinisial WA (12) di area perkebunan kopi yang berada di Dusun Kopen, Desa Baleagung, Kecamatan Grabag Kabupaten Magelang.

Wakapolda Jateng, Brigjen Pol Abiyoso Seno Aji mengatakan, peristiwa ini terjadi pada Rabu (3/8/2022) sekira pukul 17.00 WIB. Sebelum kejadian, sekira pukul 16.00 WIB, korban di jemput pelaku di rumahnya dengan beralasan mengajak korban untuk fotocopy tugas sekolah. Dengan dibonceng mengendarai sepeda motor, korban malah dibawa ke lokasi kejadian dimana pelaku sudah menyiapkan celurit dan kayu untuk membunuh korban.[irp posts=”40875″ name=”Bocah 15 Tahun asal Magelang Jadi Pelaku Pembunuhan Sadis Terhadap Temannya”]

“Korban dijemput mengendarai sepeda motor tersangka diajak jalan-jalan kemudian dibelokan ke sebuah tempat dimana tersangka sudah menyiapkan benda-benda untuk menghabisi nyawa korban,” ujar Brigjen Abiyoso saat rilis kasus di Mapolda Jateng, Rabu (10/8/2022).

Abi menerangkan, motif tersangka dalam melakukan aksinya yaitu sakit hati karena dihina dan diolok-olok oleh teman-teman korban dimana sebelumnya kedapatan mengambil handphone milik korban tanpa seizin dan sepengetahuannya.”Tersangka merasa sakit hati karena diminta korban mengganti handphonenya,” tuturnya.

Sementara itu, Kapolres Magelang, AKBP M Sajarod Zakun menerangkan, sebelum membunuh, terjadi cekcok dan perkelahian antara korban dan pelaku. Lalu terjadi perkelahian hingga korban sempat memukul pelaku sebanyak dua kali menggunakan tangan kosong, namun pelaku membalasnya dengan menyabetkan clurit yang berakhir dengan hilangnya nyawa korban WA.

“Korban sempat memukul pelaku, namun pelaku membacok dan memukul korban dengan kayu beberapa kali, termasuk di bagian kepala,” paparnya.

Setelah dipastikan meninggal, mayat korban kemudian diangkat ke tengah areal kebun dan ditinggal pulang ke rumah. Kejadian terungkap setelah keluarga WA melaporkan kehilangan anggota keluarga ke Polsek Grabag.

Disisi lain, Dirreskrimum Polda Jateng, Kombes Pol Djuhandani Rahardjo Puro menerangkan, saat ini pelaku dan barang bukti sudah diamankan oleh kepolisian untuk proses hukum lebih lanjut. Karena masih dibawah umur, lanjut Djuhandani, pelaku akan dikenakan undang-undang tentang proses hukum terhadap anak.

“Dikenakan Pasal 80 Ayat 3 Undang-Undang No.35 2014 Tentang Perlindungan Anak dan atau Pasal 31 dengan ancaman hukuman 15 tahun atau Pasal 340 KUHPidana terancam hukuman mati. Namun karena ini dibawah umur akan berbeda proses hukumnya,” imbuhnya.

Knowledge

Kabar Terkini

POPULER

DPC GEKRAFS Salatiga Dikukuhkan, Potensi Ekonomi Kreatif Terus Dikembangkan hingga Pasar Internasional
DPC GEKRAFS Salatiga Dikukuhkan, Potensi Ekonomi Kreatif Terus Dikembangkan hingga Pasar Internasional
Gagal Salip dari Sebelah Kiri, Pengendara Motor Diduga Terlindas Truk di Dekat Exit Tol Salatiga
Gagal Salip dari Sebelah Kiri, Pengendara Motor Diduga Terlindas Truk di Dekat Exit Tol Salatiga
Persoalan pengelolaan dan lelang tanah Bondo Deso di Desa Semowo, Kecamatan Pabelan, Kabupaten Semarang, berujung pada pengaduan ke Ditreskrimum Polda Jawa Tengah. Pengaduan diajukan terkait masuknya tanah bengkok Kepala Dusun Borangan Heny Affandi dalam daftar lelang. Kedua pihak menyatakan siap memberikan keterangan dan dokumen kepada aparat penegak hukum.
Polemik Tanah Bondo Deso, Kadus Borangan, Mulai Babak Baru. Seperti apa?
Yakuza Maneges wilayah Salatiga dan Semarang menyiapkan pendampingan hukum serta posko pengaduan 24 jam bagi masyarakat yang menghadapi persoalan hukum atau menjadi korban kekerasan. Komitmen itu disampaikan usai deklarasi di Grand Wahid Hotel Salatiga, Sabtu (3/10/2026), dengan melibatkan pengacara untuk mendampingi korban tanpa melihat latar belakang pihak yang terlibat.
Deklarasi Yakuza Maneges Salatiga, Hadirkan Perubahan Positif, Berikan Manfaat Nyata di Masyarakat
[pekok2]