RASIKAFM.COM | SALATIGA – Munculnya Isu kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) per 1 April memicu lonjakan pembelian di sejumlah SPBU di Kota Salatiga. Meski pemerintah memastikan tidak ada kenaikan harga, antrean kendaraan justru terlihat semakin ramai, terutama menjelang Selasa siang hingga petang.
Pantauan di SPBU Jalan Osamaliki, aktivitas pengisian BBM sudah meningkat sejak siang. Kendaraan datang silih berganti, membuat area SPBU tak pernah benar-benar lengang. Memasuki sore hari, intensitas kendaraan yang mengantre terlihat makin padat dibandingkan siang.
Di jalur pengisian BBM subsidi seperti Pertalite dan Biosolar, antrean kendaraan berkisar antara 5 hingga 7 mobil di setiap nosel. Meski tergolong tidak terlalu panjang, antrean berlangsung terus-menerus tanpa jeda.
Salah satu warga, Suwarti, mengaku sengaja mengisi penuh tangki mobilnya sebagai langkah antisipasi. Ia yang selama ini menggunakan Pertamax memilih berjaga-jaga karena kabar yang beredar.
“Kabarnya naik kisaran Rp 5.000 per liter, jadi saya isi penuh saja,” ujarnya.
Namun, tidak semua konsumen terpengaruh isu tersebut. Seorang pengemudi lain mengaku tetap mengisi BBM seperti biasa dan tidak mengetahui adanya kabar kenaikan harga.
“Saya tidak tahu soal kenaikan. Ini memang rutinitas isi di awal minggu,” katanya.
Meski pemerintah telah menegaskan tidak ada kenaikan harga BBM dalam waktu dekat, isu yang beredar di masyarakat tetap memicu respons berbeda. Sebagian warga memilih meningkatkan volume pembelian sebagai langkah antisipasi, yang berdampak pada meningkatnya kepadatan di SPBU, terutama pada jam-jam sibuk menjelang sore.